PADA DUA HATI

PADA DUA HATI
Keputusan


__ADS_3

Luthan menangis sejadi-jadinya. Wanita yang di cintainya meninggalkannya di depan mata tanpa dia bisa berbuat apa-apa. Luthan pun mengurus pemakaman Mhina. Semua yang terbaik untuknya. Walau Mhina telah pergi tapi cinta itu tetap bertahta di hatinya. Luthan akan menjaga cintanya baik-baik. Dia belum rela melepas cintanya pada Mhina. Luthan memutuskan untuk mencurahkan perhatiannya mengurus perusahaan Fatar. Karena dia kini satu-satunya penerus keluarga Aransyah. Dan itu dia lakukan demi Mhina. Aran menerima pemberitahuan tentang kematian Mhina. Dia berdiri menatap keluar jendela. Ada airmata mengalir di pipinya. Walau bagaimana mereka pernah tinggal bersama. Dia menjaga Mhina sejak mereka bertunangan. Aran bisa menerima semua tingkah Mhina ketika mereka bersama. Hanya perselingkuhannya membuat Aran marah dan kecewa. Lalu upaya Mhina pada Diona membuat Aran benci padanya. Tapi semua telah berlalu. Sudah waktunya mengubur masa lalu.


Berita kematian Mhina tiba juga di telinga Diona. Ada perasaan sedih mendengar itu. Biar bagaimana Mhina pernah menjadi sahabatnya. Diona tidak pernah tau jika Mhina telah menusuknya dari belakang. Tapi untuk hadir di pemakaman Diona tidak bisa. Dia sudah terlambat mendengar beritanya. Mhina sudah di makamkan. Lagi pula Diona punya tugas di sekolahnya. Para siswa harus membuat karya yang terbaik untuk di pamerkan. Sekolah mereka akan mengadakan pameran dalam rangka promosi untuk menarik siswa-siswa baru. Tidak lama lagi sekolah Diona selesai. Dia juga perlu bersiap untuk ujian akhir sekolahnya. Lalu satu alasan lagi. Danu tidak mengijinkannya pulang. Diona hanya berharap keluarga Mhina baik-baik saja, walaupun kehilangan. Karena dia ingin tau Diona menghubungi Bayu. Menurut Bayu Diona tidak perlu datang, karena Aran sendiri juga tidak datang. Dari Bayu juga Diona tau sebab kematian Mhina. Menurut Bayu Mhina terakhir minta bertemu Aran untuk minta maaf, tapi tidak tau apakah Mhina betul-betul menyesali perbuatannya atau hanya alasan untuk bertemu Aran. Bayu minta Diona untuk konsentrasi pada sekolahnya saja. Diona pun mengiyakan. Hari ini teman-teman Diona datang, mereka mengajak Diona untuk mencari tempat yang cocok untuk melukis. Hal itu bisa mengalihkan pikiran Diona tentang Mhina. Karena hidup Diona masih berjalan.


Paul semula ingin mengunjungi Diona. Tapi dia mendengar Diona pergi bersama Lucca dan Elis untuk melukis. Maka Paul pun duduk manis di ruang kerjanya. Hari ini Miguel datang ke Restauran. Dia sudah cukup sehat dan ingin melihat langsung keadaan usahanya, walau dia percaya pada Paul. Miguel memeriksa keadaan dapur. Para staf menyambutnya senang.


"Bos, kami rindu padamu." kata Ron sambil memeluk Miguel.


"Bagaimana kabar kalian?" tanya Miguel, senang di rindukan para stafnya.


"Kami baik-baik saja. Paul memimpin kami bekerja sama seperti anda." kata Ron laporan.


"Baguslah. Hanya dia harapanku." Miguel berkata sambil memperhatikan keadaan restauran ya. Dia puas ketika melihat tempat usahanya tetap bersih dan para staf pekerjanya benar-benar bekerja dengan baik.


"Jadi bos akan bekerja lagi?" tanya Ron yang mendampingi Miguel melihat-lihat.


"Tidak, biar Paul yang melakukannya. Aku sudah tua. Aku ingin menghabiskan waktu bersama istriku." jawab Miguel sambil tersenyum senang. Pada akhirnya Paul mau mengurus usahanya.


"Pilihan yang tepat. Paul bisa menggantikan anda dengan baik bos." Ron mengakui.

__ADS_1


"Ada baiknya juga aku sakit ya." Miguel merasa masih bisa bersyukur dengan apa yang di alaminya.


"Hasilnya kan seperti itu. Mungkin sudah jalannya begitu." kata Ron bijak. Miguel pun masuk ke ruang kerja Paul. Sekarang waktunya memeriksa pembukuan. Miguel melihat catatan Paul sangat rapih. Putranya memang berbakat menjadi pengusaha restauran. Sayang sekali jika dia memilih untuk memasak.


"Paul, kau merenovasi restauran di Amalfi?" tanya Miguel baru tau.


"Betul ayah. Tempat itu sudah suram dan sepi. Tapi setelah di rapihkan ternyata bisa menarik para konsumen." kata Paul menjelaskan. Dia memperlihatkan laporan yang di berikan Raul, sepupunya.


"Jika begitu aku ingin pengurusan restauran itu tetap di pisah. Tempat itu milik ibumu. Aku ingin hasil dari tempat itu tetap untuk ibumu. Dia bisa menggunakan uangnya dengan leluasa." kata Miguel tegas.


"Baik ayah akan aku lakukan." Paul senang ayahnya sayang pada ibunya.


"Aneh, dia bisa tau ayah datang ke sini." kata Paul marah.


"Aku rasa wanita itu minta petugas parkir di luar untuk memberi info padanya. Kau jangan mencurigai para staf di sini. Kami semua tidak suka padanya." kata Ron cepat.


"Nah, itu maksudku." Paul tau para staf tidak mungkin melakukan hal itu.


"Sudah, sudah. Biar aku menemuinya sebentar. Dia sudah lama menjadi masalah." Miguel melerai.

__ADS_1


"Tapi ayah......." Paul ragu. Bagaimana jika ibunya tau dan marah.


"Tenang, ayah tau apa yang ayah harus lakukan." Miguel berkata tegas. Dia pun keluar dari ruangan itu.


"Apa kita bisa mendengar pembicaraan mereka?" tanya Paul pada Ron. Dia khawatir.


"Akan aku atur. Kau buka saja ponselmu." Ron beranjak keluar. Dia minta salah satu staf di sana untuk mendekati Miguel dan merekam pembicaraannya. Titah Ron pun di jalankan. Seorang staf berdiri di belakang Miguel. Berpura-pura membersihkan meja. Dia menghubungi Paul dengan ponselnya. Jadi Paul bisa mendengar percakapan ayahnya. Tapi dia juga merekam pembicaraan itu.


"Ada apa kau mencarimu?" tanya Miguel ketika telah duduk di depan wanita itu.


"Miguel sayang, ku dengar kau sakit. Aku ingin menengokmu tapi perempuan itu pasti tidak akan mengijinkan." kata wanita itu dengan gaya merayu yang memuakan. Paul geram mendengarnya.


"Perempuan itu Del, istriku. Tentu saja dia tidak suka jika kau datang. Aku juga tidak menyukainya." Miguel juga tidak suka wanita itu berkata demikian.


"Tapi sayang, mengingat hubungan kita dulu kau tidak boleh begitu padaku." wanita itu terus merayu. Dia ingin memegang tangan Miguel, tapi Miguel menolak dan menarik tangannya.


"Ros dengar, jangan lagi mengungkit hubungan yang dulu. Kau sudah meninggalkan aku dan mengkhianatiku dulu. Sebenarnya aku kasihan padamu, tapi ternyata itu membuatmu berulah. Aku tidak mau Del jadi salah paham. Jangan temui aku lagi." kata Miguel kesal. Peristiwa Del meninggalkannya membuatnya jera untuk menemui mantannya.


"Tapi sayang kau lihat aku yang merana seperti ini. Aku menyesal dan ingin bersamamu lagi. Biarlah kita bertemu seperti ini." Ros masih belum menyerah, dia ingin mendapatkan Miguel kembali. Miguel tampan dan kaya sekarang.

__ADS_1


"Maaf Ros, aku mencintai Del. Semua yang aku lakukan hanya untuknya."


__ADS_2