PADA DUA HATI

PADA DUA HATI
Perjanjian Rahasia


__ADS_3

Ayahnya pengusaha restauran dan punya beberapa cabang di Florence. Tapi Paul tidak mau sombong. Dia tidak pernah mau terbuka pada teman-temannya.


"Besok aku akan mengantarmu ke sekolah, lalu menjemputmu lagi." kata Paul dengan yakin pada pengaturannya.


"Apa tidak merepotkan?" Diona tidak enak. Takut di bilang manja.


"Aku kan sudah berjanji untuk menjagamu." Paul berkata serius. Makan siang pun siap. Mereka makan siang sambil tetap berbincang.


"Diona jujur saja, apa keluargamu tidak keberatan kau tinggal bersamaku?" tanya Paul serius.


"Sebenarnya jika tinggal denganmu mereka akan keberatan, karena mereka belum mengenal dirimu. Berbeda dengan Bayu, mereka sudah kenal lama dengan Bayu." Diona berterus terang.


"Lalu bagaimana dong. Aku sudah berjanji pada Bayu Temat ini boleh kau gunakan." Paul tidak mau tinggal di rumah ayahnya. Tapi demi Diona bila terpaksa mungkin dia harus menumpang tinggal dengan temannya.


"Menurutku sih karena ini milikmu kau berhak tinggal di sini. Aku kan hanya menumpang. Lenih-lebih keluargaku tidak perlu tau tentang ini. Terus terang jika aku harus pindah aku tidak mau. Aku sudah merasa nyaman di sini." Diona menawarkan solusi. Dari wajahnya Paul bisa melihat Diona percaya padanya.

__ADS_1


"Baiklah kita buat kesepakatan. Karena kita tinggal berdua di sini. Aku atau dirimu tidak akan membawa teman untuk menginap di sini. Aku sih tidak masalah, tapi mungkin berbeda denganmu karena kau wanita." Paul memikirkan reputasi Diona. Walau mereka tidak melakukan apa-apa tapi bisa saja mereka di anggap memiliki hubungan.


"Aku setuju, Bayu mengatakan pada para keamanan di bawah kalau aku sepupumu." Diona ingat perkataan Bayu.


"Ide bagus. Mereka orang baik. Aku juga bisa menitipkanmu pada mereka. Mana nomerku?" Paul dan Diona bertukar nomer ponsel.


"Karena kau baru di sini, aku akan mengantarmu setiap pagi. Lalu aku akan bekerja. Nanti aku akan menjemputmu kembali. Bayu sudah memintaku untuk membantumu." Paul beralasan, dia tidak mau penolakan Diona. Dalam hatinya dia menyukai gadis ini, dan Paul tidak mau Diona pindah.


"Baiklah jika menurutmu harus seperti itu. Masakanmu enak. Boleh aku belajar memasak darimu?" Diona percaya sekarang Paul seorang koki.


"Tidak masalah." Diona melihat Paul pemuda yang bersih. Apartemennya saja rapih.


"Memangnya kau bekerja di mana?" tanya Diona penasaran.


"Bosku memiliki beberapa restauran." Paul jujur, ayahnya kan bosnya.

__ADS_1


"Maksudmu kau harus memasak di sana?" keterangan Paul masih abu-abu untuk Diona.


"Tidak begitu, aku hanya harus mengawasinya saja. Sebetulnya pekerjaanku tidak berat. Hanya kadang jika ada masalah harus aku bereskan." Belum waktunya Paul berterus terang pada Diona. Toh dia baru mengenal gadis itu. Paul juga sebenarnya ingin bertemu Bayu dan bicara tentang gadis itu. Diona tidak bertanya lagi. Paul pun membuat jadwal bagi mereka untuk membersihkan tempat tinggal mereka. Serta beberapa aturan dan beberapa hal yang perlu di lakukan selama mereka tinggal bersama. Termasuk jam pulang malam.


"Paul, kau punya pacar?" tanya Diona, bisa saja ada wanita yang datang mencari Paul.


"Wah kau sangat ingin tau ya." Paul menggoda Diona. Gadis itu cemberut. Dia bertanya serius malah di goda.


"Tidak, aku tidak punya pacar. Kau sendiri bagaimana?" Paul balik bertanya. Diona menggeleng. Paul senang Diona tidak punya pacar, malas juga jika harus berhadapan dengan pacar gadis itu. Jadi Bayu bukan pacar Diona, pikir Paul. Maka Paul menerangkan pada Diona cara bekerja di tempat tinggalnya, karena pasti berbeda dengan tempat kos Fiona dulu. Paul juga mengajarkan Diona memasak makan malam mereka. Bisa saja Paul tidak bisa pulang maka Diona bisa masak sendiri. Sambil makan malam Paul bertanya Diona sudah kemana saja selama di Italia. Diona pun menjelaskan dengan jujur tempat dan kesan-kesannya. Paul tidak pernah menduga, teman sebayanya selama satu tahun ini menyenangkan. Dia tidak menyesal harus pulang.


Aran dan Mhina mempercepat bulan madu mereka. Sebenarnya itu keputusan Aran. Mhina sudah marah-marah dan protes tapi tidak di tanggapi oleh Aran. Keinginan Aran untuk segera pulang karena dia berjanji pada Diona, akan mengantar gadis itu pulang ke Surabaya. Aran juga tidak tenang hatinya meninggalkan Diona. Entah mengapa. Tiba kembali dari bulan madu Aran dan Mhina menempati sebuah rumah milik Aran. Rumah itu tidak sebesar rumah milik Keluarga Aran. Tapi pria itu membangun rumah itu sendiri. Setelah kembali Aran mencari Diona di rumah kosnya. Ternyata Diona sudah tidak ada. Terakhir Diona pergi bersama Bayu. Maka Aran berkesimpulan Diona pulang ke Surabaya di antar Bayu. Tapi Bayu sulit di temui. Tidak ada di rumahnya dan juga tidak ada di Surabaya. Bayu keluar negeri, ada urusan bisnis tapi Wildan tidak menjelaskan tepatnya ke mana. Mungkin ayah Bayu itu juga tidak tau. Aran harus mengutus orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Bayu dan Diona. Karena sepertinya Diona tidak ada di Surabaya. Aran merasa kehilangan sahabatnya dan khawatir, karena tidak ada kata perpisahan di antara mereka. Pada pesta pernikahannya Aran mencari Diona, tapi tidak di temuinya. Aran yakin Diona telah pulang bersama Bayu. Tapi karena keberangkatannya untuk bulan madu Aran tidak sempat bertemu Diona. Pesan dan kontaknya pada Diona tidak berhasil. Itu sebabnya Aran mempercepat bulan madunya. Bayu bukan tidak tau dirinya di cari Aran. Dia sengaja tidak mau bertemu Aran. Karena dirinya melarikan dan menyembunyikan Diona. Bayu tidak mau Aran bertemu Diona lagi. Menurut Bayu Aran telah memilih Mhina. Maka Aran harus melepaskan Diona. Bayu sempat kesal ketika asistennya mengabarkan tentang pencarian Aran akan dirinya.


"Maksudnya apa sih?" kata Bayu kesal.


"Tuan Aran ingin bertemu nona Diona tuan." kata Mike asisten Bayu Langit.

__ADS_1


"Ya ga mungkin juga di rindu sama aku. Sudahlah, dia kan sudah memilih Mhina. Bodohnya sendiri melepaskan Diona. Jangan sampai dia tau keberadaan Diona." pesan Bayu pada Mike. Asisten Bayu yang dapat di percaya. Kepintaran Mike juga andalan Bayu. Usianya masih sangat muda, tapi sangat cerdas. Hanya karena ekonomi yang kurang langkah Mike tersendat. Tapi kemudian Mike mengenal Wildan. Ayah Bayu bisa melihat keunggulan yang di miliki Mike. Maka Wildan menawarkan pada Mike untuk bekerja pada putranya, Bayu Langit. Dari situ Mike mengejar mimpinya, sehingga posisinya mantap. Saat itu Bayu sedang bersama Diona di Italia. Hanya berdua.


__ADS_2