PADA DUA HATI

PADA DUA HATI
Misi Aran Dan Bayu


__ADS_3

Bayu sudah kembali ke Indonesia, meninggalkan Diona bersama Leana. Bayu sangat ingin tau apa yang Aran lakukan.


"Hai, ada apa?" tanya Aran pada Bayu.


"Aku penasaran dengan apa yang kau lakukan. Kau meninggalkan kami tanpa kabar." jelas Bayu.


"Nanti saja aku jelaskan. Aku sedang bersama bunda saat ini." Aran tidak mau rencananya mengejar Luthan di ketahui Dewanti.


"Baiklah, aku akan menemuimu di kantormu." putus Bayu.


"Aku ke sana sekarang." jawab Aran. Hubungan pun terputus.


"Bunda, Aran ke kantor dulu ya. Bayu ingin bertemu di sana." Aran memeluk bundanya, pamit.


"Hati-hati ya nak. Nanti temui bunda lagi jika sudah selesai urusanmu ke Surabaya." pinta Dewanti.


"Baik bunda, Aran pergi dulu." Aran pun beranjak pergi meninggalkan Dewanti. Dia menuju kantor untuk bertemu Bayu. Sebenarnya dia menyesal harus meninggalkan Diona. Tapi dia begitu marah dan tidak mau membiarkan Luthan begitu saja. Bayu sedang duduk santai di ruangan Aran ketika Aran tiba.


"Kenapa sih susah sekali di hubungi." keluh Bayu.


"Aku sibuk, ada banyak pekerjaan dan aku juga sedang mencari Luthan." jawab Aran sambil duduk di kursi kerjanya.


"Jadi pria itu menghilang. Dia pasti bersembunyi." Bayu tidak heran.


"Bagaimana Di?." tanya Aran yang sekarang penasaran.


"Sudah lebih baik. Mungkin saat ini sudah mulai sekolah di antar Leana." jawab Bayu, menyinggung nama Diona Bayu jadi ingat apa yang jadi pertanyaannya.

__ADS_1


"Sebenarnya bagaimana kau bisa tau keberadaan Diona?" apa yang jadi ganjalan hatinya Bayu utarakan.


"Aku bertemu Justin di London. Dari dia aku tau keberadaan Di. Aku melihatnya tapi aku tidak menemuinya karena masalahku belum selesai. Aku rasa mungkin Luthan mengikutiku, hingga dia tau keberadaan Di." Aran membuat Bayu mengerti.


"Jadi dari pengacara itu. Kau tidak menemui Di saja keadaan jadi seperti ini. Apa yang akan kau lakukan?" Bayu ingin membantu Aran sekarang.


"Aku akan ke Surabaya untuk bertemu keluarga Di dan minta maaf pada mereka. Di susah karena masalahku. Aku ingin meyakinkan mereka bahwa Di baik-baik saja sekarang." jelas Aran.


"Tepat sekali. Kau memang harus menemui mereka agar Di tidak di minta pulang. Kapan kita berangkat, aku akan menemanimu?" Bayu antusias. Selain ingin mengamankan posisi Diona, Bayu juga ingin tau reaksi Danu tentang Aran dan Diona.


"Bagaimana kalau sore ini?" Aran tidak ingin membuang waktu, ada banyak pekerjaan yang dia tunda karena ke Italy.


"Baik aku setuju." Bayu ingin bertemu ayahnya dulu sebelum pergi bersama Aran. Ada hal yang harus di luruskan. Sementara Aran melakukan beberapa pertemuan Bayu pergi ke kantor ayahnya. Wildan tengah melakukan pekerjaan ketika putranya datang.


"Ayah menjodohkan aku dengan anak om Bim?" tanya Bayu langsung pada intinya.


"Memangnya ayah mau punya menantu yang manja dan hanya tau menggunakan uang?" Bayu kesal di hadapkan pada wanita seperti itu.


"Apa putri Bim memang seperti itu?" Wildan tidak pernah bertemu putri temannya. Tapi setau dia putri Bim boleh di perhitungkan sebagai menantu karena kekayaan Bim.


"Kenyataannya begitu dan aku tidak suka." jawaban Bayu sudah menggambarkan penolakannya.


"Ya itu terserah padamu, ayah tidak memaksa. Sebenarnya kalau dia begitu ya tidak salah juga. Dia akan menjadi istrimu sudah kewajiban suami memenuhi kebutuhan istri dengan bekerja. Mungkin kau tidak suka dengan tipe yang seperti itu." Wildan menenangkan putranya.


"Ya, aku tidak suka." Bayu menegaskan.


"Baiklah, ayah jadi tau bagaimana harus bersikap bila Bim membicarakan hal itu." Wildan tidak akan memaksa putranya.

__ADS_1


"Aku akan keruanganku melakukan beberapa pekerjaan. Sore nanti aku akan menemani Aran ke Surabaya." Bayu bangkit akan pergi.


"Kian sepertinya sibuk sekali. Ada apa sih?" Wildan ingin tau.


"Ini tentang masa depan. Masa depan Aran tapi bukan masa depanku." Bayu meninggalkan ayahnya, dia tidak mau di tanya-tanya lebih jauh. Wildan menggelengkan kepalanya melihat ulah putranya. Dia merasa ini tentang bisnis Aran. Sore harinya Bayu berangkat bersama Aran ke Surabaya. Karena mereka berangkat sore hari maka mereka akan datang ke rumah Danu. Bayu sudah menginformasikan kedatangan mereka pada Danu. Bayu juga sudah berpesan pada Diona untuk tidak mengatakan dulu apa yang terjadi terhadap dirinya pada Danu.


"Sore om, bagaimana kabarnya?" sapa Bayi pada Danu ketika mereka sudah tiba di rumah Danu.


"Om baik, mari masuk Bayu, Aran." Danu mempersilahkan mereka masuk dan duduk. Wilma tengah menyiapkan suguhan di dalam.


"O ya, om dengar kalian ke Italy ya?" tanya Danu menyelidik. Tatapan matanya di tujukan pada Aran.


"Itulah tujuan kami datang. Ingin menjelaskan sesuatu pada om." Aran menjawab. Dia pun mulai bercerita tentang kejadian yang menimpa Diona. Danu terkejut, wajahnya mengeras karena marah.


"Saya minta maaf, ini terjadi karena masalah saya. Tapi saya berjanji akan menjaga Di sampai sekolahnya selesai. Itu kan impiannya." Aran berharap Danu mengerti.


"Sebenarnya ini bukan salahmu. Ini karena salah seseorang yang tidak puas dengan apa yang dia dapatkan. Lalu dia mencoba untuk merampas apa yang menurutnya menjadi miliknya. Om tau masalahmu. Tentu saja om khawatir dengan keadaan Diona. Om harus melihat dulu upayamu menjaga Diona bagaimana. Kami tetap pergi ke sana, baru memutuskan apa boleh Di tetap di sana." Danu tidak bisa di tenangkan oleh janji Aran. Walau Aran tidak tau dari mana Danu mengetahui tentang masalahnya tapi Aran tidak mau membahas itu. Karena hal tersebut tidak enak untuk di bicarakan.


"Kami tetap akan memantau Di om. Walau sudah ada Leana yang sangat bisa diandalkan." kata Bayu pada Danu.


"Itu memang kewajiban kalian sebagai teman-temannya. Tapi kami selaku pengganti orangtuanya juga perlu tau apa yang dirasakannya." Danu menghentikan bicaranya karena Wilma datang dengan suguhan. Danu tidak ingin Wilma mendengar tentang ini dulu. Istrinya akan sangat panik.


"Bagaimana kamu bisa bertemu Diona?" tanya Danu pada Aran. Dia ingin dengar ceritanya dari Aran. Maka Aran pun bercerita pertemuannya yang tidak di sengaja dengan Justin.


"Syukurlah kamu menemukan Di dan bisa datang pada waktu yang tepat." kata Danu yang berterima kasih pada Aran.


"Ini alamat Di. Jika om dan Tante ke sana beritahu saja Leana, agar dia menjemput om dan tante." Aran menuliskan alamat Diona yang baru dan menyerahkan pada Danu. Wilma yang tadi tersenyum jadi bingung. Diona pindah alamat dan mereka tidak di beritahu. Tapi dia tetap diam.

__ADS_1


__ADS_2