
Aran berusaha menekan rasa marahnya pada Mhina, ketika menjemputnya di rumah sakit. Karena ada orangtua Mhina di sana. Tapi di ketika di rumah Aran tetap bertanya pada Mhina, siapa sosok pria yang setiap hari menjemputnya. Mhina tidak mau mengatakannya. Aran bertambah marah. Dia melarang Mhina untuk keluar rumah lagi. Aran berpesan pada semua pekerja di rumahnya untuk melaporkan padanya jika sang istri keluar rumah. Mhina takut melihat Aran marah, dia tidak berani keluar rumah tanpa Aran. Karena kecewa pada Mhina yang tidak mau berterus terang, Aran memutuskan untuk pindah kamar. Untuk sementara dia tidur di kamar yang berbeda. Aran juga menyimpan pertanyaan apa saja yang di lakukan istrinya di luar rumah. Dia tidak menyangka Mhina dapat berlaku demikian. Tapi Aran sudah mendapat cara untuk mengetahui siapa sosok pria yang menemui Mhina. Dia hanya perlu bersabar. Saat ini Aran tengah mengurung diri di ruang kerjanya. Dia menatap foto Diona, gadis yang di carinya. Aran teringat ketika pertama kali bertemu Diona. Saat itu hari pertama kuliah, tampak seorang gadis yang menarik perhatiannya. Gadis cantik yang sederhana, yang sering duduk dan membaca sendirian di taman kampus. Aran pun berusaha berkenalan dengan Diona. Dia gadis yang pendiam tapi ketika mereka telah berteman, dia ramah betcerita dan pengetahuannya luas. Mungkin karena hobinya membaca. Untuk pertama kalinya Aran jatuh cinta. Ya, Aran jatuh cinta pada Diona. Tapi Diona tampak biasa saja, memang Aran belum menyatakan perasaannya. Aran ingin memantapkan hatinya. Aran juga yang mengenalkan Bayu, sepupunya pada Diona. Hari itu dia sakit, Diona mengantarkannya pulang. Di rumah ada Bayu yang sedang mengunjungi orangtua Aran. Maka Aran meminta Bayu mengantar Diona pulang. Aran tau sejak itu Bayu menjadi salah satu teman dekat Diona. Tapi kesibukan Bayu membuat Aran tidak khawatir. Bayu telah di tuntut ayahnya untuk membantu bisnis ayahnya. Dan Bayu menempuh pendidikannya di luar negeri. Diona tidak menutup pertemanannya dengan Bayu pada Aran. Dari situ Aran tau Diona dan Bayu hanya berteman. Lalu datang Mhina yang ingin berteman dengan mereka. Aran terserah pada Diona. Tapi gadis itu tampaknya tidak keberatan dengan kehadiran Mhina. Gadis itu ceria dan baik. Maka mereka terbiasa bertiga. Berbeda dari Diona, Mhina terbuka tentang keluarganya. Ayahnya seorang pengusaha, walau tidak sehebat ayah Aran. Ibunya hanya ibu rumah tangga biasa dan Mhina putri tunggal mereka. Diona tinggal sendiri di Jakarta dan tinggal di rumah kos. Belakangan Aran baru mengetahui jika Diona yatim piatu. Itu pun Aran mencari tau sendiri tanpa Diona mengatakan yang sebenarnya. Diona tidak begitu saja membuka tentang dirinya. Berbeda dengan Mhina yang mengaku di manjakan oleh orangtuanya. Kecuali tentang satu hal. Keadaan tubuhnya. Aran mengira Mhina terlalu di sayang oleh orangtuanya, sehingga di antar jemput setiap hari. Mhina juga tidak leluasa untuk pergi kemana pun dia mau. Sampai rahasia itu tersingkap. Satu tahun setelah mereka berteman, orangtua Mhina menemui ayahnya. Mereka ingin menjodohkan Mhina dengannya. Ternyata selama ini Mhina menaruh perasaan padanya. Dan yang membuat Aran terkejut keadaan jantung Mhina yang tidak sempurna. Mhina mengalami bocor jantung. Itu yang membuatnya memiliki keterbatasan dalam kesehariannya. Hal yang dia dan Diona tidak pernah tau. Orangtua Mhina ingin Aran bertunangan dengan Mhina tapi Aran tidak menerima begitu saja. Hatinya sudah untuk Diona. Tapi melihat Diona yang sepertinya tidak memiliki perasaan yang sama dengannya membuat Aran menjadi ragu. Apa lagi menurut Mhina Diona sering bercerita tentang Bayu. Hal itu membuat Aran mendesak Bayu. Ingin tau tentang perasaannya pada Diona. Tapi Bayu bilang dia tidak perasaan cinta pada Diona. Mereka murni bersahabat. Aran jadi curiga, Diona yang punya perasaan istimewa pada Bayu. Ayah Aran mendesaknya untuk mempertimbangkan keinginan keluarga Mhina. Apa lagi menurut ayahnya Mhina itu gadis yang baik dan penurut. Hanya saja keadaan kesehatannya yang buruk. Jujur Aran bimbang pada hatinya. Dia tidak mencintai Mhina, tapi dia iba pada gadis itu yang sering harus di rawat karena keadaan jantungnya. Orangtua Mhina sudah melarangnya untuk kuliah. Tapi Mhina tidak mau hidup dalam kebosanan. Dia ingin tetap kuliah walau akhirnya mungkin tidak dapat bekerja. Aran menolak bertunangan dengan Mhina, tapi dia akan menjaga gadis itu di kampus. Mhina sempat berkata pada Diona mereka berpacaran, padahal tidak. Aran ingin tau reaksi Diona. Ternyata tidak ada. Diona hanya diam saja. Aran ragu pada dua hati yang belum bisa dia putuskan. Tapi waktunya masih banyak. Bayu memperingatkannya untuk benar-benar mempertimbangkan perasaan Aran. Mana yang dia cintai. Aran tidak pernah menceritakan perasaannya pada siapa pun termasuk Bayu. Di tengah diamnya Diona, dan rasa ibanya pada Mhina yang terus berjuang untuk hidupnya Aran di desak untuk membuat keputusan. Pada saat mereka akan lulus Aran memilih untuk belajar mencintai Mhina. Tapi dia akan terus bersahabat dengan Diona. Bayu marah dengan keputusan Aran. Apa lagi Aran di desak untuk menikahi Mhina. Pernikahan yang di lakukannya ternyata tidak membuatnya bahagia. Aran sadar bagaimana pun dia berusaha, hatinya tidak dapat di paksakan. Apa lagi dengan menghilangnya Diona, Aran menyadari cintanya hanya untuk Diona. Apa yang dilakukannya sekarang hanya bertanggung jawab pada Mhina. Hatinya tetap menuntut kehadiran Diona. Walau hanya sebatas sahabat. Aran sadar ini kesalahannya. Tapi dia merindukan Diona dan tidak mau kehilangan gadis itu. Menghilangnya Diona semakin membuatnya penasaran. Mengapa Diona tidak mau bertemu dengannya? Apa kesalahannya pada gadis itu? Aran menyimpan foto Diona . Dia bertekad semampunya akan mencari gadis itu. Diona, gadis yang di cari Aran tengah menikmati makan malam dengan Danu dan Wilma. Paul belum pulang kerja.
"Ini masakanmu atau masakan Paul Di?" tanya Danu pada Diona.
__ADS_1
"Masakanmu dong, om Danu tidak lihat tadi aku yang buat?" Diona protes hasil masakannya diragukan.
"Maksud om Danu mungkin saja kamu hanya menghangatkan. Tapi kalau kamu yang buat ini enak loh." Danu memuji keponakannya.
__ADS_1
"Justru karena Paul tau aku tidak bisa masak, maka dia memilihkan resep masakan yang mudah. Kalau sulit biasanya aku tidak mempraktekkannya. Walaupun enaknya selangit." Diona jujur dengan kemalasannya. Tiba-tiba Paul pulang.
"Kalian baru makan malam?" tanya Paul heran.
__ADS_1
"Kami menunggu koki baru memasak jadi agak lama." Danu menggoda Diona yang tampak kesal mendengarnya.