PADA DUA HATI

PADA DUA HATI
Restu Danu


__ADS_3

"Aku takut kamu panik. Maka biar kamu dengar sendiri dari Di." jelas Danu.


"Pantas kamu ingin cepat-cepat ke sini mas. Lalu kenapa Di pindah rumah, lantas Paul bagaimana?" Wilma jadi penasaran.


"Paul sekarang tinggal sendiri, lagi pula kata Bayu Paul sekarang bisa konsen pada bisnisnya." Diona tidak mau merepotkan Paul lagi.


"Biar bagaimana Paul sudah baik mau menjagamu. Kita harus mengundangnya untuk mengucapkan terima kasih padanya." kata Danu bijak.


"Aku setuju." kata Wilma. Mereka pun merencanakan makan bersama Paul. Danu dan Wilma melihat-lihat rumah baru Diona. Selain itu Danu juga bercakap dengan Leana.


"Jadi kamu bekerja pada Aran. Sudah berapa lama kamu bekerja padanya?" tanya Danu pada Leana. Dia ingat Bayu bilang Leana dapat di andalkan.

__ADS_1


"Saya awalnya bekerja pada nyonya Dewanti. Tapi karena saya menjaga nona Diona saya bekerja pada tuan Aran " Leana menjelaskan. Danu baru tau ternyata Leana anak buah Dewanti.


"Oh. kamu anak buah mbak Dewanti. Bos kamu baik ya." Danu memancing Leana.


"Nyonya Dewanti sudah seperti ibu saya, sangat baik. Tapi waktu saya di tarik tuan Aran ke sini nyonya tidak tau apa tugas saya." Leana menjelaskan.


"Mungkin sekarang sudah tau." Danu berkesimpulan. Aran sudah menemuinya tidak mungkin ibunya di lewatkan.


"Saya titip Diona ya, semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk." pesan Danu pada Leana.


"Di, kamu senang bertemu Aran lagi?" tanya Danu pelan. Diona langsung menoleh pada Danu. Tampak Danu menanti jawaban darinya.

__ADS_1


"Hm....bagaimana ya." Diona ragu menjawab.


"Sekian lama om jauhkan hati kamu tidak berubah. Yang di sana juga tetap perhatian. Mungkin kalian jodoh." kata Danu lagi. Diona terpana atas ucapan Danu.


"Kali ini om dan Tante akan mendukungmu. Karena kami ingin kamu bahagia." Danu merangkul bahu Diona, tanda dia serius dan meyakinkan gadis itu. Diona tetap diam tapi hatinya jadi hangat. Perasaan Aran siapa yang tau. Tapi kali ini Diona tidak mau menghindari Aran lagi. Biar saja pria itu ada di sekitarnya. Karena kepergian Danu mendadak, maka dia tidak Benyak waktu untuk Diona. Danu dan Wilma harus kembali. Mereka makan bersama di hotel. Besoknya mereka kembali ke Florence. Dari sana Danu dan Wilma kembali ke Indonesia.


Kalau Bayu sudah bulat dengan pilihan hatinya, tidak begitu dengan Mitsi. Dia sudah merasa mampu untuk hidup sendiri. Maka dia mulai mencari tempat tinggal yang sesuai dengan kemampuannya, lalu diam-diam dia pindah. Bayu yang dengan semangat dan penuh kerinduan datang ke apartemen yang kosong tanpa penghuni. Melihat barang-barang yang Mitsi gunakan dalam kesehariannya tidak ada, Bayu yakin Mitsi telah pergi. Bayu marah sekali dan kecewa. Dia menyuruh Mike untuk mencari Mitsi. Bagaimana pun caranya. Awalnya Mike bingung harus mencari ke mana. Tapi hasil dari bertanya akhirnya Mike dapat info kalau Mitsi menerjemahkan bahasa Jepang. Mike pun berpura-pura ingin memakai jasa Mitsi. Lalu Mike mendapat alamat Mitsi. Rupanya Mitsi ceroboh. Dia bersedia memberi alamatnya karena Mike beralasan akan mengirim buku yang Mitsi harus terjemahkan. Mike bersyukur dia yang mencarikan guru bahasa Indonesia untuk Mitsi. Dia jadi bisa melacak Mitsi. Laporan pun tiba di meja Bayu. Tanpa membuang waktu Bayu pun mencari alamat Mitsi. Bayu betul-betul merasa seperti Aran, ketika kehilangan Diona. Setelah seharian mencari akhirnya Bayu menemukan rumah Mitsi. Rumah kecil di dalam sebuah gang. Entah dari mana Mitsi tau rumah itu. Walaupun cukup bersih dan asri tapi Bayu tetap tidak mau Mitsi tinggal di sana. Mitsi pun di jemput paksa oleh Bayu. Di bawa kembali ke apartemen. Kali ini apartemen di jaga ketat. Bayu tidak perduli Mitsi marah padanya, yang jelas Bayu tidak mau kehilangan Mitsi.


"Maksud kamu apa sih Bayu, aku harus kembali ke sini?" tanya Mitsi kesal.


"Mitsi, kamu tuh aku yang bawa ke Indonesia. Jadi kamu itu tanggung jawabku." kata Bayu lembut. Dia rindu pada Mitsi, tapi yang di rindukan malah pergi begitu saja.

__ADS_1


"Iya aku berterima kasih kamu sudah membantuku. Tapi bukankah sudah waktunya aku berdiri sendiri. Aku punya hidupku sendiri, tidak selamanya aku merepotkanmu " kata Mitsi, dia cukup tau diri.


"Mitsi, kamu mungkin tidak mengerti yang aku maksud. Menjagamu itu ya selamanya, selama hidupku. Dengar ya kamu itu berharga buat aku."


__ADS_2