
"Jadi bukan kau saja yang akan bahagia." kata Bayu sombong.
"Ya aku tau, apa lagi sebentar lagi kau akan punya anak." Aran senang sepupunya bahagia. Aran pun meninggalkan Bayu yang bahagia itu. Dia juga perlu menata hatinya agar bahagia. Tinggal menunggu kesiapan Diona. Akhirnya pesta pernikahan Bayu dan Mitsi berlangsung. Dengan anggota keluarga besar yang sudah hadir di ballroom hotel, menanti pengantin datang. Bayu menjemput Mitsi di kamarnya untuk turun bersama. Bayu mengetuk pintu kamar, lalu membukanya. Di dalam kamar Bayu melihat Mitsi yang baru berdiri di depan meja riasnya. Sang perias sudah meninggalkannya seorang diri.
"Mitsi kau sudah siap?" tanya Bayu lembut. Matanya terpaku menatap pengantin wanita yang begitu cantik.
"Ya aku sudah siap." Mitsi melangkah perlahan untuk menghampiri Bayu. Dia suka pada gaun pengantinnya jadi berhati-hati melangkah. Bayu mendekati Mitsi tidak sabar.
"Sayang, kau cantik sekali." puji Bayu tulus dengan mata berbinar. Mitsi tersipu, dia sedikit menunduk.
"Benarkah kau akan jadi istriku?" Bayu meminta ketulusan Mitsi untuk menikah dengannya.
"Iya Bayu, kita menikah hari ini." jawab Mitsi lembut. Perhatian dan kasih sayang keluarga Bayu membuat Mitsi sendiri yakin untuk menikah dengan Bayu. Perasaan Bayu lega mendengarnya. Bayu mengambil bunga tangan Mitsi di tempat tidur, menyerahkannya pada Mitsi. Dengan hati-hati Bayu mencium pipi Mitsi, khawatir riasan Mitsi rusak.
"Terima kasih, kau buat aku bahagia. Aku akan menjagamu dengan segenap jiwaku." janji Bayu. Dengan lembut Bayu menggandeng Mitsi, menyamakan langkahnya dengan gadis itu. Mata Bayu rasanya tidak ingin lepas menatap Mitsi. Sedangkan Mitsi, perasaannya sangat gugup. Dia yang biasa sembunyi di apartemen akan bertemu orang banyak. Tangan Mitsi yang dingin memberi tau Bayu gadis itu gugup.
"Tenang ada aku. Jangan gugup. Ini hari bahagia kita." Bayu meremas tangan Mitsi lembut agar Mitsi tenang. Mereka memasuki lift untuk turun. Ketika keluar beberapa orang menatap mereka dengan kagum. Pasangan yang serasi. Sang pria tampan berkharisma sang wanita cantik mempesona. Tangan Bayu sendiri erat menggandeng Mitsi ketika dilihatnya tatapan kagum dari para pria pada calon istrinya. Dia bangga tapi juga cemburu. Mereka tiba di depan ruang pesta. Menunggu MC meminta mereka masuk. Jantung Mitsi berdebar kencang, Bayu tersenyum menenangkan. Kemudian terdengar MC meminta mereka masuk. Bayu dan Mitsi perlahan masuk dengan sambutan para undangan. Mitsi dengan erat memegang tangan Bayu karena gugupnya. Sinar lampu menambah indah ruangan membuat hati Mitsi senang dan sedikit lupa akan gugupnya. Ruangan pesta memang indah bertabur bunga. Bayu menebar senyum, melihat Mitsi sudah tidak begitu gugup lagi dia pun lega. Hingga akhirnya mereka tiba di pelaminan. Hanya tersedia kursi untuk pengantin. Karena Mitsi tidak di dampingi orangtua maka tempat duduk untuk orangtua di tiadakan. Acara pun di mulai. Walau pesta pernikahan di lakukan dengan persiapan yang singkat, namun acara tersebut berjalan baik dan berkesan. Para keluarga pun bergantian mengucapkan selamat pada Bayu dan Mitsi.
"Selamat ya sepupuku." Aran menggandeng seorang gadis cantik.
"Diona?" seru Bayu terkejut.
"Aku kira sudah lupa padaku. Menikah tidak memberi tau." Tegur Diona.
__ADS_1
"Maaf, aku banyak pikiran. Lagi pula aku sangka kau sibuk dengan sekolahmu." Bayu menyesal melewatkan Diona pada acara pentingnya.
"Sudah, sudah. Di tunanganku sekarang , kau tidak boleh lupa itu." Aran menengahi.
"Nah kau sendiri bertunangan tidak bilang padaku kan. Apa kau sudah pulang sekarang?" tanya Bayu ingin tau.
"Tidak, urusanku belum selesai. Aku hanya ingin melihatmu menikah. Setelah itu aku akan kembali lagi." Diona menjelaskan.
"Baiklah, kenalkan ini Mitsi istriku. Mitsi ini Diona sahabatku dan Aran sepupuku. Mereka sudah bertunangan." Bayu memperkenalkan mereka.
"Mitsi." kata Mitsi menyebut namanya dan menyalami Aran dan Diona.
"Cantik, pantas Bayu tidak bercerita tentangmu." kata Diona memuji Mitsi.
"Sayang makan yang banyak, anak kita nanti lapar." kata Bayu pada Mitsi. Mata Diona langsung membesar mendengar itu.
"Jadi kalian menikah karena ......" Diona tidak meneruskan perkataannya karena Aran memberi kode dengan memegang tangannya. Diona menatap Aran yang menggelengkan kepala padanya. Diona lalu paham, ada rahasia yang tidak sengaja dia tau. Bayu tersenyum tapi Mitsi tertunduk malu. Bukan suatu kebanggaan kehamilannya yang lebih dulu di ketahui orang lain.
"Maaf, aku tidak bermaksud menyudutkan kalian " kata Diona menyesal.
"Sudah terjadi seperti ini. Memang kenyataannya aku mencuri start duluan " kata Bayu, dia tidak menyesal karena dengan begini Mitsi mau menikah dengannya.
"Sahabatmu ini tidak sebaik yang kau kira kan." kata Aran yang bisa melihat tidak ada penyesalan pada Bayu. Aran kasihan pada Mitsi.
__ADS_1
"Ya benar aku baru tau Bayu bisa seperti ini." Diona berkata sambil menyentuh tangan Mitsi, memberi isyarat untuk tidak perlu malu. Bayu yang salah sudah melewati batas. Mitsi bisa merasakan Aran dan Diona bersimpati padanya dia jadi lebih tenang.
"Ayo makan sayang, jangan perdulikan mereka." Bayu membujuk Mitsi.
"Melihatmu seperti ini rasanya tidak percaya kau menyembunyikan Di di Italy." kata Aran mencela Bayu. Begitu cepat Bayu lupa pada sahabatnya.
"Aku sembunyikan kau tetap bisa menemukannya. Bahkan kau yang menyelamatkannya. Jadi bukan tugasku lagi kan menjaga Di." bantah Bayu.
"Itu namanya jodoh, ya kan sayang." kata Aran pada Diona. Memangnya Bayu saja yang bisa panggil sayang pada Mitsi.
"Tapi aku lega Bayu membawaku pergi jauh. Jika tidak mungkin aku jadi kambing hitam hubungan Aran dan Mhina yang berantakan " Diona mengakui perasaannya.
"Jauh saja kau tetap di oersalahkan." Bayu menegaskan fakta ketika Luthan akan menyakiti Diona.
"Maafkan aku yang begitu bodoh." Aran mencium tangan Diona tanda menyesal.
"Sudahlah kalian tinggal menyusun masa depan. Aku sudah bahagia sekarang. Mitsi kau tidak menyesal kan menikah denganku?" tanya Bayu tulus.
"Tidak." jawab Mitsi jujur. Dia merasa nyaman dengan keluarga Bayu.
"Kau tidak mengundang Paul?" tanya Diona heran.
"Karena ini acara keluarga aku tidak mengundangnya. Tapi nanti aku dan Mitsi akan mengunjunginya ." kata Bayu dengan rencananya. Bayu bermaksud untuk bulan madu bersama Mitsi.
__ADS_1