PADA DUA HATI

PADA DUA HATI
Badai Yang Datang


__ADS_3

"Apa maksud dokter?" Aran bingung.


"Mhina sedang mengandung." jawaban Arfan mengejutkan Aran.


"Mengandung?" Aran benar-benar serasa di sambar petir.


"Sudah dua bulan. Mhina pingsan karena masa kehamilannya." Arfan bingung Aran tidak memperhitungkan hal itu.


"Apa dia bisa mempertahankan bayinya?" tanya Aran berusaha tenang.


"Nah itu kabar buruknya. Kita tidak tau pastinya bagaimana. Kalian harus siap menerima resikonya. Mengapa kalian tidak mengantisipasi hal ini?" tanya Arfan heran. Aran tidak tau harus menjawab apa. Memiliki anak belum masuk dalam agenda hidupnya. Dan ini yang membuat Aran marah. Tapi dia tidak mungkin mengatakan pada Arfan.


"Aku rasa Mhina salah perhitungan." jawab Aran sekenanya. Dia mulai tenang.


"Ya bisa jadi begitu. Tapi ini harus jadi perhatian extra." kata Arfan tidak mau menggali lebih dalam.


"Hanya itu saja, tidak ada yang lain?" tanya Aran tidak sabar.


"Hanya itu. Tidak ada masalah yang lain " tegas Arfan. Aran pun pamit. Dia duduk di satu bangku di lorong rumah sakit. Aran merenung, apa ada yang luput dari tindakannya. Dengan kesal Aran berjalan pulang. Dia tidak habis pikir Mhina begitu berani menentangnya. Aran harus tau jelas dulu sebelum mengambil tindakan. Dia sengaja tidak mau menemui Mhina, tapi pulang ke rumah untuk memeriksa sesuatu. Tiba di rumah Aran menuju ruang kerjanya. Dia membuka laptopnya untuk memeriksa rekaman CCTV yang lama tidak di lihatnya. Dari semua rekaman CCTV yang ada terpampanglah perselingkuhan Mhina. Jadi anak itu anak Luthan. Aran geram dan marah luar biasa. Istrinya berselingkuh di rumahnya sendiri. Aran pun mengcopy rekaman itu dan di simpan dalam sebuah flashdisk. Ini akan menjadi bukti bahwa bayi yang di kandung Mhina bukan aanaknya. Kemudian Aran berpikir tindakan apa yang akan di ambilnya. Dia tidak mau lagi di bohongi, apalagi oleh istrinya sendiri.


Bayu tiba di Bali, dia menuju alamat yang di berikan Dewanti. Tempat ini agak asing buat Bayu. Aran juga pasti belum pernah ke sini. Dewanti sendiri lama tidak pernah pulang ke Bali. Semoga apa yang di katakannya masih tetap sama. Rumah keluarga Dewanti masih kokoh berdiri dan mewah. Paling bagus di daerah itu menurut Bayu. Karena takut salah Bayu bertanya pada penduduk setempat di mana rumah Dewangga. Tepat dua rumah dari rumah Dewanti. Bayu pun menuju rumah itu. Di ketuknya pintunya. Ketika terbuka tampak bocah kecil keluar.


"Adek apa ini rumah bapak Dewangga?" tanya Bayu ramah.

__ADS_1


"Aku Dewangga." jawab bocah itu. Bayu terkejut. Apa dia salah dengar.


"Dek, bapa Dewangga." Bayu menegaskan.


"Iya, aku Dewangga. Om cari aku?" tanya bocah itu bingung.


"Jadi kamu namanya Dewangga?" Bayu tidak percaya.


"Iya om. Namaku Dewangga." jawab bocah itu yakin. Bayu jadi bingung. Tante Dewanti bilang pemilik rumah itu seusia kakeknya, tapi yang di temuinya ternyata berbeda. Apa Tante Dewanti lupa? Tiba-tiba keluar seorang pria seusia kakeknya.


"Cari siapa nak?" tanya pria itu.


"Saya cari bapak Dewangga." jawab Bayu sopan.


"Mari masuk nak." kakek Dewangga mempersilahkan Bayu. Dengan penuh harap Bayu pun masuk.


"Begini pak saya datang untuk mencari Tante Deliana." Bayu melihat Dewangga tampak terkejut.


"Deliana? Mengapa kamu mencari dia dan kamu siapa?" tanya Dewangga curiga.


"Saya Bayu Langit. Ibu saya masih kerabat dengan Tante Deliana. Ibu saya Ratih Wiraguna." jelas Bayu.


"Oh yang menikah dengan keluarga Wiraguna. Sudah lama tidak dengar kabarnya. Jadi kamu anak Ratih." Dewangga tampak merenung.

__ADS_1


"Benar pak." jawab Bayu lega. Usahanya mendekati hasil.


"Panggil saya kakek, Ratih dan Deliana itu keponakan saya. Berarti kamu cucu saya. Senang kamu datang ke sini sedangkan Ratih tidak pernah mengunjungi saya." kata Dewangga kecewa. Dia tau Ratih keponakannya menikah dengan keluarga kaya.


"Ibu sibuk kakek, ibu punya sanggar tari yang cukup besar." Bayu membela ibunya.


"Oh begitu. Saya senang dengarnya. Dia tidak lupa akan darah seninya. Deliana tiba-tiba datang, kakek juga bingung. Lalu dia kelihatan enggan kembali ke negara di mana dia tinggal. Entah ada apa." Dewangga terus terang dengan keadaan Deliana.


"Benar kek, Tante tiba-tiba pulang ke Indonesia. Saya bertemu putranya yang ingin tau tentang keadaan ibunya." Bayu tidak mengatakan prahara antara Deliana dan Miguel.


"Jadi dia tidak memberi kabar pada suaminya. Ada apa Deliana ini. Dia tidak bicara apa-apa pada kakek " Dewangga kesal.


"Saya hanya ingin tau apa Tante Deliana di sini. Juga apakah baik-baik saja." jelas Bayu. Dia tidak perlu bertemu Tante Deliana. Itu tugas Paul.


"Ya dia di sini dan baik-baik saja. Tapi saat ini dia sedang keluar." penjelasan Dewangga membuat Bayu lega.


"Baiklah kakek, saya hanya ingin tau tentang itu saja. Biar nanti keluarganya tau dan bila ingin bertemu mereka yang datang ke sini. Bisakah kakek tidak memberi tau tentang kedatangan saya? Hanya khawatir nanti ada salah paham." kata Bayu pada akhirnya.


"Kakek mengerti, baiklah kalau itu tujuanmu " Dewangga tidak tau mengapa Bayu berkata demikian, sudah jauh-jauh mencari Deliana tapi tidak mau bertemu. Pasti ada sesuatu yang tidak dia ketahui. Bayu pun pamit. Dia sudah menunaikan janjinya pada Paul. Menemukan ibunya. Bayu berterima kasih pada Dewanti yang sudah melancarkan upayanya. Saat itu juga dia kembali ke Jakarta.


Claire kembali ke Italy. Dia mengundang Lucca, Diona dan Elis ke pernikahannya. Acaranya tidak besar. Hanya upacara sederhana. Itu sudah cukup untuk Claire. Walau Dann bersedia memberikan pesta besar untuknya tapi Claire tidak mau. Karena itu sama saja dia mengumumkan pada dunia jika dia selingkuhan Dann. Tidak banyak orang yang tau bagaimana rumah tangga Dann sebenarnya. Oleh sebab itu Claire memilih pernikahan yang sunyi. Claire hanya ingin status yang jelas dalam hidup Dann.


"Kamu cantik Claire." puji Diona pada Claire. Dia mengenakan gaun putih pas badan hingga mata kaki. Walau terlihat sederhana tapi Diona yakin harga gaun itu pasti mahal.

__ADS_1


"Terima kasih kalian mau datang." Claire tertawa bahagia. Ini suatu peristiwa yang tidak pernah dia sangka akan terjadi. Dann yang sedang mengobrol dengan teman baiknya tampak terus menatap Claire. Pengantinnya memang cantik. Babak baru dalam hidup Claire datang. Claire bersyukur mengenal Lucca, Diona dan Elis yang telah membantunya. Dia tidak akan pernah melupakan mereka. Selain mendapat suami Claire juga mendapat sahabat yang baik dan tulus.


__ADS_2