PADA DUA HATI

PADA DUA HATI
Cerita Claire


__ADS_3

"Kenapa bisa ada Sean di sini?" Lucca terkejut. Untung saja Diona baik-baik saja.


"Claire katamu? Benar dia menolongku?" Elis tidak percaya.


"Benar, tapi dia minta jangan bilang-bilang jika dia bekerja di sini " Diona ingat permintaan Claire.


"Kenapa tidak boleh bilang? itu kan pekerjaan halal." kata Lucca heran.


"Mungkin dia malu. Tidak semua pekerjaan bergengsi seperti pekerjaanmu." kata Elis menjelaskan.


"Ya sudah habiskan makanan kalian, aku akan antar pulang." kata Lucca kemudian. Diona baru sadar kalau dia tidak melihat Claire di sekolah. Karena Diona ingin berterima kasih pada Claire, maka Diona meminta Lucca mengantarnya untuk bertemu Claire di restauran. Benar Claire bekerja di sana.


"Aku sebentar lagi sudah boleh pulang. Kalau kalian mau menunggu." kata Claire pada Diona, Elis dan Lucca.


"Bagaimana kalau kita tunggu di cafe seberang?" tanya Lucca.


"Boleh, nanti aku ke sana." jawab Claire yakin. Mereka pun berpisah. Diona, Elis dan Lucca pergi ke cafe, Claire kembali bekerja. Seperti kata Claire tidak lama kemudian dia menyusul.


"Hai maaf kalian harus menunggu. Sebenarnya ada apa kalian mencariku?" tanya Claire bingung.


"Aku sebenarnya mau berterima kasih padamu, karena sudah menolongku. Tapi kamu tidak ada di sekolah Claire." kata Diona menjelaskan. Claire terdiam. Yang lain menunggu jawaban Claire.


"Sebenarnya aku sudah tidak bisa sekolah." kata Claire sedih.


"Kenapa? Bukankah kau baik-baik saja di sekolah." Diona bertanya. Walau dia tidak dekat dengan Claire.

__ADS_1


"Aku tidak punya uang. Sekarang saja aku harus bekerja untuk mencari uang." kata Claire sambil menunduk. Claire sekarang sangat berbeda dengan Claire yang sebelumnya.


"Bagaimana dengan orangtuamu?" tanya Elis tidak mengerti.


"Aku tidak punya orangtua. Terus terang aku di buang sejak kecil. Jadi aku tidak tau siapa orangtuaku." Claire jujur, walau pahit.


"Tapi waktu itu ada yang menjemputmu di sekolah. Apa dia pamanmu?" Elis belum percaya Claire sendirian.


"Bukan juga." Claire tersenyum sinis.


"Baiklah, mungkin aku harus jujur pada kalian. Aku di besarkan di panti asuhan. Aku hidup susah, karena ingin mengubah kehidupanku aku mencari pacar. Aku bertemu Dann. Terus terang ketika bertemu dengannya aku terpana. Dia tampan, lembut dan kaya. Walaupun usianya jauh di atasku. Dia sangat perhatian padaku. Tapi dia sudah memiliki istri dan anak. Dann jadi sudar Daddyku. Aku tidak perduli dia punya keluarga. Dann bilang dia mencintaiku. Kehidupanku terjamin. Aku bisa sekolah seperti yang aku ingin. Tapi aku jadi kesal. Sebagai wanita aku ingin punya pacar yang jelas dan satu hari menikah. Sedangkan Dann tidak pernah mau menceraikan istrinya. Aku mulai berkencan dengan pria sebaya denganku. Tapi rupanya Dann tau. Dia sangat marah dan mengancam akan mengurungku. Itu sebabnya dia menjemputmu di sekolah. Aku tidak berani lagi berkencan. Dann berjanji akan jika sekolahku sudah selesai dia akan mengajakku wisata. Kami akan menghabiskan waktu berdua. Tapi rupanya istri Dann tau tentang diriku. Dia menemuiku dan menghinaku. Dia bilang Dann tidak akan pernah meninggalkannya. Dann akan membuangku dan melupakanku. Sejak saat itu Dann susah untuk bertemu denganku. Istrinya selalu mengawasinya. Kalau dulu aku mudah mendapatkan uang sekarang tidak. Dann memang masih memberi uang tapi tidak sebesar dulu. Aku jadi kesulitan membayar apartemen dan terpaksa menjual mobilku. Lagi pula istri Dann sudah tau mobilku. Dann pernah bilang dia tidak akan pernah melepaskan aku. Tapi aku ingin lepas dari Dann. Aku bekerja di sini sambil bersembunyi. Aku tidak bisa kembali ke sekolah. Istri Dann bisa ke sana mencariku. Aku sedang mengumpulkan uang untuk bisa pergi jauh." Claire bercerita sambil meneteskan air mata. Yang lain terpaku mendengar cerita Claire.


"Seandainya kau bisa pergi jauh, kau akan ke mana?" tanya Diona yang kasihan pada Claire.


"Ke mana saja, asalkan pergi jauh dan tidak dapat di temukan." kata Claire cepat.


"Claire kalau kau mau, bagaimana jika kau pergi ke tempat ayahku. Di sana ada peternakan, kau bisa bekerja pada ayahku. Lagi pula di sana Dann tidak akan menemukanmu." tanya Elis hati-hati.


"Benar Claire, kau ke Dakota. Itu ide bagus." Lucca setuju.


"Apa aku tidak merepotkanmu?" Claire tidak enak pada Elis.


"Tentu saja tidak, kau akan bekerja di sana. Kau akan dapat tempat tinggal. Di sana kau bisa membantu ibuku." seru Elis.


"Kelihatannya solusi yang baik. Betulkah aku bisa ke sana?" Claire seperti tidak percaya.

__ADS_1


"Katakan jika kau siap. Aku akan membelikanmu tiket lalu saat itu juga kau berangkat." kata Lucca. Untuk menghindari kejaran Dann, Claire harus berangkat secepat mungkin.


"Aku siap kapan saja." kata Claire yakin.


"Aku akan melihat waktu penerbangannya, lalu kita akan ke bandara." kata Lucca membuka ponselnya.


"Aku akan beri tau ayahku untuk menjemputmu di bandara." kata Elis juga membuka ponselnya untuk bicara dengan ayahnya.


"Kalian baik sekali. Diona aku minta maaf padamu. Sikapku padamu selama ini buruk. Terus terang aku iri padamu. Sepertinya hidupmu senang." kata Claire jujur.


"Tidak apa Claire, semua orang punya masalah. Termasuk aku." kata Diona menghibur Claire.


"Sebenarnya dulu aku kesal padamu karena aku suka pada Lucca dan ingin dekat dengannya." Claire berterus terang.


"Jadi sekarang kau tidak suka padaku lagi?" tanya Lucca menggoda. Claire tersipu malu. Tampilan Claire saat ini juga berubah. Dulu dia berdandan setiap waktu. Tapi sekarang dia hanya mengenakan bedak dan lipstik tipis. Tapi justru menurut Lucca itu lebih menarik.


"Sekarang aku tidak berani menyukai siapa pun. Aku ingin menata hidupku dulu." kata Claire sadar akan dirinya.


"Claire sore ini ada penerbangan ke New York. Kau bisa berangkat. Lalu dari sana kau baru ke Dakota. Bagaimana?" tanya Lucca.


"Boleh juga. Kalau begitu aku bersiap-siap. Aku bilang dulu pada managerku kalau aku berhenti bekerja." kata Claire bersemangat.


"Sekalian kau buat surat pengunduran dirimu dari sekolah. Nanti biar aku yang sampaikan?* kata Lucca lagi.


"Ok tunggu aku ya. Aku akan segera kembali." Claire bangkit untuk kembali ke restauran. Dia akan mengambil barangnya dan berpamitan. Beberapa menit kemudian Claire kembali.

__ADS_1


"Claire aku sudah memberi tau ayahku. Dia akan menyuruh Mark menjemputmu di bandara. Ini foto Mark agar kau tidak salah orang. Lalu ini nomer Mark, kau bisa hubungi dia ketika kau berangkat " Claire pun mencatat nomer Mark.


__ADS_2