PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 99 - Pesta


__ADS_3

Simon sudah menebak sejak awal jika perjalan bisnisnya ini mungkin memiliki arti lain karena Kim Yong menginginkan dia datang secara langsung. Walaupun Simon merasa sedikit kasihan dengan ceritanya namun menyinggung Fraksi Dewa sama halnya dengan menambah banyak musuh.


Walaupun yang dia bunuh hanya satu orang saja Keluarga Nan tidak akan terima. Pada akhirnya dia harus berhadapan dengan Dewa dari Fraksi ini dan membuatnya hidup dalam bahaya.


(Ding... Master tidak perlu khawatir karena sejak awal ketika Master membunuh Dewa Penyihir Hitam dan menghancurkan Sekte Pelindung Kunlun maka Master sudah menjadi incaran mereka. Sudah ada banyak mata-mata ditempat ini dan cepat atau lambat mereka akan datang kepada Master.)


"Mereka adalah Dewa yang sudah mendominasi ratusan tahun. Kenapa mereka tidak keluar dan mengepungku secara langsung ?" Tanya Simon kepada Lux.


(Karena mereka belum yakin dengan kekuatan Master bisa dinilai sebagai ancaman atau tidak dimasa depan. Master bisa bertindak liar karena kekuatan Master sudah melampaui mereka semua.)


Simon tersenyum dan berkata, "Kita buat ini menjadi mudah... 30 persen saham milikmu dan aku tidak ikut campur soal pengelolaannya. Sebagai ganti 10 persen aku menginginkan Hotel ini dan semua karyawan termasuk asetnya, permintaanmu juga memiliki resiko yang besar dan hanya itu yang aku inginkan !"


"Setuju... selama Tuan Simon berhasil membalaskan dendam ini aku bersumpah setia kepada Anda." Kim Yong merasa sangat puas dan mengatakan rencananya.


Simon mendengarkan semuanya baik-baik dan sedikit terkejut, Kim Yong tidak hanya mengundang dirinya dan ada beberapa praktisi Beladiri dari berbagai Negara yang nantinya akan hadir saat pesta. Namun Simon lebih kearah tidak peduli sama sekali, apa yang dia tahu hanya satu hal yaitu tugasnya selesai dan dia mendapatkan apa yang diinginkan sesuai dengan perjanjian.

__ADS_1


Simon dan Ridas berjalan keluar, "Kirim orang untuk menyelidiki Keluarga Nan, aku ingin tahu semua informasi tentang mereka dan berapa banyak Praktisi yang mereka punya !"


"Baik Bos." Ridas pergi untuk mencari informasi dalam waktu yang singkat.


Sore harinya Simon kembali ke kamar dan melihat Zella yang sudah siap, gaun yang dia gunakan sangat indah berwarna ungu sedikit kehitaman dan terlihat mengkilap. Simon benar-benar terpesona dengan penampilannya yang cantik dan sedikit tidak tahan untuk memeluknya.


"Sangat cantik... aku menyukainya." Simon memeluk Zella dengan erat.


"Tentu saja... aku tidak bisa mempermalukanmu dengan penampilan yang buruk." Zella akan berusaha mungkin untuk terlihat cantik didepan Simon.


"Kita lakukan nanti malam saja... jangan merusaknya lebih awal. Lebih baik kau segera mandi dan bersiap-siap." Zella membantu Simon melepaskan pakaiannya dan menyuruhnya pergi.


Simon tidak mempermasalahkannya dan tidak sabar untuk itu, setelah selesai mandi mereka pergi menuju Kapal Pesiar dan berlayar ditengah laut. Simon merasakan tidak sedikit praktisi Beladiri namun semuanya hanya di peringkat seorang Grandmaster.


Kim Yong menyambut kedatangan Simon dan membawanya untuk bergabung dengan yang lainya. Seorang Pria tua mengusap janggutnya yang panjang dan memandang kearah Simon.

__ADS_1


"Tuan Kim Yong terlalu sopan... apakah Anak muda ini pantas duduk ditempat orang tua seperti kita ?" Kata Pria Tua itu sambil memandang kearah Simon.


"Maafkan saya... Beliau adalah Kaisar Naga dan pemimpin dunia bawah Cina Tuan Simon dan Nona Zella." Kim Yong memperkenalkan Simon dan Zella.


Pria yang memakai Pedang dipunggungnya menghela nafas, "Dunia bawah... Apa hebatnya itu, mereka hanya melakukan banyak kejahatan seperti penyelundupan pasokan senjata. Bagi kita praktisi Beladiri yang bisa menghadapi senjata api dengan tenaga dalam itu hanya sebuah lelucon."


"Kau benar." Simon mengambil kue untuk Zella dan berkata, "Bagaimana jika kita coba kemampuan kalian, aku akan menjatuhkan sebuah Bom dan beranikah kalian menghadapinya secara langsung. Bukankah kalian mengatakan bahwa tenaga dalam sangat kuat atau kalian takut ?"


"Seorang Bocah tidak seharusnya bermain-main dengan kami para Orang Tua." Kata Pria tua itu dengan dingin.


"Bermain dengan Grandmaster seperti kalian itu tidak akan menyenangkan sama sekali. Bahkan tanpa bergerak aku bisa membunuh kalian semua disini." Simon tidak ingin terlihat lemah dan Zella tertawa karena Simon tidak mau mengalah sama sekali.


"Kalau begitu cobalah !"


"Sesuai keinginanmu." Simon menatap salah seorang dari mereka dan dari pupil matanya menyembur sebuah kilatan cahaya jiwa pedang yang cepat.

__ADS_1


Serangan Jiwa itu merusak langsung Jiwa Pria tua itu dan tubuhnya terjatuh kelantai, semua orang terlihat terkejut dan hanya beberapa orang yang memahami kemampuan ini. Tanpa bergerak seorang Grandmaster Seni Beladiri mati dan ini membuktikan bahwa didepan mereka saat ini adalah Dewa yang nyata.


__ADS_2