PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 68 - Reuni


__ADS_3

Pagi hari Simon bersama dengan Keluarganya pergi berbelanja. Membeli beberapa Pakaian dan sedikit menyenangkan mereka, Simon membeli pakaian dan jaket.


Simon terlalu malas untuk memakai sebuah Jas, dia tidak terlalu nyaman menggunakanya. Jadi Simon lebih memilih untuk menggunakan sesuatu yang lebih membuatnya nyaman, yang paling penting terlihat sopan.


Nancy sendiri sedikit mengeluh, tetapi dia tidak berkomentar tentang Simon. Tidak akan ada yang berani mengkritik seorang Komandan Militer dan lebih baik dia mengabaikanya.


Waktu sore hari Simon mengantarkan mereka semua pulang dan segera berangkat bersama dengan Nancy menuju Hotel Vuzu.


Tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai di Hotel Vuzu, Simon memarkirkan mobilnya dan meminta Nancy untuk masuk terlebih dahulu.


"Kau masuklah terlebih dahulu, aku akan segera menyusulmu. Oh...satu lagi... jangan katakan apapun tentang Pekerjaanku kepada mereka !" Simon tidak ingin mengekspos identitasnya.


"Ya... kalau begitu aku akan menunggumu didalam." Nancy tersenyum dan masuk kedalam.


Simon turun dari mobilnya dan berjalan kearah seseorang yang terlihat mengamatinya. Pria itu buru-buru menghampiri Simon dan memberi hormat.


"Tuan Naga... saya adalah bawahan dari Bos Tang, kalau boleh saya tahu kenapa Tuan datang lebih awal ?" Pria itu bertanya dengan sopan.


"Tidak apa-apa... jangan katakan apapun kepada Tang, biarkan dia datang sesuai jam yang dia tentukan. Aku disini ingin berjalan-jalan dan merasa bosan."


Simon sedikit salah paham dengan Pria ini, dia berpikir kalau Pria ini memiliki niat yang buruk kepadanya. Jadi Simon meminta Nancy untuk masuk terlebih dahulu dan membereskan Pria ini.


Tetapi dia tidak menyangka kalau Pria ini adalah Bawahan dari Tang, jadi Simon tidak perluh bertindak kepadanya.


Pria itu mengangguk dan pamit pergi, Simon berjalan masuk dan salah seorang Pria yang bernama Fatty dengan pakaian yang terlihat mahal menyapa dan merangkulnya.


"Hei... aku tidak menyangka kalau kau akan datang !" Fatty berteriak dengan keras, "Kalian semua coba lihat... Simon sudah datang !"


Semua orang menata kearah Simon dengan jijik, mereka semua tahu kalau Simon adalah seorang sampah.

__ADS_1


Simon sendiri tidak peduli dengan hal ini, dia sudah pernah mengalami perlakuan semacam ini sebelumnya. Mungkin dulu dia akan menundukan kepalanya, tetapi sekarang berbeda. Jika mereka ingin bermain, Simon tidak akan ragu untuk menemani mereka.


"Fatty apa yang sebenarnya kau lakukan... kemari dan duduk !" Teriak salah seorang Pria yang merupakan teman sekelas Simon.


"Hei... kenapa kau begitu sombong... bukankah kita harus menyambut Teman kita." Fatty tersenyum bahagia.


"Cih... tidak ada gunanya menyambut orang seperti dirinya." Huang berkata dengan jijik dan merangkul salah seorang Wanita bernama Lisa.


"Sudah-sudah... kita semua adalah Teman satu kelas. Lebih baik kita duduk dan merayakanya." Ketua Kelas berkata dengan sopan.


Nancy meminum anggurnya dan tetap tenang, dia hanya menganggap Fatty dan yang lainya seperti Anjing yang menggonggong. Mereka tidak tahu apa-apa tentang Simon dan berani merendahkanya, bukankah sama saja mereka mencari masalah.


Simon berjalan dengan santai dan duduk disofa, semua orang melihat Simon dengan kebencian dimata mereka. Simon terlalu sombong untuk seukuran Pria miskin.


"Huang... bukankah sekarang kau Manager ditempat ini, bagaimana caramu bisa mendapatkan hal ini ?" Fatty bertanya dengan penasaran.


"Cih... Aku sangat pintar dan berprestasi, jangan bandingkan aku dengan orang itu yang tidak jelas pekerjaanya." Huang menatap kearah Simon, "Hei... kenapa kau tidak datang dihari Pertunanganku dengan Lisa. Oh... aku melupakan sesuatu... bukankah kau sedikit memiliki hubungan denganya !"


Nancy tertawa didalam hatinya dan duduk disebelah Simon, "Hei... apakah waktu itu kau berselingkuh denganya. Bagaimana kau bisa membandingkan diriku dengan Wanita seperti itu, setidaknya kau harus mencari Wanita yang lebih baik dariku."


Lisa terlihat sangat marah setelah mendengar perkataan Nancy. Simon tersenyum dan berkata, "Hei... jangan merusak harga diriku... terkadang beberapa orang hanya cemburu dengan ketampananku. Jadi wajar jika Anjing menggonggong."


Simon menatap Huang dan berkata, "Selamat atas pertunanganmu... apakah kau menginginkan Amplop atau sebuah bingkisan ?"


"Cih... Orang miskin sepertimu memang akan memberi berapa, paling banyak juga kau akan memberi sepuluh ribu dan mungkin kau tidak akan berani menulis namamu diatasnya." Huang menghina Simon dengan puas.


Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Huang.


*Brak.*

__ADS_1


Salah seorang Pria menendang pintu ruangan itu dan berteriak, "Kalian semua keluar !"


Semua orang terkejut dan melihat Pria itu, Huang berdiri dan berkata, "Apa maksudmu... aku adalah Manager ditempat ini."


"Kau Managernya bukan... Apakah kau tahu kalau Ruangan ini sudah kami sewa sebelumnya. Bos kami akan marah jika tahu tentang hal ini." Pria itu berkata dengan dingin.


"Aku adalah Anak Buah dari Sild, katakan kepada Bosmu untuk pergi. Aku adalah Raja ditempat ini ?" Huang berkata dengan percaya diri.


*Krak.*


Sebuah pukulan tepat mengenai Wajah Huang dan darah keluar dari hidungnya, semua orang terlihat sangat panik dan mundur. Nancy memegang tangan Simon dan sedikit ketakutan.


"Tenang saja... selama ada aku tidak akan ada orang yang berani melukaimu." Simon mencoba menenangkanya.


"Panggil Bajingan Sild itu sekarang dan beritahu dia tentang hal ini." Pria itu menatap salah seorang Anak Buahnya dan memberikan perintahnya.


"Kau... berani melakukan hal ini !" Huang terlihat sangat marah.


Pria itu mengeluarkan Pistol dan berkata, "Ketika Bosmu itu datang kemari... aku akan membunuhmu tepat dihadapanya dan pastikan kalau dirimu masih bisa mempertahankan sikap sombongmu. Manager Kecil sepertimu berani mengatakan dirinya seorang Raja, kau terlalu banyak berkhayal !"


Semua orang menjadi panik dan Fatty dengan gematar maju, "Tuan... bisakah kalian melepaskanku. Aku adalah..."


"Tutup mulutmu... aku tidak peduli siapa dirimu, lebih baik kau diam dan lihat bagaimana Rajamu ini mati ditanganku." Pria itu berteriak dengan marah.


Fatty gemetar ketakutan dan berpikir mereka sudah menyinggung seseorang yang sangat berbahaya. Jika dia tahu hal ini akan terjadi, Fatty tidak akan menerima ajakan Huang untuk merayakanya di Hotel Vuzu.


Semua orang mengutuk Huang didalam hatinya, jika mereka keluar dengan patuh dan Huang tidak menyombongkan dirinya. Mereka semua tidak akan berada dalam kondisi seperti ini.


Nancy masih memegang tangan Simon dengan erat. Simon sendiri terlihat tidak peduli dengan mereka semua, selama Pria itu tidak menargetkan Nancy atau dirinya.

__ADS_1


Simon tidak akan mengambil tindakan yang tidak perluh. Mungkin ini yang disebut sebagai karma, mereka terlalu sombong dan sekarang mereka berhadapan dengan seseorang yang berpengaruh. Semua orang hanya bisa menangis dan memohon pengampunan kepada Pria itu.


__ADS_2