
Ling Zhu menghampiri Simon dan memberi penghormatan, "Terimakasih karena Senior ini mau membantu Ling Zhu !"
"Hanya kebetulan saja... kau bisa memanggilku Simon. Jika bukan karena mereka yang mencari masalah denganku dulu maka mereka tidak akan berakhir seperti itu, sebelumnya aku melihat sekumpulan Gadis yang dikejar Raksasa Batu... apakah kau Saudari yang mereka maksud ?" Simon sedikit menebak.
"Benar sekali... tempat ini adalah Makam Leluhur kami, tapi entah mengapa Klan Penyihir bisa menemukannya dan situasinya berakhir seperti ini. Hm... ngomong-ngomong dari mana Senior ini berasal ?" Tanya Ling Zhu dengan penasaran.
"Tempat yang disebut dengan Bumi." Simon berkata dengan jujur dan ingin tahu reaksi macam apa yang akan ditunjukan oleh Ling Zhu.
Mendengar asal usul Simon membuat Ling Zhu sangat terkejut, "Bumi... itu adalah tempat yang dianggap kotor dan sangat dibenci, bahkan orang-orang yang datang dari Bumi akan diambil untuk dijadikan Budak. Walaupun bakat mereka sangat tinggi tapi mereka dianggap seperti Binatang oleh sang Kaisar Dewa."
"Lalu... apakah menurutmu aku ini kotor dan seekor Binatang ?" Simon bertanya dengan penuh niat membunuh.
Ling Zhu sedikit gugup, "Tidak berani... Senior sudah menyelamatkan nyawa Ling Zhu dan tidak ada keburukan, tapi tetap saja demi keamanan Senior lebih baik tidak mengatakan asal usul tentang Bumi. Jika tidak dengan tingkatan kekuatan Senior maka akan menarik perhatian banyak Ahli."
Simon menghentikan niat membunuhnya dan menghela nafas, setidaknya Ling Zhu cukup baik dalam menilai seseorang dan mau memperingatkan dirinya. Mungkin dia harus menerima sarannya dan menyembunyikan identitas aslinya.
__ADS_1
"Kaisar Dewa Qing Tian tidak lebih dari seorang pengecut, dia menyebut tempatku kotor tapi pada dasarnya dia mencuri Aura Bumi dan menyerapnya sendiri demi meningkatkan kekuatannya. Karena banyaknya orang berbakat dia ketakutan dengan potensi itu dan mengirim orang untuk membuat keributan besar." Simon mengutuk dengan keras perbuatan Kaisar Dewa Qing Tian didalam hatinya.
Tujuannya sekarang sudah berubah dan bukan hanya mengembalikan Aura Langit di Bumi, tapi menghabisi Kaisar Dewa Qing Tian dengan tangannya sendiri. Sudah banyak orang berbakat yang mati karenanya, Simon tidak akan membiarkannya melakukan apapun yang dia inginkan karena dampaknya juga berimbas kepadanya.
"Lebih baik kau segera pergi memulihkan kondisimu. Karena ini Makam Leluhurmu maka tidak ada artinya aku mendapatkan Inti Raja Dewa, tapi kau tidak keberatan bukan jika aku mengambil sedikit keuntungan." Simon mengusap kedua tangannya.
"Tidak ada komentar." Ling Zhu tidak memiliki hak untuk berbicara.
Setidaknya Simon tidak mengambil Inti Raja Dewa dan itu sudah cukup bagus, kemungkinan besar kekuatan Simon melebihi apa yang dia bayangkan dan merupakan yang teratas di Wilayah kecil seperti Tanah Liar ini.
Mereka berjalan dengan santai dan tiba disebuah Gua, terdapat peti mati Giok dan sebuah prasasti yang merupakan tulisan kuno. Ling Zhu memberikan penghormatan dan membakar dupa disana, dia mengambil Inti Raja Dewa dan menyimpannya terlebih dahulu.
Ling Zhu melihat Simon dan berkata, "Itu merupakan Prasasti yang menulis Teknik Pesona yang lengkap."
Ketika Simon mendengarkan Teknik Pesona apa yang terlintas didalam pikirannya adalah Istrinya Wen Liu. Diantara yang lainya Wen Liu sangat ahli dalam merayunya, entah mengapa Simon merindukan rumah sekarang.
__ADS_1
"Senior !"
"Ugh... tidak apa." Simon sedikit terkejut dan menyalin Seni Beladiri Pesona ini dengan bantuan Lux.
"Jika Senior tidak memiliki tempat untuk dituju bersediakah Senior singgah di Desa Seribu Gadis kami ?" Ling Zhu menawarkan keramahannya dan berniat menjalin hubungan baik dengan Simon.
"Baiklah kalau begitu." Simon mengangguk dan menyetujuinya.
Mereka berjalan keluar sambil mengobrol dan Simon sepenuhnya siap menerobos lapisan keempat. Dia membutuhkan tempat yang nyaman untuk berlatih, semakin cepat dia meningkatkan kekuatannya maka akan semakin cepat pula misinya selesai.
Setelah dia menerobos lapisan keempat Simon berinisiatif untuk membangun kekuatan, dia perlu rencana yang bagus dan Tanah Liar ini sepertinya juga tidak buruk. Kerajaan Lei saat ini kosong dan mengambil alihnya juga bukan hal yang buruk.
Pertama dia akan menggunakan Desa Seribu Gadis untuk memprovokasi kekuatan lainya dan membuatnya bersumpah setia kepadanya, setelah dia menyatukan semua kekuatan di Tanah Liar maka dia akan bergerak ke Kerajaan Lei dan menjadi penguasa sejati.
Satu tinju tidak akan bisa melawan jutaan Pasukan dan Simon harus merubah pola pikirnya, jika dia tidak bisa mengendalikannya maka dia hanya perlu meyakinkan mereka dengan kekuatannya karena itulah Hukum Dunia.
__ADS_1