PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 76 - Sedikit Kebaikan


__ADS_3

Setelah membuat semua pengaturan Simon meminta Anak Buah barunya untuk membuang Mayat Jun Tu.


Melihat kearah Buso dan berjalan kearahnya, Simon berhenti dan berkata, "Namamu Buso bukan... aku ingin berbicara tentang masalah ini denganmu. Apakah kau tidak keberatan dengan hal ini ?"


"Apa yang ingin kau bicarakan... aku sudah kalah, kami akan segera pindah dari tempat ini !" Buso berkata dengan sungguh-sungguh.


"Kau tidak perluh pindah... sejak awal pertarungan ini sudah diatur. Aku hanya ingin melakukan Pertambangan dan tidak akan merusak atau mengganggu Desamu, bagaimana apa kau tidak keberatan !" Simon tidak ingin terlalu membuly mereka.


Lagipula jarak antar Desa dan Pertambangan cukup jauh, Buso hanya digunakan sebagai Kambing Hitam atas rencana pembunahan Jun Tu. Jadi Simon tidak akan meratakan Desanya dan memilih berhubungan baik dengan mereka semua.


"Kalau begitu aku hanya bisa berterimakasih kepadamu. Anda akan selalu menjadi Tamu Terhormat di Desa kami, aku Buso bersumpah untuk itu." Buso sangat berterimakasih kepada kebaikan Simon.


"Tidak perluh sungkan." Simon membantunya berdiri, "Namaku adalah Simon."


"Kalau begitu... apakah kau bersedia mampir dan kami akan menyambutmu !" Buso menawarkan keramahanya.


"Baik... tetapi aku sedang menunggu Kekasihku, apakah tidak masalah jika aku membawanya." Simon meminta ijin untuk membawa Zhen Qiu.


"Tidak masalah... kita akan menunggunya." Buso menatap kearah Warga dan berkata, "Kalian semua dengarkan aku baik-baik, Tuan Simon adalah Tamu Terhomat di Desa kita. Jadi perlakukan dia dengan baik !"


Semua orang terlihat sangat bahagia dan bersyukur karena mereka tidak harus meninggalkan Desa mereka, tempat itu adalah warisan leluhur mereka dan Orang Tua mereka. Jadi mereka sangat enggan unyuk berpisah dari tempat ini.


Setelah beberapa waktu Gilan datang membawa Zhen Qiu bersamanya.

__ADS_1


"Kenapa kau menyuruh Gilan membawaku kemari ?" Zhen Qiu terlihat bingung dan tidak mengerti apa-apa.


"Warga tempat ini ingin menunjukan keramahanya kepada kita. Bukankah lebih baik kita berlibur ditempat ini, lagi pula tempat ini cukup bagus." Simon berkata dengan santai.


"Baik." Zhen Qiu menyetujui permintaan Simon.


"Tikus sudah mati... kau aturlah mereka dan pastikan menyusulku setelah ini !" Simon memberitahu Gilan kondisinya saat ini.


"Bos tidak perluh khawatir dan serahkan sisanya padaku." Gilan berkata dengan percaya diri.


Segera dia memberikan pengaturan kepada mereka semua dan bekerjasama dengan Roby, Simon memesan sesuatu untuk mereka bawa dan nanti Gilan akan mengantarkanya.


Simon merangkul Zhen Qiu dan membawanya berjalan-jalan ke Desa. Buso sudah menyiapkan jamuan makan untuk Simon dan memakan makanan daerah.


Zhen Qiu dibawa oleh beberapa Wanita dan mendadaninya dengan Pakaian Adat. Setelah beberapa waktu Zhen Qiu datang dan menunjukanya kepada Simon, mereka terlihat sangat senang dan memutuskan pergi berjalan-jalan.


"Aku akan menemanimu pergi kemanapun yang kau mau Tuan Putri." Simon tersenyum dengan ramah dan tanganya menggosok leher ramping Zhen Qiu.


Setelah beverapa waktu mereka sampai dan melihat Danau yang indah didepan mereka. Simon merangkul Zhen Qiu dan membuatnya tetap nyaman disampingnya.


Mengeluarkan Kotak dari Cincin Penyimpanan dan mengeluarkan Kalung Giok berwarna merah, Simon membelinya lewat Sistem dan harganya sangat mahal.


Simon merapikan rambut Zhen Qiu dan mengalungkan Kalung Giok Merah dilehernya. Kalung Giok ini memiliki efek terhindar dari segala jenis racun dan Simon secara pribadi bisa mendeteksinya.

__ADS_1


"Mungkin ini adalah pemberian kecil dariku, aku harap kau menyukainya ?" Simon berkata dengan tulus.


"Terimakasih... aku akan menjaga dan merawatnya dengan baik." Wajah Zhen Qiu memerah dan senyum yang indah menghiasi wajahnya.


Jantung Simon berdegup kencang seolah baru melihat sesuatu yang berharga, tanganya bergerak dan memegang pinggang Zhen Qiu. Simon menciumnya dengan hangat dan Zhen Qiu tidak keberatan sama sekali.


"Apakah ini mimpi... jika iya aku ingin segera bangun !" Simon berkata dengan pelan.


"Ini bukan mimpi dan kau tidak perluh melakukan apapun. Aku akan selalu bersamamu dan mendukung semua keputusanmu." Zhen Qiu berkata dengan tulus.


Simon melihat sekitarnya dan membawa Zhen Qiu didekat pohon, "Gadis Kecil... aku sudah memberimu sesuatu... apakah kau tidak ingin memberikan sesuatu kepadaku ?"


"Apa yang kau inginkan ?" Zhen Qiu bertanya keinginan Simon.


"Aku menginginkanmu." Simon berkata dengan mesra dan mencium leher dari Zhen Qiu.


"Aku sudah menjadi milikmu... kau tidak perluh memintanya. Tapi... jangan lakukan disini, bagaimana jika seseorang melihat kita ?" Zhen Qiu terlihat panik dan takut kalau seseorang akan melihat.


"Hehehe... tidak akan... aku belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. Sepertinya ini akan mendebarkan !" Simon perlahan melepas bajunya dan memeluk Zhen Qiu dengan erat.


"Aku serius... tolong..." Sebelum Zhen Qiu selesai berbicara Simon langsung menyerangnya dan membuatnya tidur ditanah.


Simon menciumnya dengan paksa dan mengambil semua pakaian yang ada ditubuh Zhen Qiu, Simon sama sekali tidak pernah bosan dengan kecantikan Zhen Qiu dan semakin bergairah.

__ADS_1


Tanganya mulai bergerak kebagian sensitif Zhen Qiu dan tidak membiarkanya lepas dengan mudah. Zhen Qiu akhirnya pasrah dan mengikuti irama dari Simon sambil menahan suaranya.


Simon cukup senang dengan hal ini, tidak lama kemudian Simon dan Zhen Qiu bermain dalam waktu yang cukup lama.


__ADS_2