PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 101 - Pertarungan Antara Dewa


__ADS_3

Melihat Simon membunuh Nan Dingwu membuat Nan Du lepas kendali, ledakan elemen petir terlihat jelas diantara kedua tangannya dan membentuk dua ekor Ular Petir yang menakutkan. Ular Petir itu melesat kearah Simon dan dia menggunakan Seni Beladirinya, tubuhnya diselimuti oleh Qi Emas yang membentuk sebuah Lonceng.


Pertahanan absolut yang Simon buat tidak bisa ditembus, pukulan Simon membuat gelombang besar dan membentuk Naga Emas yang bersiap melahap Nan Du.


"Disini bukan hanya kau saja yang memiliki senjata spiritual dan warisan seni beladiri." Nan Du mengeluarkan Gelang Manik dan simbol besar menahan Naga Emas dan meledakkannya.


Namun tetap saja dengan perbandingan satu lapisan membuat Simon jauh lebih diunggulkan, bahkan menahan satu serangannya saja membuat Nan Du mengeluarkan senjata spiritual dan pertarungan ini tidak akan berakhir dengan mudah.


"Datanglah Petir." Nan Du melemparkan Maniknya keatas dan Gelang Manik itu menarik lebih banyak petir, "Guntur Pemusnah !"


Petir yang ganas menyembur langsung kearah Simon dan ledakan yang besar menyapu kesegala arah. Semua orang yang melihat pertarungan ini dari atas kapal dan pinggir daratan sangat kagum dengan kekuatan para Dewa, kekuatan sihir yang mereka gunakan terlalu mengerikan dan ini sudah merupakan puncak evolusi dari seorang Manusia.


Nan Du menghela nafas dan terlihat puas dengan hasilnya, dia sudah menarik banyak Petir dan mengkonsumsi energi spiritualnya dalam jumlah yang besar hanya untuk membunuh Simon.


"Itulah akhir bagi mereka yang berani menantangku." Nan Du tertawa dengan keras.

__ADS_1


*Groar.*


Raungan yang besar terdengar keras dan sosok Naga Emas keluar dari dalam air, Simon duduk dengan santai diatas kepala Naga Emas yang dia ciptakan dengan Qi Naga Kerajaan dan memandang rendah kearah Nan Du.


"Kau memiliki beberapa trik yang hebat tapi dihadapanku kau itu masih lemah. Hari ini aku akan membunuhmu karena berani menantangku." Simon mengerakkan tangannya dan Naga Emas menyemburkan energi spiritual yang sangat kuat.


"Tidak... Ampuni aku..."


Nan Du terlihat panik dan energi spiritual itu membunuhnya sampai tidak menyisakan apapun dari mayatnya. Simon mengambil Gelang Manik dan memeriksanya.


(Master membunuh seseorang Awakening lapisan kedelapan dan meningkatkan banyak reputasi, Master akan menerima sepuluh juta poin keberuntungan. Manik ditangan Master masih menyimpan banyak kekuatan guntur, apakah Master ingin menyerap elemen itu dan menyatukannya kedalam Tubuh Kaisar Abadi ?)


(Poin keberuntungan dikurangi dan sedang dalam proses penyerapan.)


Simon merasakan energi kekuatan elemen petir menyatu dengan tubuhnya, berkat Nan Du yang menarik banyak kekuatan petir membuatnya dapat memurnikannya dalam jumlah yang besar. Simon menjadi lebih kuat dengan kemampuan ini dan terlebih mendapatkan senjata spiritual yang baru yaitu gelang manik guntur.

__ADS_1


Simon terbang kembali kedalam Kapal dan berdiri didepan Zella, "Apakah aku membuatmu takut ?"


"Lebih kearah terkejut... ini terlihat tidak nyata sama sekali dan seperti manusia super. Apakah Seni Beladiri sangat menakjubkan seperti ini ?" Tanya Zella dengan penuh kekaguman.


"Dimasa depan kau nanti juga akan bisa melakukannya selama tekun berlatih." Simon menggandeng tangan Zella dan membawanya masuk kedalam, "Kim Yong... sisanya kalian sendiri yang urus, aku ingin mengambil semua aset yang mereka punya. Jika ada yang melawan maka bunuh tanpa ampun, mereka yang berada disini harus bekerjasama sebagai bayaran telah menyelamatkan nyawa kalian."


"Baik." Kim Yong dan yang lainya setuju dengan permintaan Simon.


Keuntungan yang Simon dapatkan kali ini sangat besar dan membuatnya memiliki pijakan yang kuat di Korea Selatan. Dia tidak tahu berapa banyak aset yang dimiliki Keluarga Nan dan pastinya itu tidak kecil sama sekali, pesta berakhir lebih awal dan Simon meminta Ridas untuk pergi bersama Kim Yong mengurus sisanya.


Zella berjalan-jalan disekitar Hotel bersama Simon dan menanyakan banyak hal tentang kemampuan Simon yang hebat. Simon tidak keberatan mengatakan semuanya dan setelah beberapa waktu mereka kembali ke kamarnya.


Zella menuangkan Wine untuk Simon dan memberikannya. Simon meminumnya dalam satu kali tegukan dan meletakan gelasnya diatas meja, dia meraih pinggang Zella dan berusaha menggodanya.


"Aku sangat senang karena kita mendapatkan banyak keuntungan disini. Malam ini kau harus membuatku lebih senang." Simon perlahan melepaskan Gaun Zella dan mencium lehernya.

__ADS_1


"Ya." Zella melakukan hal yang sebaliknya dan membantu Simon bersantai.


Mereka berdua pergi ketempat tidur dan menikmati malam yang menggairahkan, Simon sedikit menggunakan kemampuan tubuh Kaisar Abadi miliknya dan bercinta dengan sedikit liar. Zella merasakan beberapa perbedaan dan hari ini dia lebih jauh menikmatinya seolah dia tidak ingin melepaskan Simon sampai akhir, dia akan melakukan apapun yang Simon inginkan dan tidak akan ada penolakan.


__ADS_2