PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 105 - Tantangan


__ADS_3

Simon yang sedang bersantai bersama dengan Keluarganya mendapatkan berita yang tidak menyenangkan. Dewa dari peringkat kedua Ren Tao yang dikenal sebagai Iblis Berdarah dingin menantangnya bertarung di Pulau Kyusu.


Banyak Seniman Beladiri Grandmaster dan Pembukaan yang datang melihat pertarungan ini, bahkan Dewa yang berada diperingkat bawah juga ingin melihat pertarungan yang sangat fantastis yang akan terjadi.


Simon sudah tahu jika hal ini akan terjadi dan pada akhirnya sang pendiri Fraksi Dewa. Simon sendiri tidak tahu bagaimana kehebatan peringkat pertama namun setidaknya dia akan menunjukan ini sebagai peluang besar untuk menunjukan kemampuannya.


Kali ini Simon pergi bersama dengan Ye Huan dan dia akan menanggapi tantangan ini. Ye Huan sudah menjelaskan semua yang dia ketahui tentang kemampuan Ren Tao dan hal ini cukup mengejutkan bagi Simon.


Mereka berdua sudah sampai dipinggiran pulau dan banyak orang yang sedang melihatnya, Simon tidak seperti apa yang dibayangkan dan saat ini penampilannya sangat muda dengan pakaian formal biasa.


"Tunggu disini !" Simon terbang menuju Pulau dan melihat seorang Pria Tua berambut putih yang tidak lain adalah Ren Tao.


Ren Tao terbang keatas langit dan menatap Simon, "Muda dan berbakat seperti yang diharapkan, jika kau bergabung dengan fraksi Dewa dan menyerahkan semua Teknik Beladirimu maka aku akan mengampuni hidupmu !"

__ADS_1


"Tuan Muda ini akan berdiri diatas dan memandang rendah dunia. Kau tidak lain hanya semut dimataku, apanya yang fraksi Dewa kau tidak lebih dari sekedar pencuri." Simon memprovokasi Ren Tao.


Simon sebenarnya cukup terkejut karena Ren Tao adalah Awakening lapisan kesembilan sama seperti dirinya. Namun walaupun mereka seimbang dalam hal kekuatan namun kemenangan bukan hanya ditentukan soal siapa yang lebih kuat.


Lux sudah banyak membantunya dalam memahami kekuatannya sendiri dan melakukan simulasi pertarungan didalam ruang sistem. Lawan mungkin akan menggunakan trik kotor dan senjata spiritual namun Simon juga sudah menukar banyak hal.


"Terlalu sombong... Orang tua ini akan membunuhmu dan semua keluarga yang berhubungan denganmu." Ren Tao mengangkat tangannya dan gelombang Qi Spiritual menyembur menjadi Bola besar.


Kontrol energinya sangat mengesankan dan Simon juga tidak ingin kalah. Qi Emas membentuk sebuah lonceng dan Simon menahannya langsung dengan Seni Beladirinya, benturan antara mereka menciptakan gelombang kejut yang memukau semua orang hingga memaksa mereka mundur mencari jarak aman.


Pukulan Simon menciptakan gema yang melebihi kecepatan suara, Ren Tao terkena serangan telak Simon dan dipaksa mundur. Dadanya terasa cukup sakit dan Simon masih mengejarnya, pukulan mereka saling berbenturan dan menciptakan gelombang kejut yang mengacaukan pulau.


"Pukulan kegelapan." Ren Tao meninju kedepan dan energi hitam pekat menyembur kearah Simon.

__ADS_1


Mata Simon bercahaya dan dapat melihat sekumpulan Roh Jahat yang bersembunyi, dia mengayunkan tangannya dan membentuk puluhan Pedang Murni. Serangan mereka saling berbenturan dan Pedang Murni Simon berhasil menyapu bersih Roh Jahat yang bersembunyi didalam energi kegelapan.


"Kau sebut itu Seni Beladiri... akan aku tunjukan apa itu serangan yang sebenarnya." Simon memukul kedepan dan Qi Spiritualnya berubah menjadi Naga Emas yang diselimuti kilatan Petir.


Ren Tao mengeluarkan sebuah piringan hitam dan rantai hitam keluar dari bawah, Naga Emas milik Simon ditahan oleh Ren Tao dan ketika dia datang kemari Ren Tao sudah menyiapkan semuanya demi kemenangannya.


"Kau pikir aku datang kemari tanpa persiapan, aku sudah melihat gaya bertarungmu melawan Nan Du dan jika aku tidak bisa mengambil hidupmu maka aku tidak layak menempati peringkat kedua di daftar Dewa." Teriak Ren Tao dengan penuh percaya diri.


"Trik kecil seperti ini apakah kau pikir aku tidak menyadarinya sejak awal. Sepertinya kau terlalu meremehkanku bukan ?" Simon sudah tahu tentang hal ini karena kemampuan matanya yang dapat melihat segala jenis bentuk energi.


Ketika formasi besar ini aktif maka akan banyak mengkonsumsi energi spiritual, Simon sejak awal menunggu momen ini dan akan mengakhirinya dengan satu gerakan.


"Aku akan menunjukan kekuatan sejati dariku." Petir diatas langit menyambar dan Qi Emas Simon menyembur melewati awan.

__ADS_1


Empat ekor Naga Emas keluar dari balik awan dan pemandangannya sangat mengagumkan. Simon menggunakan semua energinya untuk lepas dari formasi ini dan keempat Naga itu membuka mulutnya.


Ren Tao gemetar ketakutan dan saat ini tidak ada tempat untuk lari, keempat Naga menyemburkan gelombang Qi Spiritual yang langsung meledakan pulau seperti Bom Hidrogen. Semua orang merasakan hembusan angin panas yang menakutkan dan berusaha melindungi diri mereka, Ren Tao sudah dipastikan mati tanpa meninggalkan mayatnya.


__ADS_2