
"Kenapa bisa begitu... kau tidak melakukanya secara Ilegal bukan !" Simon berkata dengan santai.
"Saya sudah membeli Tanah itu dan mendapatkan Sertifikatnya. Mereka hanya tidak ingin dipindahkan dari tempat itu dan membuat syarat untuk pertarungan satu lawan satu dengan kepala suku mereka. Jadi saya mohon untuk Tuan Simon untuk meminjam beberapa Bawahanya untuk mengatasi hal ini." Jun Tu berkata dengan sungguh.
Jun Tu sudah membayar semuanya, jika tidak segera mengambil sumber daya ditempat itu. Perusahaan Perhiasan miliknya akan mengalami kerugian dan stok bahan akan habis.
Simon berpikir sejenak dan memikirkan hal ini dengan baik. Sebenarnya dia cukup penasaran dengan Bisnis macam apa yang akan dilakukan oleh Jun Tu denganya.
"Tuan Simon bisa memiliki 70 persen dari keuntungan Pertambangan Berlian dan saya 30 persen. Itu adalah penawaran tertinggi saya dan Tuan Simon tidak perluh melakukan apapun dalam urusan produksinya." Jun Tu memberikan penawaranya.
Saat ini dia benar-benar putus asa, bukan hanya Pekerja yang dilukai oleh mereka. Jun Tu sempat mengundang beberapa petarung untuk berurusan dengan mereka, sebaliknya Petarung itu berakhir mati ditangan Kepala Suku mereka.
Satu-satunya jalan saat ini adalah meminta bantuan dari Simon. Mengingat kembali tentang kemampuan Komandan Naga, mungkin Simon akan mampu mengatasi masalah yang menimpanya.
Tang sendiri hanya bisa menelan ludah mendengar pertambangan Berlian. Jika Simon menyetujuinya mungkin keuntungan yang dia terima sangatlah besar, hal ini benar-benar membuat mereka sangat iri.
"Baiklah... aku akan membantumu... tetapi aku hanya menginginkan 50 persen keuntunganya dan mengirim beberapa orang untuk menjaga tempat itu. Aku akan datang secara pribadi dan memaksa untuk pindah tempat." Simon berkata dengan jujur.
"Terimakasih... saya tidak akan pernah mengecewakan Tuan Simon." Jun Tu berterimakasih dengan tulus.
Simon sendiri cukup tertarik dengan bertarung dengan lawan yang sesuai denganya. Lagi pula siapa yang akan menolak hal seperti ini, kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali. Jadi Simon lebih baik menyetujuinya dan menerima semua manfaatnya.
Setelah semuanya selesai mereka semua berakhir dengan minum-minum. Semua teman-teman sekalas Simon pergi, Huang berakhir dipecat sebagai Manager Hotel dan dimasa depan kehidupanya mungkin akan sulit.
Semua orang sangat senang mengetahui Kaisar Naga adalah orang yang cukup baik dan ramah. Tetapi Tang selalu mengingatkan mereka untuk tidak memprovokasinya, kalau tidak mereka akan berakhir seperti Joker.
__ADS_1
Insiden itu cukup dikenal diseluruh Dustrik Negara Beihan. 50 orang bersenjata api hanya dibantai dengan satu orang, lebih parahnya lagi tidak ada luka sedikitpun di tubuh Simon.
Simon memang sangat berbahaya, tetapi selama mereka bisa menjaga sopan santunya. Simon akan memperlakukan mereka dengan baik, jadi mereka tidak perluh khawatir.
"Kemarilah... ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu !" Simon memanggil Tang.
"Apakah ada sesuatu yang Bos butuhkan ?"
"Kau tahu daerah tempat tinggal Orang Tuaku bukan. Aku ingin kau membeli lokasi itu, untuk masalah harga katakan saja berapa yang dua minta." Simon memberikan perintahnya.
"Baik Bos... besok saya akan mengerjakanya." Tang berkata dengan sungguh-sungguh.
Simon mengangguk dengan puas, dengan begini dia tidak perluh khawatir tentang Orang Tuanya yang lebih memilih menetap disini.
Setelah acara ini selesai Simon diberikan sebuah ruangan dan beristirahat bersama dengan Nancy.
"Simpanlah... dia memberikanya padamu, kau sudah mengambilnya jadi itu milikmu." Simon berkata dengan santai.
"Tidak... bukankah lebih baik jika kau memberikanya kepada salah satu dari mereka." Nancy berkata dengan senyum yang terlihat canggung.
Nancy tahu kalau Simon memiliki beberapa Wanita disisinya, jadi lebih baik Simon memberikanya kepada mereka dan menyenangkan mereka. Lagi pula sekarang dia bukan siapa-siapa bagi Simon.
"Mereka... Siapa maksudmu ?" Simon bertanya dengan penasaran.
"Tentu saja Wanitamu." Nancy berkata dengan santai.
__ADS_1
"Hah... apa bedanya... bukankah kau juga Wanitaku." Simon menyesap rokoknya dan terlihat santai.
Nancy tertegun sejenak dan sangat bahagia mendengar pernyataan dari Simon. Air mata keluar dan membasahi pipinya.
"Aku tidak bisa... Hiks... aku sudah tidak bisa kembali lagi. Setelah apa yang aku lakukan padamu, aku tidak bisa !" Nancy menangis dengan bahagia dan sadar kalau dirinya bukan orang yang tepat untuk Simon.
"Lalu... untuk apa kau datang kemari bukankah lebih baik dirimu untuk melupakan semuanya dan menjauh." Simon berkata dengan dingin.
Nancy sama sekali tidak bisa menjawab perkataan Simon. Alasanya datang kemari hanya ingin melihat keadaan Simon setelah melakukan misi yang sangat berbahaya. Tetapi Nancy tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kepada Simon.
Simon berdiri dan menghapus air mata Nancy dan berkata, "Kau tidak perluh menyalahkan dirimu sendiri, aku tahu kau tidak bermaksud untuk menyakitiku."
"Tetap saja...." Sebelum Nancy menyelesaikan perkataanya Simon memotongnya.
"Tetap apa... didalam hidup pasti ada sesuatu yang tidak bisa digantikan. Kau dan aku masih termasuk seorang Bocah, didepan sebuah permen. Tidak mungkin bagi kita untuk menahan godaanya." Simon berkata dengan santai.
Nancy tersenyum dan sedikit tertawa, memang benar apa yang dikatakanya masuk akal. Dirinya sangat menginginkan pekerjaan besar sebagai seorang Artis dan sedikit tergoda dengan skandal yang dibuat oleh beberapa orang. Jadi pada saat itu Nancy menyetujui untuk berpura-pura menjadi pacar Cheng dan berakhir berpisah dengan Simon.
"Apakah kau tahu kenapa aku meresikokan diriku kedalam bahaya. Alasanya adalah Orang Tuaku dan dirimu, aku adalah orang yang miskin dan sikapku sangat buruk. Tetapi kau masih mau menemaniku dan mendukungku waktu itu, walaupun banyak orang yang menghinamu."
Simon melanjutkan, "Aku menyalahkan diriku sendiri, sebagai seorang laki-laki aku benar-benar orang yang buruk. Setidaknya aku ingin sekali membalas semua kebaikanmu, tetapi aku tidak berdaya waktu itu. Bahkan untuk meneraktirmu makan saja aku tidak mampu. Karena itu aku berjanji akan memperbaiki semuanya, sekalipun aku mati dalam prosesnya !"
"Aku tidak pernah meminta apapun, kenapa kau memaksakan dirimu sampai dititik yang berbahaya." Nancy berkata dengan cemas.
"Tidak masalah... asalkan kalian semua bahagia itu sudah cukup untuku. Sekarang aku sudah memiliki tiga Wanita disisiku, aku cukup beruntung karena mereka sangat akur dan berteman baik. Aku juga seorang Kaisar Dunia Bawah dan banyak bahaya yang akan datang disekitarku. Tetapi jika kau tidak keberatan dengan semua itu, aku tidak masalah jika kau ingin kembali padaku !" Simon berkata dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
Nancy membawa dirinya kedalam pelukan Simon dan berkata, "Kau tidak perluh mengatakan apapun. Aku mencintaimu dan tidak keberatan dengan semua itu, setidaknya kau harus menceritakan semuanya tentang mereka !"
"Tidak masalah." Simon memeluknya dengan erat.