PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 58 - Ijin


__ADS_3

Pagi hari Simon dan Zella berpamitan kepada Orang Tuanya dan segera pergi ke Bandara. Zella sangat senang dan penasaran dengan Negara Beihan, mungkin setelah sampai disana dia akan meminta Simon untuk berjalan-jalan.


Beberapa Tentara sudah menunggu kedatanganya dan menuntun mereka masuk ke Pesawat Pribadi yang sudah disiapkan untuk Simon. Pesawat ini sangat nyaman dan hanya ada mereka berdua didalam ruangan, segera mereka terbang dan kembali ke Negara Beihan.


Setelah beberapa waktu Simon sampai diBandara Negara Beihan. Dia melihat Nona Wen yang sudah menunggunya diluar.


Nona Wen memberi hormat dan berkata, "Selamat atas keberhasilan Komandan !"


"Ya." Simon tersenyum dan berkata, "Semuanya sudah bekerja keras. Keberhasilan ini milik semua orang."


Nona Wen mengangguk dan berfikir Simon terlalu merendah. Faktanya dia sendiri yang menghancurkan Big Father dan semua pasukan hanya menangkap sisa-sisa orang yang selamat.


"Pemimpin Zhen Tian meminta Anda untuk bertemu denganya setelah kembali. Saya akan mengantar Komandan." Nona Wen menyampaikan pesan dari Zhen Tian.


"Bisakah kau mengantarnya kerumahku, aku akan pergi sendiri kesana." Simon memberikan perintahnya.


"Ya." Nona Wen mengangguk dan berkata, "Nona... Silahkan ikuti saya !"


Zella sedikit bingung tetapi Simon menyuruhnya untuk kembali terlebih dahulu, "Aku akan memberikan laporan... Ini tidak akan memakan waktu yang lama, aku akan segera kembali !"


Zella mengangguk dengan patuh dan pergi mengikuti Nona Wen. Simon pergi menaiki Taksi dan menuju Rumah Zhen Tian, setelah beberapa waktu dia sampai dan berjalan masuk.


Zhen Qiu berlari kearahnya dan memeluknya dengan erat. Simon sedikit terkejut dan membalas pelukanya dengan hangat, Zhen Qiu menangis dipelukan Simon untuk waktu yang cukup lama.


"Kakek bilang padaku kalau kau mendapatkan luka, apakah kau sudah sembuh ?" Zhen Qiu bertanya dengan cemas.


"Peluru itu tidak akan bisa melukaiku, tenang saja itu bukan luka yang parah." Simon berkata dengan jujur.


Simon mengangkat wajah Zhen Qiu dan menciumnya dengan lembut, dia tahu kalau Zhen Qiu sangat mengkhawatirkanya dan Simon sangat senang denganya.


"Aku akan bertemu Kakekmu terlebih dahulu, setelah ini kita akan bicara sepuasnya !" Simon perlahan melepaskan pelukanya.


"Ya." Zhen Qiu mengangguk dan masuk kedalam bersama Simon.

__ADS_1


Didalam Zhen Tian duduk disofa dan sedang menonton TV. Ketika dia melihat Simon datang Zhen Tian berdiri dan mengajaknya ke tempat biasa mereka berdiskusi.


Simon duduk dengan santai dan Zhen Qiu juga ikut mendengarkan disampingnya, beberapa Pelayan membawakanya Teh dan Simon meminumnya.


"Bagaimana apa kau puas dengan hadiahmu ?" Zhen Tian bertanya tentang Pulau yang diberikan oleh Simon.


"Lumayan." Simon tersenyum dan berkata, "Aku ingin membuat pabrik disana, tidak tahu apakah Pemimpin menyetujuinya !"


"Memangnya Pabrik apa yang ingin kau buat sampai membutuhkan ijinku ?" Zhen Tian bertanya dengan penasaran.


"Senjata Api." Simon berkata dengan santai.


Zhen Tian terbatuk dan sangat terkejut mendengar Simon akan membuat Pabrik Senjata. Bocah ini benar-benar buruk untuk kesehatanya.


Simon menatap Zhen Tian dan berkata, "Tenang saja... itu hanya Pistol dengan model terbaru. Bukan sesuatu seperti Rudal atau Senjata Nuklir, aku akan menjualnya untuk setiap Negara yang menginginkanya."


"Hah... sialan... kau mengagetkanku. Jika kau ingin melakukan itu aku sama sekali tidak keberatan. Buatlah satu terlebih dahulu dan tunjukan hasilnya padaku." Zhen Tian merasa sedikit lega.


"Tentu." Simon tersenyum bahagia.


Setelah membahas masalah Pabrik Senjata yang akan dibuat Simon. Zhen Tian mengobrol dengan tentang pengalamanya waktu itu, Simon sendiri tidak menutupi apapun kecuali dia mendapatkan 20 Miliar dari Big Father.


Zhen Qiu mendengarkan pembicaraan mereka dan perasaanya ini berubah-ubah. Simon menjalankan sesuatu yang sangat berbahaya dan hampir kehilangan nyawanya, Zhen Qiu tidak tahu harus senang atau sedih menanggapi hal ini.


Tetapi dia cukup bersyukur Simon kembali dengan selamat. Saat ini Komandan Naga akan dikenal sebagai seorang Pahlawan, bukan hanya membebaskan sandera. Simon juga menghancurkan Big Father dan mengatasi perdangan Narkoba, prestasi ini sangat luar biasa dimata semua orang.


Zhen Qiu sama sekali tidak keberatan membawa Zella dan mencoba mengerti posisi Simon. Jika itu hal seperti itu menimpa dirinya, Zhen Qiu tidak akan ragu untuk melakukan hal yang sama dilakukan Zella.


Zhen Tian tidak berkomentar sama sekali, selama Zhen Qiu setuju itu bukan masalah baginya.


Pembicaraan mereka sudah selesai dan Zhen Qiu kembali mengantar Simon pulang, dia cukup tertarik dan ingin berkenalan dengan Zella.


"Hei... Apa kau tidak marah ?" Simon bertanya dengan gugup.

__ADS_1


"Sedikit... tetapi tidak masalah jika memiliki beberapa Saudari." Zhen Qiu berkata dengan jujur.


"Kalau begitu aku akan mencari beberapa Saudari lagi untukmu." Simon sedikit bercanda.


"Jika kau melakukanya aku akan mengebirimu saat kau tidur." Zhen Qiu sedikit kesal.


Simon tersenyum dan berkata, "Tidak akan berani... Kalian sudah cukup untuku."


Zhen Qiu sedikit memerah dan segera berangkat. Sesekali mereka berhenti untuk membeli makanan dan Bir untuk merayakan kembalinya Simon.


Simon sendiri tidak keberatan dengan mereka yang ingin berpesta. Zhen Qiu sangat bersemangat dan membeli banyak Daging dan Bir, dia berencana untuk mengadakan pesta BBQ dengan Simon.


Setelah beberapa waktu perjalanan Simon dan Zhen Qiu sampai dirumahnya. Simon membawa semua barang-baranya dan masuk kedalam.


Disana Simon melihat Zella yang mengobrol dengan Wen Liu dengan senang. Simon sedikit lega mengetahuinya.


"Sayangku... kau sudah kembali !" Wen Liu tersenyum kearah Simon.


"Kenapa kau terlihat tidak senang dengan kepulanganku." Simon sedikit menggoda Wen Liu.


"Tentu saja aku sangat senang dengan kepulanganmu, bukankah keuntunganmu tidak sedikit !" Wen Liu sedikit menebaknya.


Zhen Qiu berjalan kearah Zella dan berkenalan denganya. Zella sedikit merasa canggung, tetapi melihat reaksi Wen Liu dan Zhen Qiu yang ramah. Zella mulai terbiasa dan menikmati hal ini.


"Kita bicarakan nanti saja... Apakah kau sibuk malam ini ?" Simon bertanya kepada Wen Liu.


"Tidak terlalu sibuk." Wen Liu berkata dengan santai.


"Bagus... batalkan saja semua urusanmu." Simon tersenyum dan berkata, "Malam ini kita akan berpesta dan menuruti sedikit keinginan Gadis Kecil itu."


"Baiklah." Wen Liu mengalungkan tanganya ke leher Simon, "Suamiku baru kembali dari misinya dan sebagai Istri yang baik aku harus menemaninya !"


"Hahaha... Kalau begitu aku akan menghancurkanmu malam ini. Sebaiknya kau bersiap-siap." Simon tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Ugh." Wen Liu membuang mukanya dan berkata, "Ada mereka berdua... Apakah kau mampu untuk menanganinya ?"


"Aku sangat menantikanya." Simon tersenyum seperti Iblis.


__ADS_2