
Seharian penuh Simon hanya menikmati waktunya dan bersenang-senang, pagi harinya dia memakai kembali pakaiannya dan bersiap untuk berangkat lebih awal. Untuk sekarang dia tidak akan membawa mereka dan Liu Feng datang bersama dengan Ye Huan.
Liu Feng menceritakan sedikit pengalamannya yang memalukan saat dihajar habis-habisan oleh Lei Ting. Namun setelah mendengar banyak hal Simon sama sekali tidak merasa cemas sedikitpun, baginya mereka tidak lebih dari poin keberuntungan yang bisa dia ambil nantinya.
"Sekte Kaisar Naga membutuhkanmu jadi hanya aku dan Liu Feng saja yang akan berangkat." Kata Simon dengan tegas.
"Baik." Ye Huan setuju dan sekalipun dia ikut maka dia hanya akan jadi beban.
Simon dan Liu Feng berangkat untuk menemui mereka lebih awal dipegunungan Tiandang. Mereka terbang dengan kecepatan tinggi dan menurut Liu Feng sudah ada beberapa pihak yang sudah mengawasi sekarang.
Dalam waktu tiga jam mereka sudah sampai disana dan niat membunuh yang kuat tertuju kearah mereka. Lei Ting bersama dengan empat orang rekannya keluar dan menyapa mereka berdua, tidak jauh dari tempatnya sekumpulan Dewa berlutut dan tidak berani mengangkat kepala karena tekanan besar yang dikeluarkan lima orang itu.
"Mengecewakan... aku sengaja melepasmu dan hanya wajah putih kecil seperti ini yang kau bawa ?" Lei Ting melihat kearah mereka dengan ekspresi yang tidak senang.
"Kekeke... Pria muda ini aku menginginkannya." Kata seorang wanita yang melihat Simon dengan tatapan penuh nafsu.
__ADS_1
Simon maju dan berkata, "Sungguh sangat mengecewakan... Aku pikir seniman beladiri di Dunia Langit akan sangat kuat, tapi siapa yang menyangka jika mereka yang datang adalah sekumpulan orang yang menyedihkan. Bahkan ini belum waktunya sampai Gerbang Abadi terbuka dan kalian sudah menerobos seenaknya."
"Sebatas semut mengapa arogan sekali." Lei Ting mulai bergerak dan tinju besar yang tercipta dari Petir menerjang langsung kearah Simon.
Simon mengayunkan satu jarinya dan Qi Spiritualnya membentuk sebuah bilah yang bertabrakan langsung dengan Tinju Petir. Lei Ting dan yang lainya dipaksa mundur dan terkejut dengan basis budidaya milik Simon yang sangat tinggi.
Seorang Pria dibelakang Lei Ting maju dan menyemburkan nafas racun yang mengerikan, seluruh kehidupan yang terkena racun itu tiba-tiba mengering dan bagi Simon yang memiliki tubuh Kaisar Abadi hal ini sama sekali tidak berpengaruh untuknya.
Simon menangkap lengan Pria itu dan dengan kekuatan hebatnya dia merobek tubuhnya seperti selembar kertas. Darah bercucuran dari atas langit dan Simon melahap Inti Kehidupan Pria itu.
"Terima seranganku ini." Dua Pria mengeluarkan lentera dan Qi Spiritual yang kuat berubah menjadi dua ekor Burung Api yang ganas.
Burung Api itu terbang menuju kearah Simon dan gelombang panasnya membuat dada semua orang terasa sesak. Simon mengeluarkan Pedangnya dan mengayunkannya dengan kekuatan penuh, Pedang Murni yang disatukan dengan Aura kematian menyapu segala sesuatu yang ada didepannya.
Serangan Burung Api berhasil dihancurkan dan api menyebar kebawah, energi Pedang Murni mencabik-cabik kedua Pria itu dan Aura Kematian yang ganas menghancurkan Inti Kehidupan. Simon bergerak dengan sangat cepat dan sudah ada dibelakang wanita yang sebelumnya menginginkannya.
__ADS_1
"Kau lengah." Simon menebas lehernya dan membuat kepala wanita itu terlepas dari tubuhnya.
Dominasi yang Simon tunjukan membuat semua orang terkejut, dalam waktu sesingkat ini kekuatan Simon meningkat dengan pesat dan Lei Ting merasa sedikit cemas.
"Beraninya kau membunuh mereka." Petir meledak dari tubuhnya dan kekuatan Lei Ting meningkat dengan pesat.
Lei Ting memutar kedua tangannya dan menciptakan roda petir, Lei Ting melemparnya kearah Simon dan hal ini sedikit memaksanya untuk bertahan. Simon dipaksa untuk mundur dan Qi Naga Emas menahannya, keduanya saling bertabrakan dan Simon duduk dengan berani diatas kepala Naga Emas yang dia ciptakan.
"Ini belum berakhir." Lei Ting mengangkat sebuah Gunung dengan Qi Spiritualnya dan berniat menekan Simon sampai mati.
"Lalu kita akhiri dengan cepat." Naga Emas menyemburkan Petir dan menghancurkan Gunung yang akan menimpanya.
Ledakannya cukup besar dan Simon melesat menuju Lei Ting, kecepatan Pedangnya menebas tubuh Lei Ting menjadi dua bagian dan Inti Kehidupannya berhasil dia tahan.
"Sialan kau... ketika Ayahku datang kemari dan mengetahui kematianku maka dia akan menghancurkan semuanya. Jika kau peduli dengan nasib teman-temanmu maka lebih baik kau lepaskan aku dan akui kesalahanmu disana !" Teriak Lei Ting yang berusaha lari dari Simon.
__ADS_1
"Suruh saja dia datang kepadaku dan aku akan mengantarnya ke neraka untuk menyusulmu." Simon meminta Lux untuk melahap Inti Kehidupan Lei Ting.