
Keesokan harinya Simon bersiap-siap untuk menjemput Rey dan pergi ke Perusahaan miliknya. Sebelumnya dia sudah mendapat kontak dari Wen Liu dan memberitahunya kalau dia akan datang.
Simon masih tidak percaya kalau dia memiliki Perusahaanya sendiri sekarang. Keputusanya untuk bergabung dengan Militer adalah pilihan yang tepat, saat ini dia hanya perluh membentuk kekuatanya sendiri dan menguasai Dunia Bawah Negara Beihan.
Saat ini rencananya sudah mulai berjalan, hanya tinggal memberikan pukulan besar untuk mereka semua dan membuat mereka semua tunduk dibawah kakinya.
Keluarga Zhen memang luar biasa, tetapi hanya sebatas dipermukaan. Dunia Bawah terlalu kejam dan dipenuhi dengan pembunuhan, Keluarga Zhen sendiri tidak akan berani berurusan dengan orang-orang Dunia Bawah.
Tetapi Simon tidak akan takut dengan mereka, ini bukan pertama kalinya Simon berurusan dengan orang Dunia Bawah. Jadi dia tahu betul tentang kekuatan-kekuatan besar itu.
Simon keluar dari Villa dan segera berangkat menemui Rey dan segera menyelesaikan semua urusanya.
....
Didepan Rumah... Rey sudah menunggu Simon dengan pakaian yang rapi. Simon bermaksud memberinya Pekerjaan, jadi dia berfikir untuk tidak mengecewakan Simon.
Setelah beberapa waktu menunggu Simon berhenti didepan Rey dan berkata, "Masuklah !"
Simon membuka pintu mobilnya dan Rey masuk ke dalam, mereka berdua segera berangkat.
"Bagaimana keadaan Ibumu ?" Tanya Simon kepada Rey.
"Sudah lebih baik. Saat ini Kakaku yang menjaganya." Rey mengatakan yang sejujurnya.
Jika bukan pertolongan Simon yang membantu mengeluarkan Racun didalam tubuh Ibunya, mungkin nyawa Ibunya akan dalam bahaya.
"Baguslah... kalau kau punya waktu, bawalah dia ke Rumah Sakit untuk mengecek kondisi tubuhnya. Jika kau tidak memiliki uang, kau bisa mencariku." Simon tersenyum dan ikut senang.
"Hahaha... terimakasih." Rey cukup senang dengan perlakuan baik Simon kepadanya.
Setelah beberapa waktu mereka sampai diPerusahaan milik Simon, Perusahaan ini sangat besar dengan 12 lantai didalamnya.
Simon mencoba untuk tetap tenang untuk menjaga mukanya didepan Rey. Sebenarnya dia sangat terkejut melihat Gedung ini, Simon menunjukan Kartu Identitasnya kepada Penjaga.
__ADS_1
Penjaga itu segera memberi salam dan membuka gerbang, Simon memarkirkan mobilnya dan berjalan kedalam.
Rey mengikuti Simon dari belakang, beberapa orang memberi hormat kepada Simon. Seorang Wanita berjalan kearahnya dan berkata, "Tuan Simon ?"
"Benar."
Wanita itu tersenyum dan berkata, "Nona Liu memerintahkan saya untuk membawa Anda bertemu denganya ?"
Wanita itu menuntun Simon dan Rey kelantai paling atas dan memasuki sebuah ruangan. Simon terkejut melihat Zhen Qiu yang duduk mengobrol dengan seorang wanita.
Ketika Zhen Qiu dan Wen Lin melihat Simon masuk, Wen Lin berdiri dan memberi hormat.
"Salam Komandan Naga... Anda terlihat seperti apa yang diceritakan oleh Nona Qiu !" Wen Lin memberi salam kepada Simon.
"Tidak perluh terlalu sopan. Terimakasih sudah mau merawat tempat ini untuku." Simon berkata dengan tulus.
"Bekerja denganmu adalah kebahagian terbesar dalam hidupku Komandan Naga." Wen Lin mengedipkan matanya kearah Simon.
Nona Lin memberikan sebuah berkas untuk dan Simon membacanya dengan teliti. Simon sedikit terkejut dengan semua hal tentang penjualan Gula yang sempat terhenti dapat dipulihkan dan menjadi stabil ditangan Wen Lin.
Simon berjalan dan duduk dengan santai dikursi Bos miliknya. Nona Lin tersenyum dan menilai karakter Simon yang sangat menarik.
"Kalian berdua tunggulah diluar dan aku akan berbicara dengan Nona Lin." Simon menyuruh Rey dan Zhen Qiu keluar dan menunggu.
"Oke." Rey dengan patuh keluar membawa Zhen Qiu yang terlihat enggan dan memelototi Simon.
Simon sama sekali tidak peduli denganya dan tersenyum kearah Wen Liu, "Kau hebat... bahkan tanpa Intruksi dariku. Kau dapat memulihkan penjualan gula dengan sangat baik."
"Terimakasih untuk pujianya, aku hanya sedikit memikirkan tindakan apa yang akan kau lakukan dan melakukanya sebelum kau memerintahkanya." Wen Liu berbicara dengan santai.
"Aku suka dengan orang pintar sepertimu, pembicaraan ini tidak akan memakan waktu yang lama !" Simon senang dengan kinerja Nona Liu.
"Jika kau suka denganku... kau hanya perluh melamarku dan aku akan jadi Istrimu. Bagaimana menurutmu ?" Wen Liu tersenyum dengan manis.
__ADS_1
Pesona Wen Liu tidak kalah dari Zhen Qiu, jika laki-laki lain mendengar hal ini mungkin mereka akan melakukan apapun untuknya. Tetapi tidak berlaku untuk Simon, walaupun dia masih muda, tetapi mental miliknya sudah tertata. Hal seperti ini adalah makanan sehari-hari untuknya.
"Ya... mungkin aku akan datang ke rumahmu. Nona Liu harus bersiap-siap untuk itu." Simon tersenyum dengan santai.
Wen Liu tersenyum dan sedikit mendapatkan kejutan. Tempramen Simon memang bagus dan sesuai dengan perkataan Bibinya.
"Lupakan... Untuk saat ini aku memiliki proyek besar yang ingin aku lakukan." Simon mengeluarkan sebuah Dokumen dan memberikanya kepada Wen Liu, "Bacalah dan katakan apa pendapatmu tentang proyek ini !"
Wen Liu membaca Dokumen itu dengan teliti dan terkejut melihat Proyek yang akan dikembangkan oleh Simon. Sebelumnya Wen Liu sedikit menebak Simon ingin melakukan proyek dibidang farmasi. Tetapi setelah membaca Dokumen yang dia berikan, Nona Liu terkejut melihat lebih dari satu proyek.
"Ini... kau berencana untuk membuat semua ini. Apa kau sedang bercanda ?" Wen Liu sedikit tidak percaya.
"Apa aku terlihat bercanda denganmu ?" Simon tersenyum dan berkata dengan dingin.
Wen Liu menatap Simon dan berkata, "Berapa persen kemungkinan untuk berhasil ?"
"90 persen Proyek itu akan berhasil. Jika kau bisa mengatur tempat dan beberapa pekerja, maka keberhasilan Proyek itu akan menjadi 100 persen." Simon tersenyum dan berkata dengan serius.
Wen Liu saat ini masih terkejut, proyek yang akan dilakukan Simon sangatlah luar biasa. Farmasi, Online Shop, produksi bahan pangan dan terakhir yang membuat Wen Liu terkejut adalah rencana pengembangan Senjata Api.
Simon tersenyum dan berkata, "Seharusnya Zhen Qiu sudah memberitahumu tentang Krim perawatan wajah itu !"
"Yah... Benar. Aku yakin jika Krim itu dapat dijual dipasar, Krim itu akan laku dengan keras." Nona Liu mengatakan pendapat yang dikatan Zhen Qiu.
"Kau salah... Itu pendapatmu sendiri atau wanita itu yang memberitahumu ?" Simon menebaknya.
Wen Liu sedikit malu, Simon berhasil menebaknya dengan baik. Baru kali ini ada seseorang yang bisa bersaing denganya dalam hal bisnis.
"Kau adalah wanita cantik, seharusnya kosmetikmu itu bukan barang yang murahan." Dimon mengeluarkan sebuah kotak dan meberikanya kepada Wen Liu, "Coba ini dan katakan pendapatmu yang sebenarnya !"
"Oke." Wen Liu berdiri dan berjalan kekamar mandi dan mencoba Krim Obat.
Simon tersenyum dan tidak sabar melihat ekspresinya ketika mencoba Krim Obay yang Simon buat.
__ADS_1