
Wen Liu nendapatkan firasat buruk dan segera melepaskan pelukan Simon, "Sayangku... aku harus segera kembali ke Perusahaan dan melanjutkan pekerjaanku."
"Baiklah... jangan nemaksakan dirimu." Simon menasehati Wen Liu.
"Aku tahu batasanku... Jika kau ingin bermain Zhen Qiu bisa menemanimu !" Wen Liu keluar dan menutup pintunya.
Zhen Qiu wajahnya berubah merah dan Simon menggendongnya pergi ke kamarnya. Zhen Qiu sama sekali tidak memberikan perlawanan dan terlihat sangat malu.
Simon menempatkanya dikasur miliknya dan memeluknya sambil tidur. Zhen Qiu tidak tahu apa yang harus dia lakukan dalam posisi seperti ini. Simon mencium lehernya dari belakang dan menggigit telinga kecilnya dengan pelan.
"Ah... apa yang kau lakukan !" Zhen Qiu berteriak dengan panik.
"Bukankah kau sudah tahu, apa kau tidak menginginkanya ?" Simon sedikit menggoda Zhen Qiu.
"Aku tidak menginginkanya." Zhen Qiu berkata dengan tegas.
Simon tersenyum dan melepaskan pelukanya, dia berdiri dan merapikan pakaianya. Simon menghela nafas dan berjalan keluar.
"Hei... kau mau kemana ?" Zhen Qiu berteriak dengan marah.
Simon berhenti dan berkata, "Bukankah kau tidak menginginkanya... lebih baik aku keluar, jika aku berada disini takutnya..."
Simon berbalik dan berjalan keluar berniat meninggalkan Zhen Qiu dikamar. Sebenarnya dia hanya berakting dan sengaja menggoda Gadis ini.
Zhen Qiu menggertakan giginya dan berteriak, "Siapa yang bilang aku tidak mau... Kenapa kau tidak memahami perasaan Wanita !"
Simon perlahan mendekat dan berkata, "Jadi kau mau atau tidak ?"
"Ya... aku tidak keberatan." Zhen Qiu berkata dengan malu.
Simon membuka pakaianya dan Zhen Qiu sangat panik melihat Simon. Perlahan dia memeluk Zhen Qiu dan berkata dengan pelan, "Kau tidak perluh khawatir dan serahkan sisanya padaku."
__ADS_1
"Hm..." Zhen Qiu mengangguk dengan ringan.
Zhen Qiu mulai memejamkan matanya dan wajahnya yang merah terlihat sangat menggemaskan. Simon mengusap bibir merahnya dan menciumnya dengan lembut.
Tanganya meraba semua bagian tubuh Zhen Qiu dengan lembut dan perlahan mengambil satu persatu pakaianya. Zhen Qiu yang awalnya terlihat sangat kaku perlahan mulai merasa nyaman.
Simon perlahan mendorongnya ke kasur dan menindih tubuhnya. Zhen Qiu terlihat sangat malu dengan posisi seperti ini.
"Aku mencintaimu !" Simon berkata dengan pelan.
Zhen Qiu tertegun sejenak dan tersenyum bahagia, "Ya... Aku tahu."
Simon mulai mencium dan melakukan permainanya. Zhen Qiu mengerang dengan sakit, ini adalah kali pertama untuknya melakukan hal semacam ini.
Tetapi Zhen Qiu sangat bahagia saat ini dan tidak memperdulikan hal apapun selain Simon yang ada didepanya. Saat ini dia bersama dengan Simon dan dia sangat mencintainya, semua itu sudah cukup untuk alasan dari semua kebahagianya.
Hari sudah berganti malam dan Zhen Qiu masih bengun. Saat ini kepala kecilnya bersandar di bahu Simon dan tidur dipelukanya.
Pemandangan didepanya sangat menyegarkan dan Kamar itu langsung menghadap kearah Danau yang disinari Bulan.
"Malas... Aku sudah menelpon Papaku dan dia mengijinkanku untuk menginap disini." Zhen Qiu berkata dengan jujur.
"Bukankah kau sudah merencanakan semua ini !" Simon tersenyum penuh arti.
Zhen Qiu memalingkan wajahnya dan menghindari pertanyaan Simon. Sebelumnya dia dan Wen Liu sudah merencanakan hal ini.
"Hei... Gadis kecil... apa kau senang mempermainkanku !" Simon memeluknya sekali lagi dan mencium pipinya dengan paksa.
"Apa yang ingin kamu lakukan. Apakah masih belum puas setelah bermain selama itu ?" Zhen Qiu sedikit terkejut dengan hal ini.
"Hah... apakah Wen Liu tidak memberitahumu tentangku ?" Simon berkata dengan santai dan tanganya mulai meraba dengan nakal.
__ADS_1
"Memangnya dia harus menceritakan pengalamanya denganmu." Zhen Qiu berkata dengan kesal.
Sebelumnya Wen Liu menyombongkan dirinya didepan Zhen Qiu. Jika mengingatnya kembali itu membuat Zhen Qiu nenjadi kesal dan mengapa Simon tidak melakukanya dengan dirinya terlebih dahulu.
"Hahaha..." Simon tertawa dan memeluknya, "Maaf... aku sedikit kelewatan."
Simon mengerti mengapa Zhen Qiu bertindak seperti ini. Lebih baik untuk mengalah dan sedikit menyenangkanya.
Zhen Qiu tersenyum dan berkata, "Baguslah kalau mengerti... Kau harus membayar mahal untuk ini !"
"Hm... bukankah aku sudah membayarmu dengan diriku. Apakah itu belum cukup ?" Simon tersenyum penuh arti.
"Belum.... Setidaknya kau harus mengajaku jalan-jalan keluar dan aku akan memaafkanmu." Zhen Qiu berkata dengan kesal.
"Oke... Oke... tetapi sebelum itu kau harus memuaskanku terlebih dahulu." Simon tersenyum dan melakukanya sekali lagi.
Zhen Qiu tidak melawan dan terlihat senang dengan Simon.
Pagi hari Wen Liu kembali dan duduk disofa, hari ini benar-benar melelahkan. Krim Obat yang dipasarkan terjual dengan sangat mengerikan dan entah kenapa banyak sekali Perusahaan yang ingin bekerjasama dengan Grup Naga.
Jika hal ini diteruskan mungkin tidak akan lama untuk Simon menjadi Orang paling kaya. Wen Liu cukup senang dengan hal ini.
*Ding... Dong...*
Suara Bel berbunyi dan Wen Liu melihat lima orang berpakaian rapi berdiri dipagar. Orang itu adalah Mantan Anak Buah Joker yang bernama Ridas.
Wen Liu keluar dan berkata, "Apakah ada sesuatu yang Tuan-Tuan butuhkan !"
Ridas dan yang lainya terkejut melihat Wanita Cantik, tetapi mereka tidak berani bersikap kurang ajar. Mereka berpikir mungkin Wanita ini adalah kekasih dari Bos Naga dan mereka masih sayang dengan nyawanya.
"Salam Nona... Kami ingin bertemu dengan Bos !" Ridas mengatakanya dengan hormat.
__ADS_1
Wen Liu sedikit berfikir mungkin ini anggota Militer milik Simon, "Kalau begitu silahkan masuk dan tunggu sebentar, aku akan memanggilnya."
"Baik." Ridas dan yang lainya duduk dengan tenang, mengagumi desain dari Villa ini.