PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 30 - Ijin Pembantaian


__ADS_3

*Kring... Kring...*


Simon mendengar bunyi Ponselnya dan mengangkatnya. Orang yang menelponya kali ini adalah Zhen Tian.


"Halo... Simon... kau datanglah kemari, ada sesuatu yang harus kita diskusikan." Zhen Tian ingin meminta pendapat dari Simon.


"Baiklah... aku akan segera kesana." Simon segera Mandi dan bersiap-siap untuk menemui Zhen Tian.


Simon sendiri tidak tahu apa yang ingin Zhen Tian diskusikan denganya. Saat ini dia hanya bisa kesana dan menanyakanya secara langsung. Setelah selesai mengganti pakaianya dia segera keluar, menaiki Mobilnya dan berangkat ke rumah Zhen Tian.


Setelah beberapa saat Simon sampai di rumah Zhen Tian dan dia bergegas pergi ke halaman belakang. Zhen Tian dan Pemimpin Xie sedang duduk bersama dihalaman belakang.


"Salam Pemimpin Zhen !" Simon memberi hormat kepada Zhen Tian.


"Duduklah." Zhen Tian menyuruh Simon untuk duduk dan berbicara.


"Pemimpin... apa yang ingin Anda diskusikan denganku ?" Tanya Simon dengan penasaran.


"Kemarin aku mendapatkan sebuah telpon dari Pemimpin Organisasi Big Father. Mereka menyuruh kita untuk tidak ikut campur dengan bisnis mereka. Setelah itu kau bisa menebaknya sendiri." Zhen Tian berkata dengan serius.


"Mereka mengancam akan membunuh kita ?" Simon berkata dengan dingin.


"Benar." Zhen Tian membemarkan tebakan Simon.


"Berikan aku perintah !" Simon berdiri dan berkata dengan tegas.


"Perintah ?" Zhen Tian megerutkan keningnya dan berkata, "Apa yang ingin kau lakukan ?"


"Perintah untuk membantai mereka." Simon tersenyum seperti Iblis.

__ADS_1


Simon sudah menebak hal ini akan terjadi, Big Father memiliki sifat yang terlalu aragon. Bagi Simon pilihan terbaik yang dapat dilakukan dalam kondisi saat ini adalah datang dan memusnahkan mereka.


"Apa kau bodoh ?" Zhen Tian sangat terkejut dengan perkataan Simon yang ingin membantai mereka.


"Jika aku tidak memiliki keyakinan, aku tidak akan mengatakanya. Bukankah Anda sudah mengenal sifatku." Simon berkata dengan percaya diri.


"Baik... aku mengijinkanmu. Apapun yang kau butuhkan, kau bisa memintanya padaku !" Zhen Tian menyetujuinya.


Simon sudah memiliki tekad, jadi Zhen Tian tidak ingin mempermalukanya terlalu jauh dan hanya bisa mendukungnya.


"Aku sendiri sudah cukup dan pastikan untuk mengirim bantuan ketika aku memintanya. Aku juga membutuhkan lima Bom, apakah Anda bisa memberikanya ?"


"Baik... dalam tiga hari, semuanya akan diberikan kepadamu." Zhen Tian berkata dengan santai, "Baiklah... Pemimpin Xie... kau bisa pergi sekarang. Masalah ini akan diurus oleh Komandan Naga sendiri !"


"Baik." Pemimpin Xie berjalan pergi dengan patuh. Mungkin Zhen Tian dan Simon ingin membicarakan sesuatu.


"Hei... aku tahu suasana hatimu sedang tidak baik, tetapi kenapa kau terburu-buru mengambil resiko ini ?" Zhen Tian bertanya kepada Simon tentang tujuanya.


Simon sedikit kesal dengan Pemimpin Xie karena telah menceritakan masalah pribadinya kepada Zhen Tian.


"Kelihatanya Anda baru saja mendengar sebuah lelucon, Aku tidak memiliki niat lain. Karena mereka berani membunuh seseorang, maka mereka juga harus siap dibunuh oleh orang itu. Dari pada aku harus menunggu mereka datang, kebih baik aku secara pribadi mendatangi mereka terlebih dahulu." Simon mengatakanya dengan tegas.


Zhen Qiu yang mendengar Simon diincar merasa sangat khawatir, tetapi Simon tidak peduli.


"Tetapi kau membutuhkan kekuatan untuk itu?" Zhen Tian mencoba bermain kata dengan Simon.


"Dengan kekuatanku dan kepintaranku menyusun rencana. Semua itu sudah cukup untuk menghancurkan mereka." Simon tersenyum dan berkata dengan santai.


"Bagus... jangan kecewakan kami. Jika kau tidak bisa melakukanya, maka mundurlah. Tidak akan ada orang yang akan menyalahkan dirimu !"

__ADS_1


"Ya." Simon tidak terlalu memikirkanya, lagi pula semua ini sudah masuk ke dalam rencana besarnya.


Sejak awal dia ingin merebut Gelar Kaisar dan menggantung namanya diketinggian. Jadi dia sudah menyiapkan rencananya sendiri.


"Baiklah... kau bisa kembali. Aku akan mengatur semua yang kau butuhkan." Zhen Tian pergi kedalam rumah.


Zhen Qiu memeluk Simon dari belakang dan berkata dengan cemas, "Apa yang ingi kamu lakukan ?"


"Tidak ada... Aku hanya akan melakukan sedikit kewajibanku." Simon meraih tanganya dan membuat Zhen Qiu duduk dipangkuanya.


"Berapa lama ?" Zhen Qiu bertanya.


"Yah... mungkin satu bulan. Kau akan bertemu denganku ketika hari ketiga ketika masuk Universitas." Simon mengatakanya dengan santai.


Zhen Qiu tersenyum dan mendekatkan wajahnya kearah Simon. Dahi mereka bersentuhan. "Apakah ketika bertemu... kau sudah menjadi miliku ?"


"Kau sudah tahu kondisiku. Jadi aku akan mengatakanya dengan jelas, pikirkanlah dulu sebelum membuat keputusanmu !" Simon kembali menegaskanya.


"Baiklah... aku akan memikirkanya, hari ini kau harus menemaniku jalan-jalan. Bagaimana menurutmu ?" Zhen Qiu tersenyum dengan manis.


"Baiklah." Simon dan Zhen Qiu pergi dari tempat itu.


Zhen Qiu sebenarnya sudah mendengar kejadian yang menimpa Simon dari Pemimpin Xie dan berniat untuk menghiburnya. Mungkin dimata Simon, kekasih yang sebelumnya lebih berati untuknya. Tetapi Zhen Qiu tidak masalah dengan hal itu.


Dia akan menjadi orang pertama yang akan datang ketika Simon sedang terluka. Tidak masalah jika dia menjadi nomer dua, waktu akan membantunya untuk meluluhkan Simon.


Zhen Qiu benar-benar bingung dengan kekasih Simon yang sebelumnya dan berfikir dia adalah orang bodoh. Dia membuang sebuah sesuatu yang berharga, hanya untuk sebuah sampah.


Zhen Qiu sendiri adalah Artis yang sangat terkenal dan apa yang dia dapatkan adalah kesusahan dari wartawan. Hal itu benar-benar merepotkan untuknya, karena itulah dia berhenti menerima pekerjaan dan hanya membantu Simon dan Ibunya sebagai model Iklan mereka.

__ADS_1


__ADS_2