
Simon sampai di Villa miliknya dan penjaga memberitahunya kalau Orang Tuanya pergi dan mengunjungi Temanya, sedangkan Zella sedang berada di Universitas dan sebentar lagi mungkin akan kembali.
Wen Liu masih sibuk di Perusahaan, mungkin nanti dia akan mengajak Zella pergi ke Grup Naga dan mengunjungi Wen Liu.
Simon duduk dan membuat secangkir kopi untuk dirinya sendiri, duduk diruang Tamu dan menunggu dengan tenang.
Setelah beberapa waktu Simon mendengar suara mobil, mendengar Simon sudah kembali Zella sangat bersemangat dan buru-buru pulang.
Ketika Zella tersenyum melihat Simon dan berlari kearahnya, Simon membuka kedua tanganya dan Zella memeluknya dengan erat.
"Sepertinya kau sangat kesepian ?" Simon bertanya dengan santai.
"Tidak terlalu... Ibumu dan Ayahmu selalu menemaniku, sesekali Nancy datang dan mengajak jalan-jalan. Aku hanya sangat merindukanmu !" Zella berkata dengan jujur.
"Maaf-maaf... bagaimana jika setelah ini selesai kita akan berlibur dan hanya ada kita berdua, bagaimana menurutmu ?" Simon tidak ingin pilih kasih dan memberikan semuanya secara adil.
"Ya... aku akan sangat menantikanya." Zella berkata dengan jujur.
"Baiklah... karena kau sudah berjuang menahan rindu, sebagai Suami yang baik aku harus memberikanmu sedikit hadiah !" Simon tersenyum dan menggendong Zella kembali kekamarnya.
Zella terlihat sangat malu dan Simon melepas semua pakaianya, dia membawa Zella kekamar mandi dan bermain sebentar denganya.
Setelah beberapa waktu mereka keluar dan Simon meminta Zella untuk bersiap, dia akan mengajaknya pergi ke Grup Naga dan melihat Wen Liu.
__ADS_1
Mereka berdua sudah selesai bersiap-siap dan pergi, sebelumnya Simon sudah memberikan pesan kepada Orang Tuanya dan mengajak Zella pergi.
Setelah beberapa waktu perjalanan mereka berdua sampai di Perusahaan milik Simon, Zella cukup senang dan melihat Perusahaan milik Simon secara langsung.
"Apakah ini milikmu ?" Zella bertanya dengan kekaguman dimatanya.
"Ini milik kita... jadi jangan menanyakan sesuatu yang tidak perluh. Kau dan yang lainya adalah Bos ditempat ini, jadi ayo kita masuk !" Simon menggandeng tangan Zella dan masuk.
Zella tersenyum dan dengan patuh mengikutinya, Pria yang dia ikuti adalah seorang Pria yang hebat. Walaupun harus berbagi dengan yang lainya, tetapi Zella merasa sangat senang dan tidak terlalu kesepian.
Semua Pegawai melihat kedatangan Simon dan memberi salam dengan sopan, Simon merespon mereka dengan baik dan menuju Ruangan Wen Liu.
Mereka berdua masuk dan melihat Wen Liu yang sedang sibuk dengan Komputernya, melihat kearah Simon dan Wen Liu tersenyum cerah.
Zella mengangguk dengan semangat, "Aku sudah terbiasa berada disini... Nancy juga mengajaku berkeliling dan bermain disekitar sini."
"Ho... Baguslah kalau begitu. Aku sangat sibuk dan tidak bisa menemanimu, jadi aku minta maaf untuk itu ?" Wen Liu berkata dengan jujur.
"Tidak... tidak... Kakak tidak perluh mengkhawatirkan hal kecil, jika Kakak Liu membutuhkan bantuan katakan saja padaku. Aku bisa membantu Kakak dalam pekerjaanya !" Zella berkata dengan sungguh-sungguh.
"Baiklah... sebaiknya kau bersiap-siap, aku tidak akan memberikan kelonggaran walau itu Adiku sendiri jika menyangkut dalam Pekerjaan." Wen Liu sedikit menggoda Zella.
Zella mengangguk dengan yakin, jika dia bisa sedikit meringankan beban Wen Liu. Maka tidak masalah jika dia merasa sedikit kelelahan, selama dapat membantu Wen Liu.
__ADS_1
"Omong kosong... jika kau sangat lelah kenapa tidak berhenti saja. Biarkan aku yang Bekerja dan mau hanya perluh duduk melayaniku dirumah !" Simon berkata dengan santai.
Wen Liu tersenyum dan melengkungkan tanganya keleher Simon, "Sayangku... sebaiknya kau tidak melakukan hal itu, sebelum aku membuat pencapaian dalam Pekerjaanku. Aku tidak akan pernah berhenti Bekerja !"
Wen Liu memiliki impianya sendiri dan belum puas dengan dirinya yang sekarang, kebanyakan ide berasal dari Simon dan dirinya hanya meneruskanya. Sebelum dia bisa mandiri dan membuat Simon mengakuinya, Wen Liu tidak ingin menyerah.
"Baiklah kalau begitu." Simon mengeluarkan Dokumen dan berkata, "Jika kau sangat ingin mengembangkan sesuatu Tambang Berlian ini adalah sesuatu yang cocok untukmu. Aku akan menyerahkanya padamu dan tidak akan ikut campur, mari kita lihat apakah kau memiliki kemampuan dalam mengembangkanya !"
Wen Liu mengambil Dokumen itu dengan cepat, membacanya dan sangat terkejut melihat isinya. Sebelumnya Simon mengatakan akan memiliki setengah Saham dari Tambang Berlian, tetapi isi dari Dokumen ini adalah Tambang Berlian dimiliki dengan atas nama Wen Liu. Saat ini Wen Liu sangat terkejut dan tidak dapat berpikir.
Simon tersenyum dan memeluknya dari belakang, "Cantik... kau tidak perluh terlalu banyak berpikir. Bukankah kau sebelumnya meminta oleh-oleh sebuah Berlian, aki tidak tahu yang mana kau sukai. Jadi aku memutuskan untuk memberikan semuanya kepadamu !"
"Terimakasih sudah memperlakukanku dengan baik. Memilikimu adalah kebahagian terbesar dalam hidupku." Wen Liu sangat bahagia dan berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak mengecewakan Simon.
Zella sama sekali tidak iri dan senang melihat kebahagian Wen Liu. Simon selalu tahu apa yang mereka semua pikirkan dan khawatirkan, pemikiranya sangat tajam dan dia juga orang yang cukup menyenangkan.
"Hei... aku tidak memberikan ini secara gratis, kau sudah menerima sesuatu dariku dan kau juga harus memberikan hadiah untuku !" Simon berkata dengan mesra.
"Apa yang kau inginkan ?" Wen Liu sedikit menebaknya, tetapi dia tidak membencinya.
"Kau adalah Gadis pintar... Malam ini pulanglah lebih awal, tetapi jika kau lelah kita bisa melakukanya dilain waktu." Simon mencium leher Wen Liu dan Zella mengalihkan pandanganya.
"Lusa aku akan mengambil cuti dan akan menemanimu seharian penuh. Saat ini aku masih memiliki banyak pekerjaan, lebih baik kau bersama dengan Zella atau Nancy terlebih dahulu !" Wen Liu berkata dengan jujur.
__ADS_1
"Baiklah... aku akan sangat menantikanya." Simon tersenyum dan berkata dengan mesra.