PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 80 - Yang Terakhir


__ADS_3

Simon dan Zella memutuskan untuk kembali, mereka berdua sampai di Villa miliknya dan Ayah Simon memberikan kabar kalau mereka akan menginap disana.


Saat ini hanya ada mereka dirumah dan Simon masih sangat kesal dengan sikap bawahanya, setelah dia kembali mungkin akan melakukan sedikit pelajaran agar hal ini tidak terulang kembali.


Zella mengganti pakainya dan membersihkan dirinya, dia pergi kedapur dan membuatkan kopi untuk Simon. Setidaknya dia ingin sedikit membantu menenangkan pikiranya.


Beberapa hari ini Simon sudah bekerja dengan keras, mungkin tubuhnya sangat kuat dan tidak menunjukan kelelahan. Tetapi mentalnya mungkin yang kelelahan dibawah banyaknya tanggung jawab yang dipegang.


"Apakah kau masih marah ?" Zella meletakan Kopi Simon dimeja dan tidur disampingnya.


"Tidak terlalu... aku hanya membenci mereka yang suka menindas orang lain, apalagi mereka menggunakan namaku dan bersikap sombong. Aku benar-benar tidak suka hal itu ?" Simon meminum kopinya dan mengulurkan lenganya untuk Zella.


"Jangan terlalu keras kepada mereka, tidak semua Anggotamu melakukan hal yang sama. Sifat seseorang memang tidak bisa ditebak, kau hanya perluh memberikan mereka peringatan yang keras dan menjadikan hal ini contoh yang bagus !" Zella berkata dengan santai.


"Sejak kapan kau menjadi sangat bijak ?" Simon mengelus kepala Zella dan menciumnya dengan hangat.


"Hehehe... sudah dari dulu. Aku hanya menyembunyikan semua kemampuanku darimu." Zella sedikit menggoda Simon.


"Baiklah Nona Zella yang sangat bijak, Anak ini sangat penasaran bagaimana kemampuanmu yang selama ini kau sembunyikan !" Simon meremas dadanya dan Zella terlihat sangat panik.


"Bukan ini yang kumaksudkan !" Zella terlihat kesal karena Simon melakukan tindakan yang tidak senonoh.


"Aku tidak peduli !" Simon menerjangnya dengan ganas dan mereka bermain sampai pagi.

__ADS_1


Kesokan paginya Ridas datang dan menyapa Simon, dia ingin memberikan laporan tentang semua hal yang Simon tugaskan kepadanya.


"Bos... semuanya aman terkendali, tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali." Ridas memberikan Simon surat, "Ini dari Feng... saat ini dia sedang berada diluar dan mengurus Anak tertuanya. Lebih baik Bos membacanya sendiri !"


Simon sedikit bingung dan membuka Suratnya, dia tidak tahu siapa pengirimnya dan hanya bertujuan sebagai pertemuan pribadi.


"Siapa yang mengirim Surat ini ?" Tanya Simon dengan penasaran.


"Harimau dari Cina Kaisar Zhuo De yang menguasai daratan utama, menurut perkataan Feng Kaisar Zhuo De hanya ingin bertemu dan melakukan Bisnis dengan Bos !" Ridas berkata dengan jujur dan berharap Simon tidak akan datang.


Mereka berdua adalah orang-orang besar yang sudah berada dipuncak, kemungkinan besar akan konspirasi dan menimbulkan pertarungan.


Tetapi Zhuo De ini terakhir kali sangat tenang dan tidak terlalu fokus dengan urusan dunia, dia hanya menghabiskan waktunya untuk bersantai seperti orang tua pada umumnya.


Menurut pengalamanya dalam Organisasi Informasi, Zhuo De ini sangat tenang dan tidak seperti Kaisar yang lainya. Jadi Simon tidak terlalu waspada dan penasaran dengan tujuanya.


"Bos... bukankah itu terlalu berlebihan." Ridas mengingatkan bahaya yang mungkin akan Simon hadapi.


Pertemuan kedua orang ini akan banyak mengundang perhatian, jika Zhuo De memiliki niat buruk kepada Simon. Kemungkinan Simon tidak akan bisa melarikan diri dari daratan Cina.


"Tidak apa-apa... aku yakin Orang Tua itu tidak memiliki maksud yang jahat. Mungkin dia ingin sedikit berbisnis atau meminta sesuatu dariku !" Simon tidak terlalu memikirkanya.


Jika memang benar Simon harus bertarung, setidaknya dia akan mati bersama dengan Zhuo De. Menghindarinya bukanlah sesuatu yang bijak, Simon tidak ingin dikatakan sebagai seorang pengecut.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu... aku akan segera mengurus Penerbangan untuk Bos." Ridas pamit dan pergi.


Simon ikut keluar dan pergi kerumah Nancy, Zella sedang beristirahat jadi Simon tidak ingin mengganggunya.


Tetapi ketika sampai disana tidak ada satupun dari mereka yang ada dirumah, para penjaga memberitahu Simon kalau Nancy berada di Universitas dan Simon langsung pergi kesana.


Setelah beberapa waktu Simon sampai di Universitas Cemerlang, Ridas sudah mengambil alih tempat ini dan Simon tidak perluh khawatir tentang dirinya yang selalu absen.


Memarkirkan Mobilnya dan masuk dengan santai, Simon berjalan kearah kelas Nancy dan menunggunya dengan tenang. Beberapa orang lewat dan sekilas memperhatikan Simon, tetapi Simon tidak peduli dan mengabaikan mereka.


Kelas akhirnya selesai dan beberapa orang mulai keluar dari Kelas, tetapi Simon sama sekali tidak melihat Nancy keluar.


Simon mengintip kedalam kelas dan melihat Nancy yang merapikan bukunya, beberapa orang Pria sedang berusaha untuk berbicara denganya.


"Nancy... bagaimana jika kau ikut dengan kami dan makan bersama ?" Pria itu bernama Fandi seorang Anak dari Generasi kedua yang cukup kaya.


"Tidak terimakasih... mungkin lain kali." Nancy selesai merapikan bukunya dan berjalan kearah pintu.


Senyum muncul diwajahnya dan dia melihat Simon berdiri didepan pintu, dia tidak menyangka kalau Simon akan datang menemuinya disini.


"Sepertinya kau sangat populer ?" Simon tersenyum dan melebarkan tanganya.


Nancy masuk kedalam pelukanya dan Fandi merasa sangat marah, dia sudah mengejar Nancy dari hari pertama sekolah dan sangat menyukainya.

__ADS_1


Sekarang Gadis yang dicintainya berada dipelukan orang lain, hal ini benar-benar tidak bisa diterima dan Fendi menatap Simon dengan permusuhan dimatanya.


__ADS_2