
Tiga hari berlalu dengan cepat dan Simon mendapatkan Jimat Penyegelan dari Huang Fei, Lux sudah mengkonfirmasi keasliannya dan Simon bergegas pergi menuju Bandara untuk menghemat waktu.
Tidak butuh waktu lama Simon sudah sampai di Dongsheng, Simon memakai pakaian santai dan tidak membawa satupun anak buahnya ataupun menghubungi mereka. Ketika dia keluar dari Bandara Simon langsung mendapatkan taksi dan berniat pergi kesebuah restoran untuk makan.
"Apakah kedatangan Tuan kali ini untuk melihat acara Seni Beladiri di Villa Jia ?" Tanya Supir Taksi itu dengan ramah.
"Ho... Aku baru mendengarnya dan apakah itu menarik ?" Simon baru tahu tentang acara ini dan mungkin bisa melihat tontonan menarik.
"Tentu saja ini menarik... aku mendengar jika ada seorang Master yang menantang para Master Seni Beladiri di Dongsheng. Dia secara terbuka membuat tantangan ini dan besok pertarungan sesungguhnya akan dimulai." Supir Taksi itu terlihat penuh dengan semangat.
Simon tersenyum dan tidak menyangka akan menjumpai hal menarik, seekor semut ingin menyatukan sebuah wilayah dan mengendalikan semuanya dibawah kekuasaannya. Jelas dia bermaksud mengguncang fondasi yang sudah dia bangun sejak awal.
Apa yang dia pikirkan bukanlah sebuah tebakan acak melainkan fakta, Simon sudah berkali-kali melihat hal seperti ini. Ketika Master itu sudah mencapai tujuannya dengan mengendalikan orang-orang di Dongsheng maka dia akan berusaha mengacaukannya nanti.
Simon mengurungkan niatnya dan pergi ke Villa Jia, disana sudah banyak Ahli Beladiri yang berkumpul dan dia tidak menyangka bahwa Dongsheng akan memiliki banyak orang kuat seperti ini. Namun Simon sudah berada diperiode pembukaan dan mengalahkan mereka semua adalah hal yang sepele baginya.
Dari dalam arena yang luas seorang Pria besar terpental hingga menabrak dinding, Simon dapat merasakan sensasi tenaga dalam yang menusuk dan pukulan Pria yang bernama Mu Rong itu sangat kuat.
__ADS_1
"Aku menantang kalian semua dan inikah hasilnya, sepertinya kalian terlalu menyedihkan !" Mu Rong memprovokasi banyak orang dan menantang lebih banyak lawan.
"Maju." Pemimpin Keluarga Jia Meng melambaikan tangannya dan meminta orang besar dibelakangnya maju.
Pria besar itu masuk kedalam arena dan melakukan peregangan, "Orang tua... hari ini kau akan mati !"
Mu Rong menghela nafas dan berlari maju sekencang angin, dia meraih kepala Pria besar itu dan memutarnya sampai lehernya patah. Dalam sekejap mata Mu Rong membunuh Pria berbadan besar itu dan membuat semua orang ragu untuk menantangnya bertarung.
*Door.*
"Jangan bermain trik rendahan karena senjata api tidak akan bisa melukai seorang Grandmaster Beladiri sepertiku. Mulai hari ini kalian harus bersumpah setia dan Provinsi Dongsheng akan menjadi wilayah kekuasaanku mengerti ?" Mu Rong menegaskan maksudnya kepada semua orang berpengaruh.
Jia Meng merasa tidak senang dan berkata, "Jangan lupakan Kaisar Naga... apakah kau bermaksud menentang otoritasnya ?"
"Hidupnya tidak akan lama lagi dan akan digantikan olehku. Apa itu Kaisar Naga dan semua rumor palsu yang dibuat-buat, aku secara pribadi akan datang menantangnya dan membunuhnya didepan kalian semua." Kata Mu Rong dengan penuh kebanggaan.
Simon berjalan dengan santai menuju keatas arena dan terlihat tidak senang, pernyataan sebelumnya sudah cukup membuatnya sebagai alasan untuk membunuh Mu Rong sekarang juga.
__ADS_1
"Siapa kau ?" Tanya Mu Rong dengan penasaran.
"Kau terus menggonggong seperti anjing dan kau pikir orang lain senang mendengarnya, ucapan yang kau katakan barusan memiliki konsekuensi yang mengerikan. Coba tahan seranganku ini !" Simon melompat kedepan dan membuat lantai arena retak.
Mu Rong dengan panik membuat dinding tenaga dalam dan tidak menyangka jika ada Grandmaster Beladiri semuda itu ditempat ini. Simon memutar tubuhnya dan tendangan yang keras tepat menghujam perut Mu Rong hingga membuatnya terpental menghancurkan dinding.
Darah perlahan menetes dan semua orang membuka matanya lebar-lebar, sosok yang begitu sangat sombong mati dalam sekali tendangan oleh seorang Anak muda yang luar biasa. Simon berbalik dan berniat untuk pergi dari tempat itu, tapi seseorang masuk dengan energi yang mengerikan dan menghadang Simon.
"Setelah membunuh Muridku kau pikir bisa pergi begitu saja ?" Teriak seorang Pria Tua dengan keras.
"Anjing lainya... Karena kau sangat menghargainya maka aku akan membantumu menyusul Murid kesayanganmu itu ke neraka !" Simon menatap dengan dingin dan menyuruh Pria tua itu untuk maju.
"Aku ingin kau mati !" Pria Tua itu memukul kearah Simon dan menciptakan vakum udara yang sangat kuat.
Simon menamparnya dengan lambaian tangannya dan mengangkat satu jarinya, tenaga dalamnya membentuk sebuah jarum tak terlihat dan dengan kecepatan yang luar biasa langsung menembus jantung Pria Tua itu. Pembunuhan instan yang dilakukan Simon membuat semua orang tercengang, seorang Anak muda membunuh dua Grandmaster sekaligus dan ini akan menjadi berita besar nantinya.
Setelah melihat kejadian ini mereka semua hanya bisa diam dan tidak berani bertarung, ini adalah kekuatan absolut dari seorang Ahli Seni Beladiri dan tanpa adanya Bom tidak mungkin ada yang bisa membunuhnya.
__ADS_1