
Simon mendapatkan panggilan dari Gilan dan semuanya sudah mereka siapkan. Simon bangun dari tempat duduknya dan memilih lewat belakang, menghindari wartawan yang ada didepan.
Memasuki sebuah mobil dan segera meninggalkan tempat itu. Lebih baik dia segera menyelesaikan semuanya dan tidak perluh membuang-buang waktunya disini.
Mereka berdua sudah sampai di Pelabuhan, segera mereka semua menaiki Kapal dan segera pergi melihat Pulau miliknya.
Selama setengah hari berlayar mereka sampai disebuah Pulau yang sangat luas dan ditengahnya ada sebuah Gedung yang sangat tinggi. Simon berpikir mungin ini adalah markas dari Big Father.
Beberapa Pasukan Tentara berjaga disekitar Pulau. Ketika mereka melihat Simon, buru-buru mereka menyapa dan memberi hormat.
Simon mengangguk dan pergi kearah Gedung menggunakan Mobil yang sudah disiapkan mereka.
Setelah beberapa saat mereka sampai di Gedung yang sangat tinggi. Bahkan Grup Naga miliknya masih tidak bisa dibandingkan dengan Gedung ini. Mungkin ini adalah tempat yang cocok untuk mengatur segala sesuatu yang Simon inginkan.
"Komandan... Anda sudah datang !" Teriak Feil yang bersemangat setelah melihat Simon.
"Ya." Simon tersenyum dan berkata, "Apakah kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan ?"
"Komandan tidak perluh khawatir. Saat ini dia sedang didalam ruangan milik Komandan." Feil betkata dengan percaya diri.
"Antar aku menemuinya." Simon meminta Feil menunjukan jalanya.
Sebelumnya Simon menyuruh Feil untuk mengamankan dua orang. Simon sendiri memiliki rencana untuk mereka dan sengaja ingin bernegosiasi dengan mereka.
Simon dan yang lainya mengikuti Feil dari belakang. Menaiki Lift dan mengantar Simon dilaintai paling atas, pemandangan alam terlihat cukup indah dan Simon sangat puas dengan tempat ini.
__ADS_1
Memasuki ruangan yang sangat besar, Simon melihat sepasang Pria dan Wanita menatap kearahnya. Simon tersenyum, dengan santai melewati mereka dan duduk dikursi seperti Bos.
"Cheng dan Cai Ru... Bagaimana dengan kabar kalian ?" Simon tersenyum penuh arti.
"Terimakasih untukmu... Berkatmu kami menjalani hari yang baik." Cheng berkata dengan santai.
Wajah mereka berdua sedikit kesal, mereka disini untuk bekerja sama dengan Big Father dan berakhir menjadi Tahanan dari Simon.
"Hahaha... Aku disini memiliki niat yang baik." Simon tersenyum dan berkata, "Aku tahu kalau kalian adalah Perancang Senjata yang hebat. Sekarang pilihlah, ingin bergabung dan bekerja untuku atau mati menyusul Bos kalian !"
Cheng dan Cai Ru saling memandang dan berfikir sejenak. Mereka berdua menatap Simon dan berkata, "Apa yang bisa kau tawarkan untuk kami berdua ?"
"Kesejahteraan dan membiarkan kalian berdua untuk bereksperimen tentang Senjata." Simon mengeluarkan sebuah kertas dan memberikanya kepada Cheng, "Aku ingin kalian membantuku mengembangkan ini. Jika berhasil, mungkin nama kalian akan dikenal diseluruh Dunia seperti mimpi kalian !"
"Ini adalah rancangan yang mirip dengan apa yang kami pikirkan. Apakah Anda yang membuatnya ?" Cheng dan Cai Ru bertanya kepada Simon.
"Aku yang meluarkanya... tentu saja akulah yang membuatnya." Simon tersenyum penuh arti.
Sebenarnya ini adalah rancangan milik mereka berdua yang Simon ambil dimasa depan. Jadi Simon hanya perluh mempercepat prosesnya dan menunjukan langsung kepada mereka.
Walaupun Simon sudah mendapatkan Rancangan milik mereka berdua, tetapi Simon tidak visa membiarkan orang Jenius seperti mereka menjadi sia-sia. Lebih baik merekrut dan mendukung semua ide mereka.
"Hm... Baiklah kami bersedia menjadi Bawahan Anda. Tetapi kami hanya akan membantu dalam proses pembuatan Senjata dan tidak untuk yang lainya. Apakah Anda tidak keberatan dengan hal itu?" Cheng menyetujui dengan beberapa syarat.
"Aku setuju dan selamat bergabung dengan Grub Naga miliku. Aku akan melindungi dan menjamin kenyamanan kalian." Simon berjabat tangan dengan keduanya.
__ADS_1
"Yah... Mohon kerja samanya Bos." Cheng dan Cai Ru tersenyum kearah Simon.
"Baiklah... aku akan membangun Pabriknya ditempat ini, bagaimana menurut kalian ?" Simon meminta pendapat dari mereka.
"Kami tidak akan berkomentar tentang hal itu... Bos hanya perluh menyediakan Alat dan Bahan untuk kami. Segera kita akan mengerjakanya untuk Anda." Cai Ru berkata dengan santai.
"Ya... kalian akan ikut kembali bersamaku dan istirahatlah terlebih dahulu. Kita akan melakukanya setelah aku merombak tempat ini." Simon berkata dengan santai.
"Siap Bos." Cheng dan Cai Ru tersenyum bahagia.
"Kalian bisa keluar dan bersantai." Simon meminta mereka untuk keluar, "Panggilkan Gilan dan yang lainya untuk masuk."
Mereka berdua keluar dari Ruangan, setelah beberapa saat Gilan dan ketiga yang lainya masuk. Simon menyuruh mereka untuk duduk dan mengobrol.
Simon mengatakan semua rencana yang akan dia buat. Mereka berempat sangat terkejut mengetahui hal ini, mereka tidak bisa membayangkan berapa banyak keuntungan yang akan Simon dapatkan.
"Bos... apa kau tidak takut mengundang kemarahan dari Negara Lain ?" Feng berkata dengan cemas.
"Kau tidak perluh khawatir... aku ingin menjualnya dalam skala besar. Mungkin aku akan menggunakan statusku untuk mempromosikanya." Simon berkata dengan percaya diri.
"Hah... Sepertinya aku terlalu khawatir... Aku pikir Bos akan menggunakanya untuk kepentingan diri sendiri." Mereka berempat menghela nafas lega.
"Aku bukan orang yang bodoh. Siapa juga yang akan mau melawan seluruh Dunia hanya untuk keuntungan kecil." Simon berkata dengan santai, "Kalian hanya perluh mengatur Wilayah Kita. Sekarang aku memiliki posisi sebagai Kaisar Naga, mungkin nanti kita akan kedatangan Kaisar lainya. Tugas kalian hanya perluh memantau dan jangan lakukan tindakan yang berlebihan. Jika mereka ingin bertemu, aku tidak keberatan dengan hal itu !"
"Kami akan melakukan semua Perintah dari Bos." Mereka semua setuju dengan apa yang dikatan Simon.
__ADS_1