PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 46 - Berdarah Panas


__ADS_3

Simon berkendara dengan cepat dengan perasaan yang kesal. Setelah 5 jam akhirnya Simon sampai disebuah Pabrik yang terlihat sudah tidak terpakai.


Simon turun dari mobilnya dan melompati pagar dengan santai. Didepan Pintu Pabrik dia melihat dua orang yang berjaga, sebelum mereka sempat berteriak Simon dengan cepat bergerak dan mencengkram leher mereka.


"Apakah mereka didalam ?" Simon bertanya dengan pelan.


"Iy.. iya... lepaskan..."


*Krak.*


Simon mematahkan leher mereka dan membuangnya kesamping, dia tidak berfikir dua kali dan langsung membunuh ketika mendapatkan jawaban.


*Baam.*


Simon menendang Pintu masuk yang terbuat dari besi dan mengejutkan semua orang didalam. Simon berjalan dan menyeret sebuah kursi.


Nancy dan Cheng sangat terkejut melihat Simon yang datang kemari, Simon menatap kearah Nancy dan menghela nafas.


Simon duduk dikursi dan salah seorang Anak Buah berteriak, "Bajingan... siapa kau ?"


Simon mengabaikanya dan melihat Pria kekar yang memegang Pisau ditanganya dan berkata, "Apakah kau Pemimpinya ?"


"Ya." Pria Kekar itu menjawab dengan percaya diri, "Apakah kau punya sesuatu yang ingin dikatakan atau kau datang untuk mengantar Uang !"


Nancy sangat khawatir dengan apa yang Simon lakukan ditempat ini. Jika terjadi apa-apa kepada Simon, dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Hahaha." Simon tertawa dengan gila dan berkata, "Katakan padaku... Bagaimana cara kalian menginginkan kematian ?"


Wajah Nancy berubah menjadi pucat dan Cheng tersenyum dengan puas, terakhir kali dia dipermalukan oleh Simon. Sekarang dia datang mencari kematianya sendiri dan Cheng sangat senang dengan hal ini.


"Keparat." Semua Anak buah mengeluarkan Pipa besi dan beberapa Pisau ditangan mereka. Tetapi mereka dihentikan oleh Pria Kekar itu.


"Bocah... lebih baik kau berhati-hati dengan perkataanmu. 30 orang dibelakangku ini semuanya berdarah panas, salah sedikit mungkin mereka akan bertindak padamu." Pria Kekar itu menggertak Simon.

__ADS_1


"Oh... kalau begitu kita sama, aku juga berdarah panas. Kalian majulah tidak perluh sungkan !" Simon tersenyum seperti Iblis.


Semua Anak Buah maju dan berniat untuk membunuh Simon. Sebuah Pipa Besi diarahkan langsung padanya, Simon menghindarinya dan mengayunkan kursi kearah Pria itu.


*Prak.*


Kursi itu hancur dan Pria itu jatuh ditanah dengan darah yang mengalir keluar dari kepalanya. Simon bergerak dengan cepat dan mulai menghajar semua orang dengan brutal, Jeritan kesakitan terdengar keras dan beberapa dari mereka mati dengan cara yang mengenaskan.


Simon melompat dan langsung menuju kearah Pemimpin mereka, Pria Kekar itu melihat Simon yang bergerak kearahnya. Pisau ditanganya dengan cepat ditusukan kearah Simon.


*Spulrs.*


Pisau itu ditahan dengan tangan kosong dan darah keluar dari tangan Simon. Nancy berteriak dan sangat khawatir dengan Simon.


Simon meraih tangan Pria Kekar dan menariknya langsung kearahnya. Sebuah Tinju menghantam mulutnya, beberapa gigi dan darah keluar dari mulutnya.


Simon sama sekali tidak memberikan jeda dan meninju wajah dari Pria Kekar dengan kejam. Semua Anak Buah terlihat ketakutan, dengan luka mereka saat ini dan ketakutan. Mereka semua tidak memiliki keberanian dan mencoba melarikan diri.


Pria Kekar itu sekarang terlihat lemas dengan wajah yang mirip seperti babi, beberapa orang datang dan itu adalah Ridas dan puluhan Anak buahnya.


Ridas terkejut dengan pemandangan ini, dengan cepat dia mengikat semua orang yang masih selamat. Simon terlalu mengerikan membuatnya marah sama saja mencari kematian.


Simon mencengkram leher dari Pria Kekar itu dan membunuhnya ditampat. Perlahan dia mendekati Nancy dan membuka ikatanya.


Nancy menangis melihat tangan Simon yang mengeluarkan darah, "Kau terluka !"


"Aku sudah pernah menerima luka yang lebih parah dari ini." Simon berkata dengan ekspresi yang serius, "Bahkan luka itu masih membekas sampai saat ini !"


Nancy tertegun dan terus menangis, dia tahu benar apa yang dimaksudkan oleh Simon, dalam hati dia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri tentang luka Simon.


Setelah selesai membuka ikatanya, Nancy langsung terjun kepelukan Simon dan menangis, "Maaf... Maafkan aku !"


"Tidak... kau tidak salah... akulah yang tidak berguna. Telpon Paman Gu dan katakan kalau kau sudah aman bersamaku." Simon perlahan melepaskan pelukanya dan menatap kearah Ridas.

__ADS_1


"Hei... bantu mereka melepaskan ikatanya !" Simon berkata dengan dingin.


Segera Ridas menyuruh beberapa temanya untuk membantu dan berkata, "Bos... apa yang harus kita lakukan kepada mereka ?"


"Kau tidak perluh melakukan apapun, Aku sudah memanggil Polisi dan biarkan mereka yang menanganinya." Simon berkata dengan santai.


"Baik Bos." Ridas tersenyum dan berkata, "Hotel Fantasi tidak jauh dari sini, saya akan segera mengatur sebuah Kamar untuk Bos !"


"Iya... terimakasih." Simon merobek baju salah satu mayat dan menghentikan pendarahan ditanganya.


Kali ini dia sedikit lengah dan terlalu bangga dengan kekuatan tubuhnya. Simon berfikir kalau tenaga Pria Kekar itu tidak seberapa, kenyataanya dia salah memprediksinya dan menerima luka.


Dimasa depan Simon akan lebih berhati-hati dan tidak akan mengulang kejadian seperti ini lagi. Simon cukup beruntung Pisau itu tidak beracun, kalau tidak mungkin dia akan mati dengan konyol.


Setelah beberapa saat Feil dan beberapa tiga Tentara Pasukan Naga bersama dengan Polisi datang , mereka semua memberi hormat kepada Simon.


"Salam Komandan Naga." Teriak Semua Orang.


"Komandan Naga !" Nancy dan yang lainya sangat terkejut mengetahui Simon adalah Komandan Naga.


Cheng sangat terkejut mendengar hal ini dan tidak tahu harus berkata apa. Dulu dia sangat sombong didepan Simon, tetapi sekarang semua orang memberi hormat dan menyebutnya sebagai Komandan Naga. Cheng benar-benar tidak bisa menerima hal ini.


"Kalian tidak perluh bersikap dengan hormat." Simon menunjuk kearah teman-teman Nancy dan berkata, "Mereka adalah sandera dan karena mereka berani melawan menggunakan senjata, aku terpaksa membunuh mereka. Singkatnya kalian bisa bertanya penyebabnya dari mereka !"


"Baik Komandan... Kami akan mengurusnya dengan baik." Teriak semua Polisi dengan keras.


"Oh... pastikan kalian memberikan kabar kepada keluarga mereka. Penjahat ini meminta tebusan uang 100 juta untuk setiap orang dan untuk Wanita itu aku akan membawanya !"


Semua Polisi mulai membersihkan semuanya dan membawa Cheng dan yang lainya. Nancy akan ikut bersama dengan Simon, agar tidak mempengaruhi Nancy dengan urusan ini dan merusak citranya.


Nancy memiliki impian untuk menjadi Artis yang terkenal dan Simon akan terus mendukungnya, tidak peduli apapun yang terjadi.


Nancy sudah memberikan kabar kepada Orang Tuanya dan segera pergi mengikuti Simon. Bahagia dan rasa bersalah semua muncul didalam hatinya, dia bahkan tidak tahu harus berbicara apa dengan Simon. Kejadian kali ini benar-benar membuka matanya tentang dunia.

__ADS_1


__ADS_2