
Kerajaan Lei wilayah salah satu Keluarga Bangsawan kecil yang berada di timur laut yaitu Keluarga Hong yang berbisnis dalam material penempaan tambang batu spiritual. Selama seminggu penuh Simon sudah mempelajari teritory Kerajaan Lei, setidaknya orang yang sudah dia bunuh Lei Jun adalah Raja Dewa dari Kerajaan ini.
Dikediaman Putri Hong Yue sekarang ada sebuah pesta kecil, banyak Gadis cantik yang berasal dari Keluarga terpandang berkumpul untuk bermain dan Simon menyapu halaman sebagai mana tugasnya sebagai seorang Pelayan.
Kecepatan pemulihannya sudah sangat baik dan lukanya sudah tertutup tanpa bekas, besok kemungkinan dia sudah bisa pergi namun sayangnya Simon terlihat bingung dengan tujuan selanjutnya.
Hong Yue dan yang lainya keluar sambil berteriak, "Kenapa kau selalu melamun... bersihkan dengan benar, jika Nona ini kembali dan masih banyak daun kering yang berserakan maka bersiaplah untuk dihukum."
"Jangan terlalu kasar... penampilan Pelayan ini cukup bagus bukan ?"
"Apa gunanya memiliki penampilan yang bagus jika dia hanya orang biasa. Dunia ini hanya mengenal kekuatan dan orang sepertinya tidak ada artinya dimata Nona ini." Hong Yue berjalan melewati Simon bersama dengan yang lainya.
Simon lanjut membersihkan dan tidak terlalu peduli dengan perkataan pedas Hong Yue, setelah hidup selama satu minggu disini dia sangat sadar bahwa Dunia Langit hanya memandang mereka yang memiliki kekuatan. Orang biasa hanya bisa hidup dibawah kaki orang lain dan tentunya ini sangat cocok dengan kualitas Simon.
__ADS_1
(Apakah Master ingin mempelajari Teknik Bersatu dengan Pedang.)
"Ya." Simon mengangguk dan memejamkan matanya.
Simon mungkin tidak bisa menggunakan Qi Spiritual miliknya tapi bukan berati pemahamannya terhenti. Sejauh ini dia sudah menyempurnakan beberapa Teknik Tombak dan Pedang, pemahamannya menjadi lebih luas dan keterampilannya meningkat dengan pesat.
Qi Pedang menyatu dengan udara yang tipis dan berputar disekitar Simon, daun-daun kering yang berjatuhan terpotong oleh Qi Pedang yang tipis dan meridian Simon berhasil diperbaiki. Namun Auranya masih ditahan agar tidak mengundang banyak keributan.
Kepala Keluarga Hong Yanqi merasakan Qi Pedang secara samar, dia bergegas keluar dari tempat kerjanya dan menyelidikinya. Namun dalam sekejap semuanya menghilang, Hong Yanqi tidak dapat menemukan apapun dan bahkan dengan kekuatan jiwa yang berada di puncak Alam Dewa Sejati dia tidak dapat menemukannya.
Orang kuat seperti itu bisa saja menghancurkan Keluarga Hong dengan mudah, tapi pada akhirnya dia tidak melakukannya dan jika harus menebak maka Ahli itu kemungkinan hanya sekedar lewat saja. Wilayah Timur saat ini sedang mengalami kekacauan dan banyak Keluarga yang dihancurkan oleh Ras lainya, karena Keluarga Bai berada dipaling dalam maka banyak Anak muda dari Keluarga Bangsawan yang dikirim kemari untuk perlindungan.
Simon bersembunyi dibelakang pohon dan melirik Hong Yanqi dengan tajam, dia sudah sangat berhati-hati dan tidak berharap jika Hong Yanqi sangat sensitif. Simon mungkin jauh lebih kuat darinya namun tidak ada dendam yang harus diselesaikan sekarang.
__ADS_1
*Boom... Boom... Boom...*
Suara ledakan yang keras terdengar dari luar dan ratusan kapal perang bergerak kearah mereka dengan cepat. Beberapa kepala Manusia yang tidak lain adalah Penguasa Kota dipertontonkan dan beberapa Ahli Keluarga Hong keluar.
Pelayan tua Zhang berlari kearah Simon dan berteriak, "Anak muda... kau harus segera pergi ketempat pengungsian, Ras Iblis Kuno sudah menginvasi dan tempat ini akan menjadi medan perang yang berbahaya !"
"Kita pergi bersama !" Simon tidak ingin terlalu ikut campur dalam masalah internal.
"Aku sudah Tua dan melayani Keluarga Hong sangat lama, mati disini juga tidak buruk sama sekali. Sebaliknya kau yang masih muda harus terus hidup." Pelayan Zhang enggan pergi.
Simon sedikit tersentuh dengan kesetiaan yang dimiliki Pelayan Zhang, tidak banyak perhatian yang didapatkan seorang Pelayan namun orang didepannya sekarang memiliki hati yang baik dan layak untuk dikagumi.
"Kalau begitu aku akan tetap tinggal dan melindungimu, anggap ini sebagai pelunasan karena kau sudah membawaku kemari." Simon melihat keatas langit dan memantau situasi.
__ADS_1
Sejak dulu Simon hanya memegang satu prinsip yaitu perbuatan baik akan dibayar dengan kebaikan, sedangkan mereka yang berniat jahat akan dibalas seratus kali lipat. Simon mungkin pecundang namun dia tidak pernah mengabaikan prinsip hidupnya, kebaikan Pelayan Zhang sudah cukup membuat kagum dan bergerak.
Siapapun yang ingin menyakitinya maka dia harus melangkahi mayat Simon, pertarungan berlangsung sangat intens dan sayangnya tidak ada diantara mereka yang setingkat dengan Simon sekarang.