PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 75 - Gagal Total


__ADS_3

Simon sedikit bersenang-senang dengan Buso dan beradu kekuatan tubuh denganya. Teknik Kultivasi Naga yang dia beli lewat Sistem sangat luar biasa, bahkan dia tidak perluh mengeluarkan seluruh kekuatanya untuk menghadapi Buso.


Setelah beradu pukulan cukup lama, Buso merasa sangat kesal seolah sedang dipermainkan oleh Simon. Dia adalah Kepala Suku dari Desanya dan merupakan orang terkuat, jika dia kalah mereka semua akan diusir dan Buso akan merasa berdosa.


"Mari kita akhiri pertarungan ini !" Simon tersenyum memegang Tombak milik Buso dengan erat.


Simon meremasnya dan mematahkan Tombak milik Buso, dengan cepat Buso berniat menangkap Simon dan meremasnya sampai hancur.


Tetapi Simon terlalu cepat memutar tubuhnya dan melompat, Kaki Simon menyapu kearah leher dari Buso dan membuatnya jatuh ditanah.


Simon sedikit terkejut Buso tidak pingsan karena tendanganya yang keras, niat bertarung Buso sangat kuat tetapi lemah dalam kemampuan.


Simon memegang tanganya dan membuangnya kepinggir, Buso tidak bisa bertarung lagi dan ini adalah kemenangan untuknya.


"Sistem ?" Simon mengeluarkan Pistol miliknya dan bersiap-siap.


[Sistem telah mendeteksi semua ancaman, silahkan Master memeriksanya.]


Simon menembak dibeberapa tempat dan satu persatu orang jatuh dari atas Pohon dan kepalanya terdapat bekas luka tembak.


Jun Tu terlihat sangat panik dan tidak berharap kalau rencananya akan terbongkar dengan mudah. Jun Tu sengaja memberikan Simon keuntungan Tambang Berlian dan sengaja menjebaknya dalam situasi ini.


Rencana untuk membunuh Simon sudah sangat sempurna, Jun Tu membuat Simon bertarung dengan Buso dan diam-diam membunuhnya.


Jun Tu hanya perluh menyalahkan Buso atas pembunuhan yang dilakukanya kepada Simon, tetapi dia tidak berharap kalau Simon sangat tajam dan dengan mudahnya mengetahui semua letak penembak.

__ADS_1


"Hei... katakan padaku... siapa yang memberikanmu keberanian melakukan rencana ini ?" Simon menatap Jun Tu dengan dingin.


"Hahaha... Kimandan Naga memang sesuai dengan rumornya. Aku hanya mengincar gelar Kaisar Naga milikmu, apakah itu cukup." Jun Tu berkata dengan percaya diri.


"Sepertinya kau tidak ingin memberitahu apapun." Simon menatap semua Anak Buah Jun Tu dan berkata, "Aku tidak ingin membantai kalian semua, letakan Senjata kalian dan aku tidak akan membunuh kalian. Jika kalian tidak mengindahkan kata-kataku, mungkin nasib kalian akan mirip dengan Anak Buah Joker !"


Anak Buah Jun Tu sangat ketakutan dan saling memandang menunggu salah satu dari mereka membuat keputusan.


"Hahaha... kelihatanya Tuan Simon tidak tahu apa-apa, sekarang kami memiliki sandera yaitu Kekasih Tuan Simon. Jika Tuan Simon bertindak... saya akan langsung membunuhnya !" Jun Tu tertawa dengan bangga.


"Pftt... kau benar-benar seorang idiot." Simon mencibir dengan jijik, "Aku sudah mengetahui niatmu dari awal, apa kau pikir aku tidak melakukan persiapan. Sepertinya kau benar-benar seorang idiot."


Simon sebelumnya sudah memberitahu Gilan, saat ini Gilan dan beberapa orangnya sudah berada disekitar Zhen Qiu untuk melindunginya secara diam-diam.


Sistem sudah memperingatkan Simon ketika memasuki Kamar Hotel bahwa terdapat alat perekam suara yang disembunyikan, sejak saat itulah Simon memastikan kalau Jun Tu memiliki niat yang buruk.


"Memancingku menggunakan Pertambangan Berlian... Hahaha... Niatmu itu benar-benar mudah untuk ditebak. Setelah membunuhmu aku akan menguras semua kekayaanmu, aku akan memberikan contoh yang bagus kepada mereka yang ingin menantangku." Simon tersenyum seperti Iblis.


Wajah Jun Tu menjadi sangat pucat, dia mencoba menghubungi orang-orang yang ditugaskanya menangkap Zhen Qiu. Tetapi panggilanya sama sekali tidak dijawab, kemungkinan besar perkataan Simon adalah kebenaran.


Semua Anak Buah Jun Tu tidak berani melawan Simon dan meletakan Senjatanya ditanah, mereka bepikir kalau Simon pasti membawa orang-orangnya. Lebih baik mereka menyerah dan menyelamatkan hidup mereka.


"Bagus... aku akan menepati perkataanku dan membebaskan kalian dari kematian." Simon sangat puas dengan sikap Anak Buah Jun Tu yang patuh, "Sekarang... kalian semua harus membunuh Mantan Bos kalian yang idiot."


"Tunggu Tuan Simon... tolong maafkan saya yang berani menyinggung Anda !"

__ADS_1


*Door.*


Salah seorang Anak Buah menembak Kepala Jun Tu, dia sangat kesal setelah apa yang direncanakan Jun Tu.


Dia masih memiliki keluarga dan membiarkan Jun Tu berbicara sama saja merusak suasana, mungkin Simon akan marah dan memutuskan membunuh mereka semua.


"Bagus... sepertinya kalian semua sangat patuh dan tahu tempat kalian. Aku akan memberikan kalian pilihan, kalian bisa bergabung denganku atau pergi dan jangan tunjukan wajah kalian lagi. Jika kalian mau bergabung aku tidak akan memperlakukan kalian dengan buruk dimasa depan, putuskanlah sekarang !" Simon duduk dengan santai dan menunggu keputusan mereka.


"Kami akan mengikuti Tuan Naga dan bersumpah setia." Teriak semua orang dengan keyakinan.


Tidak buruk untuk mereka mengikuti seorang Kaisar, mereka hanya berharap Simon akan menepati semua perkataanya dan memperlakukan mereka semua dengan baik.


"Kau kemarilah dan katakan siapa namamu ?" Simon menunjuk salah satu Anak Buah yang menembak Jun Tu.


Pria itu buru-buru maju dan memberi hormat, "Salam untuk Tuan... nama saya adalah Roby."


"Tidak perluh tegang... Roby bukan... karena kau memiliki keberanian untuk menembaknya, aku akan menunjukmu sebagai Pemimpin mereka. Ambil keuntungan dari Bisnis Perhiasan milik Jun Tu dan kau memiliki tanggung jawab untuk membaginya dengan adil !"


Simon melanjutkan, "Kalian semua dengarkan... aku tidak ingin adanya kecurangan diantara kalian. Jika Roby bertindak tidak adil, kalian bisa datang mencariku untuk meminta keadilan. Apakah kalian mengerti ?"


"Baik Tuan." Mereka semua merasa sangat iri dengan Roby.


Jika mereka membunuh Jun Tu terlebih dahulu, mungkin mereka akan menjadi orang kepercayaan Simon. Mereka sangat menyesal dengan kesempatan ini, tetapi mereka cukup bersyukur dengan apa yang diberikan Simon.


"Sekarang Tugas pertamamu adalah menyelesaikan masalah ini dan berikan aku Dokumen Tambang Berlian." Simon berkata dengan santai.

__ADS_1


"Saya akan mencobanya sebaik mungkin." Roby memberi hormat dan mundur.


Memberikan perintah kepada teman-temanya dan segera pergi mengambil semua Dokumen kepemilikan Tambang Berlian milik Jun Tu.


__ADS_2