PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 147 - Memaksa Keluar


__ADS_3

Simon pergi ke Kediaman Zhao Ling dan meminta Ling Zhu keluar untuk bergabung dengan yang lainya mengurus Pasukan. Zhao Ling langsung memeluk Simon dan menangis dengan keras, Simon hanya mengelus punggungnya dan membiarkannya menangis sampai puas.


"Hiks... katakan kepadaku... apakah semua orang hanya memikirkan diri sendiri dan keuntungan saja ?" Zhao Ling bertanya dengan sedih.


"Itulah sifat alami dari Manusia yang serakah dan tidak pernah puas. Jangan pernah membenci dirimu sendiri, mereka memang tidak layak disebut Keluarga. Untuk Ayah dan Ibumu yang sudah mati, aku berjanji akan menjagamu dengan baik. Kau hanya perlu tahu satu hal bahwa kau masih memiliki aku." Simon mencoba menenangkan Zhao Ling.


Simon menahan niat membunuhnya dan sangat marah, siapapun yang akan datang nantinya dia akan membunuh semuanya tanpa ampun. Ini adalah pertarungan yang sudah melibatkan harga dirinya, bagaimanapun juga dia tidak akan pernah mau lari ataupun dikalahkan.


Simon mengusap air mata Zhao Ling dan berkata, "Biarkan aku membantumu melupakan semua kesedihanmu !"


"Peluk aku lebih lama." Zhao Ling tersenyum dan merasakan perasaan lega.


Simon memeluknya dan mencium bibir Zhao Ling dengan lembut. Zhao Ling yang kaku tidak menunjukan penolakan dan didalam hatinya dia berjanji akan terus bersama Simon sampai mati.


Simon membantu Zhao Ling melepaskan pakaiannya dan membuatnya berbaring ditempat tidur.


Aroma yang wangi sangat terasa menyegarkan dan Simon juga melepaskan pakaiannya, Zhao Ling terlihat malu namun tidak menunjukan penolakan sama sekali. Dia bisa merasakan hangatnya tubuh Simon dan terus memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Mulai sekarang kau adalah Istriku dan siapapun yang ingin mengambilmu dariku mereka akan mati." Simon memegang tangan Zhao Ling dan bercinta dengannya.


Zhao Ling memeluk Simon lebih erat dan merasakan sengatan, ini adalah kali pertamanya dan dia merasa sangat bahagia. Aura mereka berdua saling menyatu sama lain dan berkat Tulang Dao membuat Simon dapat menyerap manfaat Tubuh Roh Kayu dengan sempurna tanpa efek samping.


Mereka berdua bercinta sampai larut malam dan karena ini pertama kali jadi Simon tidak ingin terlalu mendorong lebih keras. Zhao Ling terlihat lelah dan berbaring didalam pelukan Simon dengan nyaman.


"Apakah kita benar-benar bisa memenangkan pertarungan dengan mereka ?" Tanya Zhao Ling dengan cemas.


"Aku pasti akan menang." Simon berkata dengan tegas.


.....


Disisi lain rencana Simon berjalan dengan lancar dan kabar ini menyebar dengan cepat, bukan hanya mempermalukan Su Yuan dan Keluarga Zhao tentunya ini menarik banyak orang serakah yang mencari keuntungan.


Kota Matahari dan Bulan saling bekerjasama untuk memberikan tekanan kepada Kota Bintang, mereka berharap bisa mendapatkan keuntungan dari Su Yuan dengan mempersembahkan kepala Simon.


Wilayah Pusat didalam Aula Istana sekumpulan wanita telanjang yang tertidur dilantai dengan kondisi lemas membuat pemandangan yang gila, Su Yuan duduk disinggasana dengan ekspresi yang tidak senang.

__ADS_1


Zhao Bufan masuk kedalam dan berlutut, "Mohon pengampunannya Tuan... berikan waktu bagi orang tua ini membawa kembali Zhao Ling !"


"Cih... kenapa kau tidak mengambilnya secara langsung pada saat disana ?" Tanya Su Yuan dengan niat membunuh yang menakutkan.


"Simon ini sangat kuat dan orang tua ini bukan tandingannya. Bahkan Jendral Cang Lan tidak bisa mengalahkannya." Jawab Zhao Bufan sambil gemetar.


"Maka tidak ada artinya memberikanmu lebih banyak waktu." Su Yuan mengangkat tangannya dan Qi yang ganas meremas tubuh Zhao Bufan sampai meledak.


Su Yuan sudah tidak peduli lagi dengan Keluarga Zhao, jika dia tidak bisa mengambilnya dengan cara damai maka dia hanya perlu merebutnya secara paksa. Kabar sudah menyebar sangat luas dan memaksanya harus mengambil tindakan, jika dia menghindar maka nama besarnya akan tercoreng oleh ulah Simon.


Untungnya ini hanya kabar mengenai tentangnya yang merebut Istri orang lain, jika Tubuh Roh Kayu terekspos maka dia akan mendapatkan masalah besar oleh Kaisar Dewa Qing Tian. Walaupun sudah 200 tahun dia tidak keluar dari pengasingan namun Tuannya ini tidak buta atau tuli, jika dia tahu Bawahannya bermain dibelakangnya maka nasibnya mungkin akan tragis.


Ada baiknya menyelesaikan masalah dengan cepat dan menghindari bahaya, jika perlu dia akan mengeluarkan semuanya dan meratakan Kota Bintang dengan tangannya sendiri.


Su Yuan memakai pakaiannya dan berjalan keluar, "Tiga Jendral utama... siapkan semua Pasukan terkuat, tujuan kita adalah Kota Bintang... kita akan berangkat dua hari dari sekarang. Aku tidak ingin satu orangpun hidup dan biarkan mereka tahu akibat dari menantang Su Yuan."


"Baik," Tiga Jendral Utama yang menunggu diluar bergegas pergi dan mengurus Pasukan.

__ADS_1


__ADS_2