
Simon mengangguk dan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Kakek itu. Dunia ini terlalu kejam untuk mereka yang tidak memiliki uang atau kekuasaan.
Jika bukan karena Penjabat yang menggelapkan Uang Rakyat, pasti ada beberapa Perusahaan yang tidak adil terhadap Pegawainya. Melaporkanya saja juga percuma, kebanyak Polisi bisa ditutup mulutnya dengan uang dan mengabaikan hal ini.
Simon bukan anak-anak yang baru tahu tentang cara ini. Hal seperti ini sering terjadi dan tidak akan pernah bisa diatasi, walaupun Pemerintah sudah memberikan batasan. Orang-orang seperti ini selalu memiliki cara mereka sendiri untuk mencari keuntungan.
Simon mengobrol untuk waktu yang cukup lama dan kembali. Mengambil Ponselnya dan menelpon seseorang yang memiliki kekuasaan di daerah ini.
"Halo Bos... apakah ada sesuatu yang ingin Bos minta untuk saya kerjakan !" Pria itu adalah Tang yang menguasai Distrik Timur.
"Aku ingin kau menangkap beberapa Orang, apakah kau bisa melakukanya ?" Simon memberikan perintahnya.
"Bos tidak perluh sungkan, siapa orang-orang itu ?" Tang bertanya dengan penasaran.
Simon memberitahu Tang siapa yang harus dia tangkap dan cari, tetapi Simon tidak menjelaskan apa-apa dan hanya menyuruhnya menangkap mereka.
"Aku tidak memiliki banyak waktu... jadi kau harus segera menangkap mereka." Simon berkata dengan dingin.
Tang berpikir kalau Simon sangat marah dengan orang-orang ini. Jadi dia tidak ingin terlalu mengeluh dan segera menjalankan tugas dari Simon, lagi pula tugas ini tidak terlalu sulit untuk mereka tangani.
"Kalau begitu saya akan segera melakukanya." Tang menutup panggilanya dan memerintahkan Anak Buahnya.
Simon menyimpan ponselnya dan kembali kerumah, setelah beberapa waktu dia sampai dirumah dan melihat Ayah dan Ibunya mengobrol tentang masalah Ayah Simon dikeluarkan dari tempat dia bekerja.
Mereka berdua terlihat sangat sedih dan binggung dengan hal ini. Jika Ayahnya tidak memiliki penghasilan, bagaimana mereka bisa makan dan membiayai Sekolah Simon.
__ADS_1
Simon melihat hal ini dan berkata, "Ayah... Ibu... ada sesuatu yang ingin aku katakan pada kalian. Kali ini aku akan berkata jujur dan tidak akan menipu kalian !"
"Apa yang ingin kamu katakan ?" Ayah dan Ibu Simon binggung dengan apa yang dikatan Anaknya.
"Begini... sebenarnya aku yang sekarang adalah Komandan Militer yang dikenal srbagai Komanfan Naga, kedatanganku kali ini sebenarnya untuk membawa kalian dan tinggal bersamaku. Baru-baru ini aku membuat Perusahaan dan itu adalah Grup Naga, aku tidak berbohong kepada kalian." Simon berkata dengan sungguh-sungguh.
"Nak... apa kau serius ?" Ayah dan Ibu Simon masih ragu tentang hal ini.
Komandan Militer dan Pendiri Grub Naga yqng baru-baru ini terkenal. Hal ini terlalu berlebihan untuk Simon.
Simon mengeluarkan Lencana Militer Miliknya dan menunjukan rekening miliknya sebagai bukti agar mereka percaya.
Ketika mereka berdua melihat hal ini, mereka berdua benar-benar sangat terkejut. Tidak tahu apa yang dilakukan Anak mereka beberapa bulan terakhir selama berada di Distrik Pusat, tetapi kembalinya dia benar-benar membawa berita yang luar biasa.
Berita terakhir kali saja sudah sangat mengerikan, tentang Komandan Naga yang menghancurkan Organisasi Big Father yang merupakan Bandar Narkoba terbesar. Mengetahui Simon membahayakan nyawanya sendiri membuat mereka sangat khawatir.
"Ibu tidak perluh khawatir tentang apapun. Sekarang semuanya sudah selesai dan tugasku hanyalah melatih Pasukan miliku, sudah tidak ada ancaman dan aku berniat menjalankan Perusahaanku !" Simon mencoba menenangkan Ibunya yang menangis.
"Nak... kau pulang dan membawa kabar yang mengejutkan seperti ini. Kau pasti sudah melalui hari yang berat !" Ayah Simon cukup bangga dan merasa sedih dengan tindakan Simon yang gegabah.
"Ayah bercanda... seseorang tidak akan berkembang jika tidak berani mengambil resiko dan menerima rasa sakit. Aku melakukan ini untuk kebahagian kalian, jadi tolong jangan membencinya !" Simon berkata dengan sungguh-sungguh.
Ayah Simon tersenyum dan menghibur Istrinya yang terlihat bingung, "Kau dengar itu... Anak kita sudah menjadi laki-laki yang dewasa dan baik."
"Ya." Ibu Simon mengusap air matanya dan berkata, "Jangan lakukan hal yang berbahaya lagi, aku lebih suka jika kau tidak melakukan sesuatu yang berbahaya dan lebih memikirkan keselamatanmu sendiri !"
__ADS_1
"Baik." Simon menggaruk kepalanya dan berkata, "Jadi bagaimana... apakah kalian mau pergi dan tinggal bersamaku ?"
"Tidak bisa." Ayah Simon tersenyum dan berkata, "Rumah ini adalah Warisan dari Kakek dan Nenekmu, Ayah tidak bisa meninggalkan tempat ini. Lagi pula Ayah dan Ibumu sudah terbiasa dengan hidup seperti ini dan banyak Teman-Teman kami yang tinggal disini !"
Simon sedikit sedih dengan keputusan mereka yang tidak mau tinggal bersamanya. Ayah dan Ibunya sudah sangat nyaman disini dan tidak merasa kesepian, Simon sendiri menghargai apa yang mereka putuskan.
"Baiklah kalau begitu... tetapi biarkan aku merenovasi Rumah ini. Setidaknya aku harus memberikan kenyamanan untuk kalian berdua. Lagi pula kalian harus datang diacara penghargaanku sebulan lagi dan setidaknya kalian berdua akan tinggal bersamaku selama satu bulan menunggu Rumah ini selesai diperbaiki bagaimana ?" Simon meminta mereka untuk datang ketika acara penghargaanya.
"Kalau begitu Ayah dan Ibumu tidak bisa menolaknya." Ayah dan Ibu Simon setuju dengan apa yang Anaknya minta.
Mereka sangat bangga dengan Simon yang sekarang. Mereka tidak menyangka kalau Simon akan memiliki prestasi semacam ini dan akan dikenal sebagai Pahlawan Negara.
Akhirnya mereka bisa tenang dan menegakan kepala mereka. Melihat keberhasilan dan prestasi Simon, tidak ada hal yang mereka inginkan lagi dalam hidupnya selain melihat Simon bahagia.
Setelah mereka memyutujui permintaan Simon, mereka mengobrol untuk waktu yang lama dan Simon menceritakan semua hal yang ingin mereka ketahui.
Tetapi Simon tidak berniat mengatakan kalau dirinya adalah salah satu penguasa Dunia Bawah dan tetap menyrmbunyikan kebenaran ini dari mereka.
Dunia Bawah hanya dipenuhi dengan kejahatan, Simon tidak bisa memberitahu mereka dan membuat mereka berdua khawatir dengan keselamatanya.
Keputusan mereka untuk tetap tinggal disini adalah hal yang baik untuk Simon. Jadi dia masih bisa bebas melakukan apapun di Distrik Pusat. Simon hanya perluh mengirim uang untuk kehidupan mereka dan sesekali pulang untuk melihat mereka berdua.
Saat ini dia harus mengurus orang-orang yang berani membuly Ayahnya dan menunggu kabar dari Tang untuk membawa mereka. Simon tidak bisa melepaskan mereka begitu saja setelah melakukan hal buruk pada Ayahmya.
Apapun yang terjadi Simon akan membalas perbuatan mereka semua dan tidak peduli apapun konsekuensinya. Hal seperti ini tidak akan pernah Simon terima dalam hidupnya.
__ADS_1