
Seiring berjalannya waktu semuanya sudah berada dibawah kendali Simon, pada akhirnya gerbang abadi sebentar lagi akan terbuka dan Simon harus bersiap menghadapi orang-orang yang akan datang.
Kelima Istrinya sudah berkumpul dan Simon melihat kearah mereka, "Aku akan pergi ke Dunia Langit dan jangan pernah berpikir untuk menyusul kesana. Secepatnya aku akan segera kembali dan ketika waktu Bumi mendapatkan Auranya kembali mungkin akan ada banyak hal yang berubah."
"Kami akan menunggumu." Zhen Qiu dan yang lainya memeluk Simon dengan penuh kasih sayang.
Simon melirik Liu Feng dan Ye Huan, "Jaga mereka untukku !"
Liu Feng dan Ye Huan menganggukkan kepala dengan tegas, semua Dewa saat ini sedang bersembunyi dan tidak berani menunjukan diri mereka. Pada akhirnya hanya Simon saja yang akan pergi untuk bertarung, dalam waktu setahun mereka sudah berlatih secara gila-gilaan terutama Simon itu sendiri.
Lux membantu Simon dalam berlatih pertarungan nyata, dia juga menukar banyak Seni Beladiri yang kuat dan kekuatannya jauh lebih hebat dari setahun yang lalu saat dia membunuh Lei Ting dengan empat orang dibelakangnya.
Pengendalian Api Phoenix juga sudah sempurna dan Simon bisa menggila kapanpun yang dia inginkan. Setelah berpamitan Simon pergi keluar dan terbang dengan kecepatan penuh menuju lokasi gerbang abadi.
Wen Liu melihat Liu Feng dan bertanya, "Katakan kepada kami Tuan Liu... ini tidak sesederhana perkataannya bukan ?"
__ADS_1
Mereka berempat juga tertarik dan mengetahui rencana Simon yang sebenarnya, Simon selalu menghindari topik pembicaraan soal Gerbang Abadi dan bahaya seperti apa yang ada disana. Sifatnya yang seperti itu sangat mencurigakan dan mereka juga tidak ingin memaksa Simon mengatakannya.
"Jika dia tidak mengatakannya maka aku juga tidak memiliki hak apapun. Satu hal yang perlu kalian yakini bahwa dia akan kembali dan merupakan pahlawan yang sebenarnya." Liu Feng tidak memiliki komentar begitu pula dengan Ye Huan.
Bumi saat ini mengarah kepada titik dimana akan segera hancur, tujuan Simon saat ini adalah mengembalikan Aura Vitalitas di Bumi yang dicuri oleh Dunia Langit. Namun tentunya lawan yang menunggunya sangatlah kuat dan dia merupakan pahlawan yang sebenarnya, jasanya mungkin tidak akan dikenal namun Liu Feng sangat paham seberapa berbahaya tindakan yang Simon ambil.
Setelah beberapa waktu Simon akhirnya sampai disebuah Pulau luas dan lokasinya berada di Samudra Pasifik. Simon menunggu selama dua minggu disana dan tiba-tiba Pulau itu berguncang dengan hebat, tebing-tebing perlahan terbentuk dan sebuah Gerbang emas muncul.
Sosok Pria berjubah emas keluar dan dibelakangnya masih ada sepuluh orang yang terlihat menakutkan. Pria berjubah emas itu langsung mengetahui lokasi Simon dan sorot matanya dipenuhi rasa penindasan yang kuat.
"Ho... rupanya ada seseorang yang sudah menyambut sebelum kita datang, semut ini sepertinya datang untuk mengantar nyawa !" Kata salah seorang Pria tua sambil mengelus janggutnya.
"Bajingan... apakah kau yang sudah membunuh Anakku ?" Teriak Pria berjubah emas yang bernama Lei Jun.
Sepuluh orang dibelakangnya sedikit terkejut dan mereka segera waspada, kekuatan Simon sama sekali tidak bisa dideteksi dan Lei Ting yang datang kemari terlebih dahulu tidaklah lemah sama sekali. Namun fakta bahwa Pria didepan mereka bisa membunuhnya maka kekuatannya mungkin tidak lemah.
__ADS_1
"Itu aku... satu pertanyaan..."
Simon belum menyelesaikan perkataannya dan Lei Jun melesat seperti kilatan petir yang menyambar. Tombak ditangannya memancarkan petir ungu yang ganas, Simon yang tidak bisa menyaingi kecepatannya dan menahan serangan itu dengan kedua tangannya.
*Boom.*
Ledakan petir ungu yang dahsyat membuat Simon terhempas kebelakang menembus tebing, lengannya seolah akan patah dan terlihat luka bakar yang cukup jelas. Namun tubuh Kaisar Abadi memulihkannya dengan cepat dan dari dalam tanah akar tamanan mengikatnya dengan kuat, durinya mengandung racun namun sayangnya tidak mampu menembus tubuhnya.
"Tidak perlu merepotkan Raja Lei Jun... semut ini serahkan saja kepada kami." Kata seorang Gadis yang mengendalikan Akar Tamanan itu.
"Bunuh dia... tidak... pastikan untuk menyiksanya terlebih dahulu sebelum dibunuh, aku yakin ada banyak rahasia yang dimilikinya dan tidak mungkin Anakku mati ditangan semut rendahan seperti ini." Kata Lei Jun dengan penuh kemarahan.
Sepuluh orang menyerang kearah Simon sekaligus tanpa ampun, namun Simon hanya tersenyum kecil dan menunggu momen ini. Nyala Api biru muncul didahinya dan menyebar dengan cepat, mereka yang terkejut bergegas mundur dan semua hal yang ada disekitar Simon berubah menjadi abu.
"Kemana kalian akan pergi." Nyala Api Biru berubah menjadi sebuah rantai yang mengikat sembilan orang dari mereka.
__ADS_1