PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 73 - Atur Sendiri


__ADS_3

Setelah mereka semua selesai makan, mereka semua pergi keruang tamu dan berbicara beberapa hal. Simon mengeluarkan sebuah Dokumen dan meletaknya diatas meja.


"Ayah... ini adalah Surat Tanah dari daerah tempat tinggal kita. Aku dengar tempat itu akan diratakan, jadi aku membelinya dan sekarang Ayah adalah pemilik yang sah dari tanah itu."


"Nak... berapa banyak biaya untuk membeli Tanah ini. Lebih baik kau simpan uangmu dan gunakanlah untuk masa depanmu." Ayah Simon sedikit khawatir jika hal ini akan membebani keuangan Simon.


Wen Liu tersenyum dan mengambil Dokumen itu, "Ayah Mertua tidak perluh khawatir... sayangku ini sangat kaya. Lebih baik Ayah Mertua menerimanya, Putramu itu ingin sedikit berbagi keberhasilanya dengan Orang Tuanya."


Simon mengacungkan jempolnya kearah Wen Liu dan berterimakasih atas bantuanya.


"Baiklah... kalau begitu aku akan menyimpan Surat Tanah ini." Ayah Simon menerima pemberian dari Putranya.


Simon merasa lega karena Ayahnya mau menerimanya. Menatap Wen Liu dan berkata, "Aku juga memiliki sesuatu yang akan membuatmu bahagia karena senang !"


"Oh... Sayangku... coba katakan, keuntungan apa lagi yang berhasil kau dapatkan ?" Mata Wen Liu berbinar dan menunjukan sesuatu yang spesial.


Zhen Qiu berbisik ditelinga Ibu Simon dan mengatakan kalau Wen Liu adalah seorang Maniak dalam Bisnis. Jika itu menyangkut Bisnis besar maka dirinya akan langsung bersemangat, hampir semua Bisnis Simon hampir semuanya yang mengendalikanya adalah Wen Liu.


"Bukan sesuatu yang spesial... Aku hanya mendapatkan 50 persen keuntungan dari Tambang Berlian di Afrika. Tiga hari lagi aku akan pergi dan mengurus semua persetujuan dengan mereka." Simon berkata dengan jujur.


Semua orang terkejut mendengar hal ini, Simon hanya keluar dan berjalan-jalan. Ketika dia pulang kerumah, Simon akan memberikan kejutan yang besar.


Nancy masih tetap tenang dan tidak terkejut sama sekali. Dia sudah tahu semua transaksi Simon dengan Jun Tu, bahkan dia mendapatkan Hadiah darinya.


"Benarkah ?" Wen Liu masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Simon.

__ADS_1


"Tentu saja... apa kau pikir aku seorang pembohong. Untuk produksinya kita bisa menyerahkanya kepada mereka, kita hanya memerima keuntungan 50 persen dari Bahan Baku. Jika kau ingin membuat Toko Perhiasan, maka buat saja !" Simon berkata dengan santai.


"Kau benar-benar mengerti diriku... Aku mencintaimu !" Wen Liu mencium pipi Simon dan sangat senang.


Setelah mengobrol untuk waktu yang cukup lama, Zhen Qiu dan Nancy berpamitan kepada Orang Tua Simon. Mereka akan kembali kerumahnya masing-masing dan beristirahat.


Besoknya Simon bersama dengan Zella membawa Orang Tuanya untuk berjalan-jalan. Orang Tua Simon sangat senang mengetahui keberhasilan Putranya, terlebih keempat Kekasihnya terlihat sangat ramah dan baik kepada mereka.


"Simon... kapan kamu akan menikah ?" Tanya Ibu Simon dengan penasaran.


"Ibu bercanda... aku masih kecil. Jika Ibu menginginkan Cucu, aku bisa membuatnya terlebih dahulu." Simon menatap Zella dengan penuh arti.


Zella mengalihkan pandanganya dan sedikit malu. Simon ini terlalu santai, bahkan didepan Orang Tuanya dia masih bisa bercanda seperti itu.


"Lupakan... kau harus menikahi mereka terlebih dahulu. Jangan berbuat hal yang tidak-tidak dan biarkan mereka menyelesaikan pendidikan mereka !" Ibu Simon berkata dengan tegas.


Seharian penuh mereka berjalan-jalan dan mencoba berbagai makanan. Zella sendiri juga sangat senang dan tidak keberatan, menggandeng tangan Simon dan terus melihat pemandangan.


Sore hari mereka semua pulang kerumah dan membawa banyak barang belanjaan, Zella dan Ibu Simon mulai memeriksa barang-barang yang mereka beli. Simon dan Ayahnya terlihat sangat lemas setelah berputar-putar menemani Wanita berbelanja.


Simon memberikan sebuah kunci mobil dan Kartu Kredit kepada Ayahnya, "Ambil ini... Ayah membutuhkan Mobil ini. Jika Ayah ingin membeli sesuatu gunakan Kartu Kredit ini !"


"Terimakasih... tetapi Ayahmu ini tidak membutuhkan Mobil." Ayah Simon sedikit menolak mobil pemberian Simon.


"Teman-teman Ayah sudah datang ketempat ini. Apakah Ayah tidak ingin melihat mereka, jika Ayah ingin pergi... bawalah Ibu dan Zella. Besok aku akan pergi untuk beberapa hari mengurus Bisnisku dan membantu Wen Liu !" Simon berkata dengan jujur.

__ADS_1


"Kau bisa tenang... aku tahu kau sangat sibuk dan jangan khawatirkan kami." Ayah Simon berkata dengan santai.


"Baik." Simon akhirnya bisa bernafas dengan lega.


Keesokan paginya Simon berpamitan kepada mereka dan pergi bersama dengan Zhen Qiu ke Bandara. Simon sudah menghubungi Jun Tu dan bertemu denganya di Afrika.


Sebelumnya Wen Liu sudah membeli Pesawat Pribadi dan Simon cukup nyaman denganya. Akhirnya mereka berdua pergi dan terbang menuju Afrika.


Perjalanan ini cukup panjang dan Simon menghabiskan waktunya dengan mengobrol dengan Zhen Qiu. Mereka mengobrol tentang bisnis yang dilakukan Simon dan berbagai macam hal.


Zhen Qiu sangat menantikan hal ini, bahkan dia tidak bisa tidur karena sangat senang. Sangat jarang dia bisa pergi berdua dan berlibur bersama Simon.


Untuk sekolah dia tidak perluh khawatir, Anak Buah Ridas sudah mengatur semuanya. Lagi pula aekarang Universitas Cemerlang menjadi milik Simon, berangkat atau tidaknya itu bukan masalah yang besar.


"Jadi kau ingin mengusir penduduk yang ada disekitar pertambangan ?" Zhen Qiu bertanya dengan serius.


"Bukan mengusir... aku hanya akan memindahkan mereka. Lagi pula kami sudah membeli Tanah itu dan memberikan kompensasi kepada mereka, jadi mau atau tidak mereka harus pindah." Simon berkata dengan santai.


"Jangan terlalu berlebihan." Zhen Qiu berkata dengan manis.


"Tenang saja cantik... Suamimu ini tahu batasanya. Aku tidak akan melakukan tindakan ilegal." Simon tersenyum penuh arti dan mencium Zhen Qiu dengan mesra.


Zhen Qiu sudah terbiasa dengan hal ini dan membalas ciuman Simon dengan lembut, hanya ada perasaan manis dihati mereka berdua.


"Tidurlah... aku akan membangunkanmu ketika kita sudah sampai." Simon membawa Zhen Qiu ketempat tidur dan menggendongnya seperti Tuan Putri.

__ADS_1


Dua orang Pramugari yang melihat kemesraan Simon dengan Zhen Qiu benar-benar sangat iri, Simon terlihat seperti seorang laki-laki yang sangat menyayangi Wanitanya. Kebahagian terbesar dari seorang Wanita adalah mendapatkan sebuah kasih sayang dari Pria yang dicintainya.


__ADS_2