
Setelah semua Prajurit membuat Senjata dari batu dan kayu, mereka membuatnya menjadi sebuah Tombak dan Panah. Kemudian semua Prajurit berbaris kembali, Simon duduk dengan santai dibawah pohon dan meminum kopinya.
Simon berdiri dan berkata, "Apa kalian sudah makan ?"
"Sudah Komandan." Teriak semua Prajurit dengan tegas.
"Baguslah... Sekarang buatlah sebuah Kolam yang dapat menampung kalian semua !" Simon berkata dengan santai.
"Maaf Komandan... tapi dimana alatnya ?" Tanya salah seorang Prajurit.
Simon melihat Prajurit itu dan berjalan kearahnya. Prajurit itu menjadi pucat dan takut membuat Simon marah.
Simon mengambil sapu tangan disakunya dan mengelap kepala dari Prajurit dan berkata, "Inisiatif."
"Baik Komandan." Segera semua Prajurit bubar dan membuat alatnya sendiri.
Mengambil tempurung kelapa dan mulai menggalinya secara manual. Simon kembali duduk dan meminum kopinya, menyalakan sebatang rokok dan mengamati mereka dengan santai.
Feil dan lainya sedikit kesal dengan perintah yang diberikan oleh Simon. Mereka adalah seorang Tentara Elit dan seharusnya berlatih menembak dan strategi Perang dan sekarang mereka berakhir menjadi seperti pekerja bangunan yang membuat sebuah kolam.
Tetapi mereka tidak berani membantah perintah Simon. Melihat waktu kemunculanya yang terlihat heroik, mereka semua tidak memiliki keberanian untuk bersuara.
Semua Prajurit menggali dalam waktu satu hari tanpa berhenti. Tubuh mereka mulai lemas, rasa lapar dan haus mulai muncul. Seseorang Prajurit sudah tidak tahan dan berjalan kearah Simon.
"Komandan... saya ingin meminta ijin untuk berhenti dan memakan sesuatu untuk mengisi tenaga !" Prajurit itu berkata dengan hormat.
"Apakah ada Perintah yang melarangmu untuk makan ?" Simon berkata dengan dingin.
"Tidak ada Komandan." Jawab Prajurit itu dengan tegas.
"Lalu... kenapa kalian meminta ijinku untuk makan. Jika tidak ada perintah untuk itu ?"
__ADS_1
"Maafkan kami karena tidak mengerti apa yang dimaksudkan Komandan." Prajurit itu meminta maaf.
Semua mata tertuju kepada Simon dan Prajurit itu, seperti mereka ingin menonton sesuatu yang menarik.
"Pahami dan cermati sebuah perintah !" Simon berteriak dengan tegas, "Kalian mengaku diri sendiri sebagai Tentara Elit, tetapi masih tidak mengerti arti dari sebuah Perintah !"
Semua Prajurit bergidik ketakutan dan mendengarkan Simon.
Simon melanjutkan, "Pertama... tidak ada perintah untuk melarang kalian makan dan beristirahat. Kalian malah menyiksa diri sendiri, kalian sendirilah yang salah karena tidak mendengarkan isi Perintah itu baik-baik. Apakah pantas itu disebut dengan Elit ?"
Semua Prajurit menundukan kepalanya dan sedikit marah, tetapi mereka mulai merenungkan semua apa yang dikatakan Simon.
"Kedua... Ketika kalian mendengar Perintah untuk membuat Kolam yang mampu menampung kalian semua. Hal apa yang pertama kalian pikirkan ?" Tanya Simon kepada semua Prajurit.
"Segera menyelesaikanya." Kata Seorang Prajurit.
"Itu merupakan sesuatu hal yang bagus bagi mereka yang merupakan Prajurit biasa." Simon menatap mereka dan berteriak, "Tapi bagi kalian para Elit... seharusnya kalian berfikir, bagaimana cara membuat Kolam dengan hasil yang bagus dan berfikir secara aktif !"
"Terimakasih Komandan... karena telah mengajari kami !" Teriak semua Prajurit.
"Kerjasama dan Kerja yang efektif, kalian adalah para Elit dan jangan permalukan julukan itu. Kaliam semua berhenti bekerja dan istirahat, besok pagi perbaiki diri kalian dan pastikan untuk bekerja dengan efektif." Simon berkata dengan ketegasan dimatanya.
Nona Wen yang melihat dari jauh cukup senang dengan cara berfikir Simon. Dari pada meningkatkan kemampuan mereka, dia lebih baik meningkatkan kesadaran mereka dalam berfikir.
"Elit... kelihatanya Pemimpin Zhen Tian akan senang mendengar hal ini ?" Nona Wen tersenyum dan mulai membuat laporanya.
Semua Prajurit pergi kedalam hutan untuk berburu. Mereka mendapatkan pelajaran yang sangat berharga kali ini, Simon mungkin terlalu muda untuk menjadi seorang Pemimpin. Tetapi pandanganya sangat luas dan perlahan memperbaiki kekurangan mereka.
Mungkin Pasukan Naga akan berkembang dibawah kepemimpinanya. Simon duduk dibawah Pohon dengan santai meminum Kopinya dan terus terjaga sepanjang malam.
Feil yang selesai beristirahat melihat Simon yang duduk sendirian, dia berjalan mendekat kearahnya dan memberi hormat.
__ADS_1
"Selamat malam. Komandan tolong maafkan perilaku saya yang sebelumnya kurang ajar terhadap Anda !" Feil meminta maaf dengan sopan.
"Tidak masalah itu bukan masalah besar, duduklah dan tidak perluh bicara terlalu sopan." Simon berkata dengan santai.
"Ha... Bolehkah saya tahu kenapa Anda tidak mengatakan Identitas pada saat dipesta ?" Feil bertanya dengan gugup.
"Memangnya apa yang aku dapat dari hal itu ? Ada beberapa hal yang tidak dapat dirubah dalam hidup." Simon berkata dengan tenang dan menyalakan sebatang rokok.
"Anda salah... jika Anda mengatakan hal itu sebelumnya, Nancy tidak mungkin memilih bersama dengan Cheng." Feil berkata dengan serius.
"Mereka memiliki ambisinya sendiri, sedangkan aku adalah orang yang akan diincar banyak orang dimasa depan. Sejujurnya aku sedikit bersyukur Nancy lebih memilih mengakhiri hubunganya denganku, jadi dia masih bisa bahagia dengan hidupnya yang tenang." Simon berkata dengan jujur.
"Maafkan saya... mungkin kata-kata saya sedikit kurang ajar. Tetapi Nancy sendiri sangat mencintai Anda dan hubunganya dengan Cheng mungkin tidak berjalan dengan baik !" Feil berkata dengan jujur.
Simon merupakan Pria yang dicintai Nancy dan hubunganya dengan Cheng tidak pasti. Walaupun Simon mencoba menyangkalnya, terlihat dari cara bicara dan ekspresinya Simon memiliki perasaan yang sama dengan Nancy.
"Yah... aku tidak terlalu mengerti dan tidak peduli dengan kelanjutan mereka. Tetapi jangan katakan apapun tentang Identitasku dan tolong untuk menjaganya, jika dia menemui sesuatu masalah yang serius. Kau harus segera memberitahuku !" Simon berkata dengan sungguh-sungguh.
"Baik Komandan... Saya akan membantu Anda dalam hal itu." Feil berjanji ajan membantu Simon.
"Kalau begitu aku harus berterimakasih padamu. Latihan besok mungkin akan jauh lebih berat dan berbahaya, tetapi manfaatnya mungkin kalian akan menjadi kuat. Pergilah dan beristirahat untuk besok." Simon memberikan sedikit arahan untuk Feil.
"Baik." Feil tersenyum dan kembali ke tenda.
Feil berfikir kalau Simon ini mudah untuk diajak bicara. Wakaupun memiliki jabatan yang tinggi, dia tidak sombong dan lebih memilih menyembunyikanya. Dia merupakan seorang Pria yang pantas untuk dikagumi.
Simon masih bersantai, menghisap rokoknya dan memandang langit yang gelap. Dia sedikit merenungkan perkataan dari Feil yang memberitahunya tentang Nancy. Cheng adalah Pria yang buruk dan hubungan mereka mungkin tidak berlangsung lama.
Saat ini dia juga memiliki Zhen Qiu, jadi dia tidak perluh khawatir dan dia sudah berjanji untuk menjadikanya miliknya.
Simon tidak mungkin membuatnya kecewa, lagi pula dia sama sekali tidak masalah dengan dirinya yang akan melindungi Nancy dari belakang. Wanita seperti itu Simon tidak berani untuk mempermainkan perasaanya.
__ADS_1