
"Sistem... Apakah kau memiliki sesuatu yang bisa memulihkan kondisi Ayahku ?" Simon bertanya kepada Sistem.
[Sistem menyarankan agar Master menggunakan Cairan Dev. Harga dari Cairan Dev adalan 5 Juta.]
"Yah... aku ambil Cairan Dev." Simon membeli apa yang Sistem rekomendasikan padanya.
Sebuah Botol berwarna merah muncul dan mengeluarkan aroma obat yang sangat harum. Simon keluar dari kamar mandi dan melihat sekitarnya, saat ini ibunya sedang duduk dikursi.
Simon berjalan dan membantu Ayahnya untuk meminum Cairan Dev. Ibu Simon sedikit terkejut dan berkata, "Apa yang mau kamu lakukan ?"
"Ini adalah Herbal untuk Ayah." Simon berkata dengan santai.
Perlahan tubuh Ayah Simon yamg terlihat pucat menkadi segar dan memar ditubuh semuanya menghilang. Ibu Simon menutup bibirnya dan terkejut dengan perubahan suaminya yang terlihat baik.
"Bu... panggilah Dokter dan suruh mereka untuk memeriksa kondisi Ayah, jangan beritahu apapun tentang Obat ini." Simon meminta Ibunya memanggil Dokter.
Ibu Simon segera berlari keluar, perlahan Ayah Simon membuka matanya dan merasakan tubuhnya sangat segar. Dia terkejut melihat Simon yang sudah berada didekatnya.
"Nak... kapan kau pulang ?" Ayah bertanya kepada Simon.
"Satu jam yang lalu... Ayah tidur terlalu lama jadi aku tidak ingin membangunkanmu !" Simon tersenyum dan berkata, "Ayah... sebenarnya apa yang terjadi ?"
"Tidak apa-apa." Ayah Simon mulai mengingat apa yang terjadi padanya, "Aku hanya dipecat dan sedikit memiliki konflik dengan Mandor ditempat itu, kau tidak perluh khawatir lagi pula aku tidak apa-apa."
"Ya." Simon tersenyum dan berkata, "Mulai sekarang Ayah tidak perluh bekerja. Anakmu ini memiliki penghasilan yang bagus dan sangat mampu untuk menghidupi kalian berdua."
"Hahaha... Memangnya apa yang kau kerjakan, apa kau menyuruh Ayahmu bekerja ditempat Batu Bata !" Ayah Simon sedikit tertawa mengingat Anaknya menjual Batu Bata.
__ADS_1
Tetapi dia sama sekali tidak membencinya, melihat Anaknya yang pemalas mau bekerja dan memikirkan masa depanya sendiri. Itu sudah merupakan kebahagian besar untuknya.
"Hehehe... Sebenarnya aku adalah Seorang Komandan Militer dan aku tidak menjual Batu Bata." Simon mengagaruk kepalanya dan berkata dengan jujur.
"Apakah otakmu sakit !" Ayah Simon sedikit geli dengan kebohongan Putranya.
Simon mengangkat bahunya dan sudah menebak hal ini akan terjadi, Simon dikenal dengan sifat yang pemalas dimata mereka. Jangankan Komandan Militer, bahkan Simon sedikit meragukan kalau Ayahnya akan percaya dengan Simon yang menjual Batu Bata.
Mungkin setelah kembali ke rumah dia akan berbicara dengan mereka tentang masalah ini. Jadi Simon bisa membawa mereka, tetapi sebelum semua itu dia akan membalas semua perlakuan mereka terhadap Ayahnya.
Setelah beberapa saat Ibu Dimon dantang membawa Dokter bersamanya. Setelah memeriksa Ayah Simon, Dokter itu terkejut melihat kondisi Ayah Simon yang sudah membaik. Bahkan hampir semua lukanya sudah pulih dan kakinya yang patah sudah sembuh total.
Dokter itu mengijinkan mereka untuk pulang dan Simon pergi keluar untuk mengurus semua biaya dan surat-suratnya. Setelah beberapa waktu Simon membawa mereka keluar dan segera pulang.
"Nak... dari mana kau mendapatkan Mobil sebagus ini !" Ayah dan Ibu Simon sangat terkejut melihat Simon membawa Mobil yang terlihat sangat mahal.
"Ini Mobilku... Jika Ayah menginginkanya aku bisa membelikan yang baru untuk kalian." Simon sedikit bangga dan tidak pernah merasa sepuas ini dalam hidupnya.
"Ayah bisa menghancurkanya jika tidak percaya." Simon benar-benar frustasi dan menyesal karena menjadi Orang yang tidak berguna. Bahkan Orang Tuanya sendiri tidak percaya dengan niat baik Anaknya.
Simon membuka pintunya dan membiarkan mereka masuk. Segera dia kembali kerumah Orang Tuanya, sudah cukup lama sejak Simon kembali kerumah. Tetapi dia tidak akan pernah melupakan jalanya.
Setelah beberapa waktu Simon masuki perkampungan dan berhenti didepan Rumah yang terlihat sederhana. Simon mulai teringat dengan Nancy yang sering berkunjung ketika waktu di Sekolah Menengah, Nancy dulu bersekolah disekitar daerah ini dan mulai menjalin hubungan dengan Simon.
Orang Tuanya sama sekali tidak keberatan tentang hubungan mereka, tetapi sayangnya mereka harus berpisah ditengah jalan.
Simon yang sekarang memiliki tiga orang Wanita disampingnya. Simon tidak ingin mengecewakan mereka bertiga, jadi dia hanya bisa menahan semua perasaanya.
__ADS_1
Perlahan mereka masuk kedalam dan munyuruh Simon untuk beristirahat. Tetapi Simon ingin pergi keluar dan kewarung yang biasanya menjadi tempat tongkronganya.
Simon berjalan dengan santai dan melihat beberapa Tetangga yang menyapanya. Mereka semua adalah orang-orang yang baik, jadi Simon bersikap sopan kepada mereka.
Setelah beberapa waktu Simon sampai diwarung yang terlihat sederhana, dulu dia sering datang kemari untuk makan dan penjualnya adalah orang yang cukup ramah.
Simon masuk dan melihat seorang Pria Tua yang rambutnya sudah berwarna putih, Simon berjalan kerahnya dan menepuk punggung Kakek.itu.
"Kakek... lama tidak bertemu !" Simon menyapa dengan santai.
Kakek itu berbalik dan terkejut, "Bocah... kapan kau kembali dan apa-apaan dengan Pakaianmu itu, kenapa kau terlihat sangat keren !"
Kakek itu terkejut melihat perubahan yang dialami oleh Simon. Dulu Simon terlihat sangat kurus dan penampilanya sangat buruk dan terlihat seperti Preman, sekarang berbeda Simon terlihat sangat gagah dan penampilanya sangat rapi.
"Hahaha... Dari dulu aku memang keren." Simon mengusap hidungnya dan berkata dengan percaya diri.
"Omong kosong... Aku dengar Ayahmu dihajar beberapa Preman, bagaimana keadaanya ?" Kakek itu bertanya dengan penasaran.
"Oh... Ayah sudah baikan." Simon sedikit penasaran dan berkata, "Kenapa kau bisa tahu tentang hal ini ?"
Simon memesan kopi dan menghirup rokoknya, dia cukup penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Kakek ini.
"Memangnya itu hal yang baru, hampir setiap orang ditempat ini bekerja di Pabrik Mabel itu. Mandor ditempat itu sangat tidak adil dan Ayahmu adalah korban ketidak adilanya."
Kakek itu melanjutkan, "Akhir-akhir ini banyak pengurang Pekerja ditempat itu. Ayahmu adalah salah satu orang yang keluar, tetapi seharusnya dia dan teman-temanya diberikan gaji bulan ini. Tetapi mereka berakhir bertengkar dan Ayahmu berakhir dihajar oleh Preman bayaranya."
"Apa maksudmu mereka tidak mau memberikan Gaji kepada Ayahku ?" Simon sedikit marah tentang hal ini.
__ADS_1
Tidak masalah jika Ayahnya dikeluarkan karena pengurangan Pekerja karena itu merupakan hal yang wajar. Tetapi mereka berani menggelapkan sesuatu yang harusnya menjadi hak milik Ayah dan teman-temanya, Simon benar-benar tidak sabar untuk segera bertemu dengan Mandor itu.
"Tentu saja... Kita hanyalah orang-orang kecil, sedangkan mereka memiliki sedikit kekuasaan. Hal seperti ini sudah biasa terjadi, kau masih muda dan belum melihat seperti apa Dunia bekerja." Kakek itu berkata dengan jujur.