PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 48 - Sesuatu Yang Tidak Mungkin Dihentikan


__ADS_3

Pagi hari Simon dan Nacy bersiap-siap untuk kembali ke Rumah, setelah obrolan semalam hubungan mereka sedikit lebih nyaman. Nancy sendiri belum memutuskan apakah dia akan kembali dan berpacaran lagi dengan Simon.


Memikirkan hal sebelumnya yang dia lakukan, membuatnya sedikit malu untuk memberitahu Simon tentang perasaanya.


Simon dan Nancy berjalan keluar dengan pakaian yang disiapkan oleh Pelayan Hotel. Mereka berdua segera pergi dan meninggalkan Hotel Fantastic.


Saat ini lebih baik membawa Nancy pulang dan dia harus segera meningkatkan kekuatanya untuk menghadapi misi yang akan dia lakukan 4 hari lagi.


Setelah beberapa jam perjalanan mereka, akhirnya tiba didepan rumah Nan Gu. Nancy sedikit gugup dan takut akan dimarahi oleh Ayah dan Ibunya.


Simon tersenyum dan berkata, "Tenang saja... aku alan membantumu !"


Nancy mengangguk dengan pasrah dan masuk bersama Simon. Didalam Ruangan mereka melihat Nan Gu yang terlihat sangat kesal.


"Gadis bodoh... katakan padaku bagaimana kau ingin dihukum ?" Nan Gu berkata dengan marah.


Nancy bersembunyi dibelakang Simon dan takut dengan Ayah dan Ibunya, "Maafkan aku !"


"Maaf... Kau sudah membuat Ibumu menangis semalaman dan hanya itu yang kamu katakan." Nan Gu sangat marah.


"Paman... bukankah Nancy baik-baik saja. Dia hanya terbawa masalah yang ditimbulkan teman-temanya. Jadi jangan terlalu keras padanya." Simon menenangkan Nan Gu.


"Ha... baiklah." Nan Gu menyuruh Simon duduk dan berbicara denganya, "Bagaimana bisa dia bermasalah dengan beberapa Penjahat ?"


"Seperti biasa... terkadang seorang laki-laki ingin tampil hebat didepanya. Tetapi sayangnya tidak berjalan dengan baik. Dia berfikir menendang seekor kucing kecil, ternyata yang dia tendang adalah seekor macan yang ganas." Simon menahan dirinya untuk tidak tertawa.


Menurut laporan yang diberikan oleh orang-orangnya. Cheng berniat menyinggung seseorang dan berakhir dengan mengeroyok bersama dengan teman-temanya. Setelah beberapa saat orang itu kembali dan membawa lebih banyak orang dan mereka semua berakhir ditangkap dan disiksa.

__ADS_1


"Bagus... mereka akan membayar semuanya setelah ini. Bagaimana dengan anggota Geng itu ?"


"Mati." Simon tersenyum dan berkata dengan dingin.


Nan Gu menelan ludahnya, dia tidak menyangka kalau Simon benar-benar bertindak dengan kejam.


"Kau harus berhati-hati... Distrik selatan adalah milik Joker. Jika kau ber..." Sebelum Nan Gu menyelesaikan kata-katanya Simon memotongnya.


"Joker sudah mati. Beberapa hari yang lalu dia menjebaku dengan 50 Anak buahnya dan aku membunuh mereka semua sendirian !" Simon berkata dengan santai.


"Benarkah ?" Nan Gu sangat terkejut mendengar pernyataan Simon yang membunuh Joker.


"Ya... bukan hanya itu... Seluruh Dunia Bawah Negara Beihan sekarang dibawah kendaliku." Simon berkata dengan jujur.


Nan Gu sangat terkejut mendengar ini, bukankah Simon yerlalu berlebihan jika menguasai seluruh Dunia Bawah Negara Beihan. Tetapi Nan Gu tahu kalau ekspresi Simon sama sekali tidak bercanda.


"Tenang saja... nyawaku dan Zhen Tian sudah diincar oleh salah satu Kaisar Dunia Bawah Big Father. Beberapa hari lagi aku akan datang dan menentukan siapa yang akan mati !" Simon berkata dengan jujur.


"Nak... kau gila." Nan Gu terkejut mendengar keputusan Simon yang gegabah.


"Aku hanya memiliki dua pilihan. Lari dan bersembunyi dari mereka, atau melawan mereka semua dan merebut gelar Kaisar. Mereka hidup... aku mati... aku hidup atau mereka yang mati !" Simon berkata dengan tegas.


"Apanya yang hidup dan mati !" Nancy berteriak dengan marah.


Simon mengabaikanya dan berdiri, "Paman... aku harus pergi dan mempersiapkan semuanya baik-baik !"


"Yah... aku tidak bisa menghentikanmu. Kembalilah dengan selamat." Nan Gu tidak ingin terlalu mempermalukan Simon.

__ADS_1


"Ayah... kenapa kau tidak menghentikanya ?" Nancy berteriak dengan marah.


"Untuk apa... siapa kau baginya ?" Nan Gu berteriak dengan marah. Jika bukan karena kebodohan Anaknya, Simon tidak akan sampai menjadi seperti sekarang.


Simon keluar dan pergi menuju mobilnya, Nancy berlari dan mengejarnya. Meraih lenganya dan berkata, "Kau mau kemana ?"


"Wanita tidak perluh tahu !" Simon berkata dengan dingin.


"Memangnya kenapa... tolong jangan lakukan apapun yang membahayakan dirimu. Aku berjanji akan melakukan apapun !" Nancy menangis dan duduk ditanah.


"Maaf... aku tidak bisa melakukan itu. Aku sudah memiliki 2 orang wanita disisiku, demi kebaikanmu lebih baik kau tidak memiliki perasaan padaku." Simon berkata dengan sedih.


"Tidak... tidak... aku tidak masalah dengan hal itu, tetapi jangan pergi aku mohon !" Nancy meringkuk ditanah dan memohon kepada Simon.


"Aku adalah seorang Tentara... Ini adalah sebuah kewajiban dan aku tidak bisa mengabaikanya." Simon masuk kedalam mobil dan pergi dari tempat itu.


Nancy masih duduk ditanah dan menangis, dia tidak tahu apa yang sebenarnya akan Simon lakukan. Tetapi ketika menyangkut nyawanya, dia tidak bisa tinggal diam dan membiarkanya melakukan sesuatu yang berbahaya.


Simon kembali ke rumahnya dan berkata, "Sistem tolong upgrade Teknik Kultivasi Naga ke Tingkat 2 !"


[Sistem sedang memproses permintaan Master." ]


Simon menjerit kesakitan dan merasakan rasa sakit diseluruh tubuhnya. Dia tidak menyangka dalam proses peningkatan Teknik Kultivasi Naga miliknya akan sesakit ini.


Tetapi demi meningkatkan kekuatanya Simon tidak akan ragu untuk mengalami hal seperti ini. Keselamatanya adalah hal yang paling penting dan dia tidak bisa mengabaikanya.


Kenyataanya dia belum cukup kuat dan masih bisa dilukai oleh seorang Penjahat yang lemah.

__ADS_1


__ADS_2