PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 122 - Bentuk Kedua Kehidupan


__ADS_3

Lei Jun sedikit terdesak dan bertarung melawan Simon seolah dia menghadapi mayat hidup, tubuhnya yang keras dan kekuatan pemulihannya sangat tinggi. Pertarungan ini tidak akan berakhir jika dia tidak menghancurkan Simon sampai mati dan tujuannya berakhir dengan sia-sia.


Apa yang Lei Jun inginkan adalah keterampilan yang Simon miliki, dia harus menangkapnya hidup-hidup dan menggali Jiwanya untuk mendapatkan pengetahuan itu. Karena itulah dia sedikit berhati-hati dan anehnya kemampuan Simon juga dapat mengimbanginya.


Lei Jun mengeluarkan sebuah Token emas dan Aura yang sangat kuat menyembur, sosok Jiwa Buddha enam tangan muncul dibelakangnya dan Lei Jun duduk diantara tangan Buddha.


"Lux ?" Simon menjaga jarak dan mundur.


(Apa yang Master lihat sekarang adalah peminjaman kekuatan Dharma. Kekuatan ini hanya bersifat menekan jiwa dan tidak berpengaruh terhadap Master yang memiliki Api Phoenix, tapi untuk menembus pertahanannya hampir tidak mungkin. Disarankan agar Master menggunakan bentuk kedua kehidupan dari Teknik Tiga Putaran Keabadian.)


"Hancurlah." Lei Jun membentuk segel dan kekuatan jiwa yang luar biasa dapat Simon rasakan.


Nyala Api Biru muncul didahinya dan gambaran Phoenix yang agung terlihat, penindasan jiwa yang dilakukan oleh Lei Jun sama sekali tidak ada artinya dihadapan Simon dan justru dia terkena serangan baliknya sendiri.


Sudut mulut Lei Jun mengeluarkan darah dan dia menggunakan darah itu kepada Tombaknya, dengungan yang keras dan kilatan petir yang ganas meledak-ledak menyelimuti Tombaknya. Lei Jun dengan marah melemparkan Tombak itu kearah Simon dan keganasannya sedikit membuat Simon waspada.

__ADS_1


"Sialan." Simon meninju kedepan dan Qi Spiritualnya berubah menjadi seekor Naga Emas yang besar.


*Boom.*


Naga Emas diledakan oleh Tombak itu dan terus menerjang kedepan, Simon tidak bisa mengikuti kecepatannya dan menggeser sedikit tubuhnya. Bahu dan lengan kirinya hancur oleh Tombak itu dan kilatan petir ungu memberikan rasa sakit yang mengerikan.


"Aku sudah tahu trik licikmu dan tidak akan aku biarkan kau meregenerasi tubuhmu." Lei Jun melambaikan jarinya dan Tombak itu berbalik mengejar Simon.


Simon terbang dengan cepat dan masuk kedalam air untuk memperlambat momentum Tombak itu, dia mencapai dasar namun sayangnya keberadaannya sudah terkunci oleh Lei Jun. Namun dalam jeda waktu ini seharusnya sudah cukup baginya untuk melakukan serangan balik.


Teknik Tiga Putaran Keabadian yang pertama adalah Kematian, Simon bisa menggunakan energi kematian dengan bebas dan menyatukannya dengan Seni Beladirinya. Tentunya setiap serangannya akan berbahaya tergantung dengan seberapa banyak penguasaan Simon.


Sedangkan bentuk kedua adalah kehidupan yang abadi, Simon dapat memanipulasi energi kehidupan disekitarnya dan meminjam energi itu sebagai bagian dari dirinya. Kekuatannya akan melonjak dengan drastis dan melebihi tingkatannya, tentunya ada batas waktu yang bisa dia pertahankan dan setelah melewati latihan di ruang sistem membuat Simon memahami benar kekuatan dari bentuknya.


"Energi macam apa ini... terlihat tenang tapi sangat besar dan menakutkan." Lei Jun melihat kearah laut dan tiba-tiba saja gelombang energi yang kuat menyembur.

__ADS_1


Kilatan cahaya emas keluar dan dalam sekejap pukulan keras menghantam tepat dada Lei Jun, ledakan Qi Spiritual mendorongnya dan Armor yang dia gunakan hancur berkeping-keping.


Darah menyembur dari mulutnya dan Lei Jun sangat terkejut setengah mati, Aura yang Simon tunjukan sudah melebihi level kekuatannya dan situasinya menjadi sangat berbahaya. Seharusnya dia tidak meremehkannya dan kembali membawa beberapa Ahli Raja Dewa untuk membantunya.


Pria muda yang dia hadapi sekarang adalah pewaris dari Kaisar Qin yang dapat bersaing dengan Kaisar Dewa Qing Tian dimasa lalu. Pertarungan mereka tercatat dalam sejarah besar Dunia Langit dan tentunya Seni Beladirinya tidak seharusnya diremehkan.


Simon merentangkan kedua tangannya dan Aura emas meledak, "Seni Beladiri Sejati... Pengambil Kehidupan."


Telapak Tangan hitam yang besar terbentuk dan tekanan yang dirasakan oleh Lei Jun membuatnya tidak bisa bergerak. Telapak Tangan itu menangkapnya dan teriakan menyedihkan Lei Jun terdengar sangat keras.


Merampas kehidupan yang berarti melahap Inti Kehidupan Lei Jun bersama dengan vitalitasnya, proses ini akan sangat menyakitkan dan Simon menahan Lei Jun agar tidak memberontak.


"Lepaskan aku... apakah kau pikir dirimu akan selamat setelah membunuhku !" Teriak Lei Jun dengan putus asa.


"Aku sudah kebal terhadap ancaman seperti itu, kau hanya batu loncatan bagiku dan ketika aku melangkah ke Dunia Langit melewati gerbang abadi maka aku akan menegakkan keadilan." Simon meremasnya lebih kuat dan semua energi Lei Jun tiba-tiba menghilang menjadi ketiadaan.

__ADS_1


__ADS_2