
Didalam kamar Simon berbaring dengan nyaman bersama Ye Qingchen ditempat tidur sambil melihat televisi. Banyak hal perlahan mulai berubah dan bencana alam yang sering muncul, Simon tidak tahu apakah ini berhubungan dengan Gerbang Abadi atau tidak tapi setidaknya ini membuatnya sedikit waspada.
"Apa yang sedang kau cemaskan sayang ?" Tanya Ye Qingchen sambil mengusap dada Simon..
"Uang, kekayaan, kekuatan, kekuasaan dan wanita... aku memiliki semuanya. Sekarang banyak hal yang ada diluar perkiraan dan kekuatan aneh seperti dunia disisi lain. Semakin jauh aku melangkahkan kakiku dan bertambah kuat, aku merasa banyak sekali tanggung jawab yang harus dipenuhi." Simon mengusap kepala Ye Qingchen dan mengatakan isi hatinya.
"Kau sedang mengalami penyimpangan dengan banyaknya hal baru yang masuk kedalam kepalamu. Itu adalah hal wajar karena umur yang masih muda memegang kekuatan yang besar, kau bukanlah Ahli Beladiri yang mendedikasikan hidupnya mengejar kekuatan." Ye Qingchen memberikan sedikit semangat kepada Simon.
"Kau terlalu manis... bisakah kau membuatnya menjadi sederhana Istriku ?" Simon selalu bingung dengan nasihat yang diberikan Ye Qingchen.
"Sederhana... kau hanya perlu bersyukur dengan apa yang kau miliki sekarang. Sebagai Seniman Beladiri setidaknya kau harus memiliki tujuan hidupmu dan menetapkannya didalam hatimu, takdir setiap orang memang berbeda namun arti dari kehidupan itu sendiri pada akhirnya mengarah kepada hal yang sama. Banyak orang yang memiliki kepercayaan mereka sendiri dan berdoa kepada Dewa mereka untuk mencari keselamatan, tapi menurutmu apakah arti kehidupan itu sendiri apakah menyerahkan diri kepada langit ?" Tanya Ye Qingchen dengan sungguh-sungguh.
"Kau benar... sepertinya aku kurang bertekad dalam melakukan sesuatu." Simon mengakuinya dan menerima masukan.
Setelah dia selesai dengan dendamnya Simon kehilangan tujuannya, Organisasi Informasi sudah berakhir ditangannya dan sekarang dia mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang dunia. Simon berpikir jika ini adalah lembaran baru dalam hidupnya, entah apa yang akan terjadi dimasa depan setidaknya Simon ingin melindungi apa yang dia miliki sekarang yaitu Keluarganya.
__ADS_1
"Lakukan saja apa yang menurutmu baik... kami semua ada disini untuk mendukungmu." Ye Qingchen semakin mencintai Simon.
"Senang rasanya memilikimu sebagai Istriku." Simon mengusap bibir Ye Qingchen dan menciumnya dengan lembut.
Simon merasa jauh lebih baik sekarang dan memeluk Ye Qingchen lebih erat, hangatnya tubuh Simon memberikan perasaan yang menyegarkan untuknya. Selama Simon menginginkannya dia tidak akan menolaknya, tidak ada artinya untuk istirahat dan Ye Qingchen menikmati momen berdua bersama dengan Simon.
Setelah beberapa hari akhirnya kelima Istrinya menjadi Ahli Beladiri yang sudah Awakening, walaupun masih di lapisan pertama namun seiring berjalannya waktu mereka akan menjadi semakin kuat selama giat berlatih.
Karena mereka adalah pengantin baru Simon mengatur banyak perjalanan diberbagai Negara dan menepati janjinya kepada Ye Qingchen. Mereka berjalan-jalan layaknya orang biasa dan melihat banyak pemandangan baru diluar Beihan.
Disebuah bukit Simon melihat pemandangan dengan santai sambil menghisap rokoknya, kelima Istrinya sedang bermain dibelakangnya dan sudah satu bulan mereka berkeliling dunia.
(Ding... Beberapa Aura yang kuat sedang menuju kearah Dewa yang kuat sedang menuju kearah Master.)
"Sialan." Simon melihat sebuah cahaya merah dari kejauhan dan membuat penghalang.
__ADS_1
Cahaya itu merupakan sebuah Bola Api yang besar dan para pengunjung lainya merasakan panas yang menyiksa. Bahkan pohon ikut terbakar oleh panasnya Bola Api dan Simon membuat penghalang Qi yang sangat kuat.
*Boom.*
Gelombang panas menyebar dan Simon membungkus kelima Istrinya dengan Auranya, "Aku akan mengirim kalian keluar dari Bukit ini dan setelah menghabisi mereka aku akan datang kepada kalian !"
"Berhati-hatilah." Zhen Qiu sedikit cemas dan Simon mengirim mereka pergi.
Dua sosok Pria muncul yang tidak lain salah satu dan Aura mereka terlihat mengancam, Simon terbang keatas langit dan niat membunuhnya meledak dengan penuh kegilaan. Jika bukan karena Lux yang memperingatkannya maka Simon akan terlambat membuat penghalang dan serangan itu mungkin akan berdampak buruk bagi orang banyak.
(Ding Ras Naga... Mereka memiliki kekuatan tubuh yang tidak kalah dari Master.)
Simon meledakan Auranya dan berkata dengan ekspresi yang dingin, "Ada kata-kata terakhir sebelum kalian mati ?"
"Disini bukan hanya kau saja yang sudah menerobos Alam Dewa Sejati. Kau hanyalah Manusia dan tidak layak disamakan dengan kami." Mereka berdua berubah menjadi seekor Naga dan hal ini mengejutkan Simon.
__ADS_1
Mereka bertiga bergerak bersama dan pertarungan yang sengit terjadi diatas langit, benturan diantara mereka menciptakan gelombang kejut yang menakutkan dan Simon mengamuk dengan penuh kegilaan.