
Nan Gu berdiri dan perlahan-lahan mulai berjalan. Meskipun masih agak kaku karena dia duduk dikursi roda selama bertahun-tahun, tetapi dia masih tetap sangat bahagia dengan kesembuhanya saat ini.
"Jangan terlalu bersemangat, Paman sudah mengalami kelumpuhan dalam waktu yang cukup lama. Anda hanya perluh berlatih berjalan dipagi hari dan saya jamin 1 minggu Paman akan bisa berjalan dengan normal !" Simon tersenyum dan ikut senang dengan kesembuhan Paman.
"Simon... aku tidak tahu harus berterimakasih padamu dengan cara apa. Jika kau memiliki permintaan, selama sanggup aku akan melakukan apapun untukmu ?" Nan Gu bertekad didalam hatinya.
Cheng dan Silia menjadi pucat, mereka tidak mengira bahwa Simon akan menyembuhkan kaki dari Nan Gu. Saat ini mereka merasa sangat malu dan mengutuk Simon didalam hatinya. Nancy memandang Simon dengan rasa bersalah dan diam ditempatnya berdiri.
"Kelihatanya Paman salah paham... Aku melakukan ini untuk tidak membuktilan apapun. Aku kesini karena membalas semua kebaikan yang saya terima dari Paman. Tidak ada niat lain didalamnya, bahkan jika Anda memberikan semua harta Anda. Anak ini akan dengan tegas menolaknya." Simon berkata dengan sungguh-sungguh.
Pemimpin Xie sangat terkejut dengan Simon yang sangat murah hati. Jelas jika hanya masalah keuntungan Simon tidak akan berbuat sampai sejauh ini, jelas... Simon hanya ingin membalas kebaikan dari Nan Gu. Kebaikan macam apa yang dia terima, Pemimpin Xie tidak tahu pasti.
Nan Gu melirik kearah Nancy dan menghela nafas panjang, "Hah... sayang sekali."
Cheng sedikit marah dengan perkataan Nan Gu, saat ini Nan Gu sedang membandingkan dirinya dengan Simon dan menyayangkan berakhirnya hubungan antara Nancy dan Simon.
"Nak... sepertinya kau telah tumbuh menjadi Pria yang luar biasa !" Nan Gu memuji Simon.
"Siklus Alam." Simon tersenyum dan berkata, "Orang yang berada diketinggian memiliki kemungkinan jatuh kapan saja, sedangkan orang yang berada dibawah tidak selamanya akan ada dibawah. Dengan usaha sedikit demi sedikit dia akan naik dan mencapai ketinggian."
"Hahaha... aku benar-benar menyukai karaktermu yang Jujur, bijaksana, dan tegas. Bisakah kau mengobrol denganku sebentar didalam bersama dengan Pemimpin Xie ?"
Simon tersenyum dan tidak keberatan sama sekali, dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan apapun dari Orang Tua ini.
__ADS_1
"Baik... aku akan memuaskan semua pertanyaan Paman." Simon tersenyum dan berkata dengan santai.
"Oh... tidak buruk... kau sudah bisa menebak maksudku. Senang sekali bisa berbicara dengan orang yang pintar. Istriku tolong bantu aku berdiri dan Putriku kau uruslah para tamu dengan baik."
"Baik." Jawab Nancy
Simon berhenti sebentar, berjalan kearah Nancy melewati Cheng dengan santai dan berdiri didepanya, "Sejak dulu kau sudah memberiku banyak hal... sekarang adalah giliranku. Aku minta maaf karena tidak bisa memberimu perhiasan yang terbuat dari emas. Mungkin ini adalah pertama kalinya aku memberimu sesuatu. Jika kau menyukainya simpanlah dan jika kau tidak menyukainya jual atau buang saja, aku tidak keberatan."
Simon kengeluarkan sebuah kotak dan berjalan menghampiri Nan Gu.
Nan Gu tersenyum penuh arti dan berkata, "Putriku... Ayahmu ini sedikit tertarik dengan hadiah itu, bisakah kau menunjukanya ?"
Simon sudah memberikanya Pil yang dapat menyembuhkan Kelumpuhanya, jelas hadiah untuk Putrinya tidak akan buruk dari miliknya. Nan Gu bermaksud untuk mempermalukan Cheng dan melihat bagaimana reaksinya ketika melihat hadiah dari Simon.
Nancy perlahan membuka kotaknya dan melihat sebuah Kalung Giok Hijau yang bersinar sangat indah. Beberapa tamu bangkit dari tempat duduknya dan memperhatikan Kalung Giok hijau itu.
"Serius ?
Apakah ini Giok Kaisar yang sangat langka itu ?"
Semua orang perlahan mendekat melihat Kalung Giok Kaisar yang sangat indah herada ditangan Nancy. Bahkan Nan Gu tidak berharap apa yang didapatkan Nancy adalah harta yang sangat langka seperti Kalung Giok Kaisar.
"Nona... jika Anda berniat menjualnya saya bisa membelinya dengan harga 7 Miliar ?" Kata salah seorang Tamu.
__ADS_1
"Woy... apakah pantas Kalung Giok Kaisar ini kau hargai dengan jumlah seperti itu. Nona jual saja padaku, aku akan memberimu 9 Miliar !"
Cheng benar-benar tidak bisa berkata apa-apa. Silia sebelumnya sangat sombong tentang Cheng yang memberikan Namcy perhiasan emas.
Bahkan pemberian darinya hanya menghabiskan 15 Juta dan sekarang Simon memberikan Kalung Giok Kaisar dengan harga 9 Miliar. Bukankah dia hanya seperti badut yang hanya bisa membuat sebuah lelucon.
Nancy berjalan kearah Simon dan berkata, "Simon... ini terlalu berharga untuku, aku tidak bisa menerimanya ?"
Simon menepuk kepala Nancy dan berkata,
"Buang saja... barang yang tidak memiliki kegunaan apapun lebih baik kau buang. Aku yakin orang-orang itu akan mau memungutnya. Tetapi aku sangat berharap kau mengakui tidak membenci barang itu dan setidaknya mau untuk merawatnya."
Nancy tidak bisa menahan Air matanya dan melihat Kalung Giok Kaisar yang diberikan Simon. Dia tahu apa yang dimaksudkan dari kata-kata Simon, semua orang menghela nafas panjang dan kembali ketempat duduk mereka.
Walaupun mereka tidak tahu bagaimana situasi mereka berdua tetapi dari kata-kata Simon memiliki poin yang jelas.
Orang yang sepertinya yang tidak memiliki kegunaan apapun, lebih baik dibuang. Itulah maksud dari kata-kata Simon yang ditujukan langsung kepada Nancy.
Simon pergi bersama Pemimpin Xie, Nan Gu dan Istrinya masuk kedalam ruangan. Semua segera melupakan hal ini dan kembali berpamitan meninggalkan Pesta. Kebanyakan dari mereka adalah kenalan Nan Gu dari politik dan sedikit pengusaha.
Nancy mengantar para tamu keluar dan duduk dikursi menunggu pembicaraan mereka selesai.
Feil adalah keponakan dari Pemimpin Xie, dia tahu jelas bahwa Pamanya sangat takut ketika melihat Simon dihina oleh Silia. Baru-baru ini dia masuk dalam kemiliteran dan berhasil bergabung dengan Pasukan Naga yang sekarang merupakan nomer 1 diseluruh Negara Beihan.
__ADS_1
Entah kenapa ketika dia pertama kali melihat Simon, dia sepertinya pernah melihatnya dan lupa kapan dia pernah bertemu denganya.
Saat ini Feil benar-benar ingin mencoba kemampuan dari Simon dan kenapa Pamanya sangat takut kepadanya.