
Simon melepaskan jabatannya sebagai Komandan Naga dan fokus dengan Perusahaan yang dia punya. Setelah beberapa tahun terlewat akhirnya dia sudah menyelesaikan Pendidikannya dan tinggal bersama dengan keempat Wanitanya.
Ditempat tidur yang nyaman Zhen Qiu ditekan habis oleh Simon, setiap harinya Simon hanya ingin bermalas-malasan dan setelah dia pulang dari pekerjaannya maka dia akan mengambil salah satu dari mereka berempat dan memanjakannya.
Nancy masuk kedalam dan membawakan secangkir kopi untuk Simon, "Kau harus berhenti sekarang, Zhen Qiu sudah terlihat tidak sanggup !"
"Lalu kau juga harus membantunya !" Simon memeluk Nancy dan mencium bibirnya.
Nancy tidak memiliki kesempatan untuk melawan balik dan tenggelam dalam kenikmatan, Simon membantunya membuka pakaiannya dan membuatnya berbaring. Erangan nakal terus keluar dari mulutnya dan sulit untuk ditahan, adapun Zella dan Wen Liu yang baru datang tidak akan bisa kabur dari cengkraman Simon.
Grup Naga memiliki kekuatan yang besar sekarang dibawah komando Simon dan Wen Liu, semuanya ada dibawah kendali mereka dan memiliki wajah dari sebuah daratan besar.
Ponsel Simon berdering dan orang yang menghubunginya tidak lain adalah Rey, "Ketua kami sudah menemukan lokasi dari Markas Organisasi Informasi, posisinya berada di Gunung Tiandang !"
"Kerja bagus... jangan terlalu mencolok dan tetap dalam posisi, aku ingin membereskan mereka semua." Perintah Simon dengan tegas.
"Baik." Rey mematikan Ponselnya dan menjalankan perintah Simon.
Wen Liu memeluk Simon dari belakang dan mencium lehernya, "Ingin pergi membuat keributan ?"
"Lebih tepatnya menagih hutang lama. Organisasi Informasi bukanlah sesuatu yang baik, mereka menjual Informasi dengan cara mencuri dan termasuk dengan rahasia sebuah Negara. Aku mungkin sudah melepas jabatanku namun menyingkirkan juga menjadi tanggung jawabku sebelum masalah serius muncul dimasa depan." Simon sedikit membuat alasan.
__ADS_1
Simon mencari Rey dan berniat menghancurkan Organisasi Informasi karena dendamnya, dia memiliki kesempatan untuk mengulang waktu dan jika dia tidak melakukannya maka pengulangan ini sia-sia baginya.
Simon menaiki mobilnya dan menuju Gunung Tiandang, dia melihat beberapa orang yang sedang menjaga mulut Gua dan kemungkinan besar tempat persembunyiannya berada disana.
Simon melambaikan tangannya dan Rey bersama dengan yang lainya segera melakukan tembakan, kepala mereka ditembus oleh beberapa peluru panas dan beberapa dari mereka buru-buru keluar melihat keadaan.
*Door... Door.*
"Penyergapan !" Teriak Penjaga sambil menekan alarm.
Simon mengeluarkan Pistol dan Pedangnya untuk membantai mereka semua, gerakan Simon sangat lincah dan dia membunuh semua orang tanpa ampun sama sekali.
Sampainya disebuah lorong Simon dihadang oleh seorang Pria Tua yang memakai pakaian tradisional, "Berhenti disana !"
Pria Tua itu mundur dua langkah dan memutar tangannya diantara Pedang Simon, tekanan udara perlahan berubah dan tiba-tiba lengan Simon ditangkap. Tubuhnya dibanting ke lantai dengan sangat keras dan tulangnya seolah akan remuk.
"Rupanya kau punya kekuatan tubuh yang bagus." Kata Pria Tua itu dengan penuh keterkejutan.
Simon segera berdiri dan kakinya mencengkram leher Pria Tua itu. Gerakan Simon yang aneh membuat Pria Tua itu kehilangan keseimbangan, pistol diarahkan langsung kedahinya dan kepala Pria Tua itu diledakan oleh Simon.
Seni Beladirinya membuat Simon sedikit tertarik namun tidak ada waktu untuk mengurusnya sekarang. Simon berjalan masuk dan merasakan sesuatu yang aneh, disebuah dinding terdapat orang yang sedang bersembunyi dan Simon segera menangkapnya dengan tangannya sendiri.
__ADS_1
"Haha.... Akhirnya setelah sekian lama kita bertemu kembali bajingan." Simon mencengkram leher Pria itu yang tidak lain adalah Jay.
"Siapa kau ?" Tanya Jay sambil berusaha untuk memberontak.
"Tanyakan saja pada Raja Neraka." Simon membenturkan kepala Jay ditembok berkali-kali tanpa ampun.
Setelah sepuluh kali Simon melemparkan Jay kesamping dengan kondisi yang menyedihkan, Jay masih membuka matanya namun keadaanya sudah hampir tidak sadarkan diri. Tulang kepalanya sudah rusak dan Simon menodongkan pistol kearahnya.
"Hah... mungkin sekarang kau bukan siapa-siapa tapi dimasa depan keberadaanmu sangat berbahaya. Sejujurnya dendamku tidak terlalu besar kepadamu dan lebih bersyukur karena dapat mengulang waktu." Simon menghela nafas dan sedikit terengah-engah.
"Apa maksudmu bangsat... jika kau ingin membunuh maka bunuh saja tidak usah banyak bicara. Tanpaku kau tidak akan bisa membuka tempat ini dan melihat rahasianya, biarkan aku hidup dan aku akan membantumu melakukannya." Jay sedikit mengancam Simon agar tidak membunuhnya.
*Door.*
Simon melepaskan pelurunya dan membunuh Jay dengan sekali tembak, walaupun dia belum pernah kemari tapi dia sudah berhubungan cukup lama dan mengetahui segalanya tentang Organisasi Informasi. Membuka pintu masuk masih hal yang sangat mudah untuknya dan bukan masalah besar.
Rey menghampiri Simon dan bertanya, "Apa yang harus kita lakukan dengan mereka Ketua ?"
"Bunuh saja mereka semua dan bakar mayatnya tanpa ada sisa, mereka adalah kelompok kriminal yang sangat berbahaya dan kita tidak bisa membiarkan mereka hidup." Perintah Simon dengan tegas.
"Baik." Rey memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pekerjaan dan terus memburu orang-orang dari Organisasi Informasi tanpa kenal ampun.
__ADS_1
Simon berada didepan pintu besi yang besar dan memasukan kode untuk membukanya, ingatannya tidak mungkin salah dan secara otomatis pintu besi itu terbuka secara perlahan. Pemandangan didepannya membuat Simon sangat terkejut dan ingin muntah disaat yang bersamaan.