
Simon perlahan berdiri dan berjalan kearah Mayat Long Gui, "Apa yang harus aku lakukan dengan Mayat ini ?"
(Darahnya dapat memperkuat fondasi seseorang dan tulangnya dapat dijadikan sebagai Senjata Spiritual yang kuat. Apakah Master ingin membuat Senjata Spiritual yang hebat ?)
"Lakukan." Simon menyetujuinya.
Darah dan Tulang dipisahkan oleh Lux secara otomatis, sebuah Pedang yang terbuat dari Tulang Naga perlahan terbentuk dan Simon merasakan kehendak yang tidak lain adalah dendam. Hal ini sangat wajar mengingat dialah yang membunuh Long Gui, tapi menekan dendam ini dan menghapusnya adalah hal yang mudah.
Sedangkan darah Naga akan digunakannya nanti, Simon menggunakannya seperempat saja dan manfaat yang didapatkannya cukup banyak. Tidak sedikit Batu Spiritual ditempat itu dan Simon mengambil semuanya, dia masuk kedalam Kuil dan melihat sebuah Tombak Emas yang tertancap di Altar.
"Tombak yang bagus sekaligus menakutkan... dari merasakan Auranya saja aku merasa seperti semut kecil yang tidak ada apa-apanya dimata Tombak itu." Kata Simon dengan penuh kekaguman.
(Tombak Dewa Laut adalah Senjata Spiritual yang sangat kuat dalam elemen air dan memiliki kesadarannya sendiri. Apakah Master ingin menjinakkannya ?)
__ADS_1
Simon menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku akan menjinakkannya dengan kedua tanganku sendiri. Sisanya gunakan semua poin keberuntungan untuk meningkatkan basis budidayaku."
Bagaimanapun juga Simon tidak ingin terlalu bergantung kepada Lux, hanya dengan kekuatannya sendiri sajalah yang bisa dia andalkan dan jika memang layak maka Simon pasti mendapatkannya.
Simon menggunakan semua poin keberuntungan dan kekuatannya tiba-tiba melonjak, energi yang kuat terus mengalir dan Simon memegang Tombak Dewa Laut. Tekanan Jiwa yang luar biasa hebat membuatnya memuntahkan darah dan kepalanya terasa sangat sakit.
Namun sorot matanya masih terlihat sangat teguh dan perlawanan ini membuatnya semakin ingin mendapatkan Tombak Dewa Laut. Long Gui terlalu pengecut untuk mengambilnya secara langsung dan mencoba melemahkannya selama ratusan tahun, tapi Simon memiliki pemikiran lain dan akan mendapatkan pengakuannya dengan cara yang tepat.
"Senjata yang kuat hanya bisa dimiliki yang terkuat, ikutlah denganku dan tunjukan kekuatanmu sekali lagi kepada Dunia. Kau tidak layak berdiam diri ditempat yang suram ini dan aku akan membawamu kembali ke puncak sebagai penguasa sejati." Simon menariknya lebih kuat dan Tombak Dewa Laut sedikit tergerak.
Simon berhasil menariknya keluar dan cahaya emas menyembur keatas langit hingga menembus Gua. Air perlahan masuk kedalam dan hanya masalah waktu sampai tempat itu hancur oleh tekanan dasar laut, semua makhluk hidup dipaksa berlutut ketanah dan tekanan yang luar biasa dapat mereka rasakan dalam waktu sebentar.
Simon merasakan kekuatannya meluap dan terbang keatas, dia mengayunkan Tombak Dewa Laut dan gelombang air yang besar menyapu dinding Gua dan menghancurkannya. Lautan yang luas ikut terbelah dan Simon terbang keluar dari dasar laut yang suram.
__ADS_1
"Hahaha... kau tidak salah kawan dengan Tombak ini aku seolah bisa melakukan apapun yang aku inginkan." Simon terlihat sangat senang dan tertawa dengan keras.
Kekuatannya sekarang dipuncak Alam Dewa Sejati dan dengan Tombak Dewa Laut membuatnya tidak mungkin bisa dikalahkan. Simon terbang menuju beberapa lokasi dan melakukan tugasnya dengan baik, beberapa Alien diburu olehnya tanpa kenal lelah dan respon mereka sesuai dengan apa yang diharapkannya yaitu melawan.
Didaratan yang bersalju Simon terbang dengan kecepatan tinggi, kilatan cahaya melesat kearahnya dan Simon menyipitkan matanya. Telinga mereka seperti Rubah dan Lux mengatakan jika mereka adalah Ras Murni yang terlahir di Bumi.
"Manusia... Kau sudah melebihi batasanmu dengan melanggar perjanjian lama. Kami tidak pernah mengusik Bangsamu dan kau menghancurkan semuanya satu persatu." Teriak salah seorang dari mereka dengan marah.
"Huh... jangan bicara omong kosong denganku, siapa yang tahu apa yang akan dilakukan kalian dimasa depan. Perjanjian dibuat pada jaman dahulu dan tidak ada dimasa sekarang, aku hanya akan memberikan kalian dua pilihan yaitu menyerah dan ikuti aturanku atau mati menyusul mereka semua yang melawan." Simon mengeluarkan Tombaknya dan mengayunkannya.
Daratan yang tertutup oleh es yang keras terbelah dan membentuk jurang yang dalam, mereka semua tanpa sadar mundur dan gemetar ketakutan ketika melihat tekanan yang Simon pancarkan.
Sebuah suara tiba-tiba terdengar dari Gunung Es, "Kalian semua minggir... biarkan Tuan Muda ini datang kepadaku."
__ADS_1
"Menarik." Simon terbang kedepan menuju Gunung Es dan tidak ada seorangpun yang mencoba menghentikannya.
Seorang Wanita cantik yang berasal dari Ras Rubah berdiri didepan Gua, dia bernama Ling Xue dan Auranya tidak lebih lemah dari Simon. Mereka berdua saling berhadapan satu sama lain namun Ling Xue tidak berniat memulai pertarungan.