PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 55 - Kharisma Seorang Pemimpin


__ADS_3

Simon kembali duduk disofa dan menikmati kopinya. Setelah beberapa saat Zella turun dan bergabung bersama Simon, mereka berdua berbicara beberapa hal.


Simon menceritakan semua tentang dirinya dan tidak menyembunyikan apapun dari Zella.


"Wow... Kau benar-benar hebat !" Zella dengan tulus memuji Simon.


"Hebat apanya... kenyataan terbesarnya aku adalah seorang Pecundang." Simon mengakui dirinya sendiri.


Jika bukan karena Sistem yang memutar balikan waktu, Simon akan tetap menjadi Pria yang menyedihkan. Simon tidak menganggap dirinya hebat sama sekali, tetapi dia cukup bersyukur tentang hal ini.


"Tidak ada yang namanya pecundang." Zella tersenyum dan duduk disebelah Simon, "Setiap orang yang memiliki niat dan impian yang baik. Tidak layak untuk disebut seorang Pecundang."


Simon tersenyum dan mencubit pipi Zella, "Gadis Kecil... aku tidak butuh kau untuk menghiburku !"


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya." Zella mengusap pipinya yang merah.


Simon merangkulnya dan suasananya berubah menjadi nyaman. Tidak ada yang berbicara, Zella menyandarkan kepalanya ke bahu Simon dan merasakan kenyamanan.


Suasana itu bertahan untuk waktu yang cukup lama. Setelah beberapa saat Pang mengetuk pintu dan Zella berdiri membukanya.


"Komandan... seseorang yang bernama Gilan dan 3 orang temanya meminta ijin untuk menemui Komandan." Pang melapor kepada Simon.


"Suruh mereka masuk !" Simon menatap kearah Zella dan berkata, "Bisakah aku meminta bantuanmu membuatkan Kopi untuk mereka ?"


"Ya." Zella berlari kearah dapur dan Pang segera pergi membawa mereka masuk.


Simon menatap kearah pintu melihat Gilan, Feng, Tang dan Ridas masuk. Simon menyuruh mereka duduk dan mendiskusikan beberapa hal denganya.


Zella datang dan memberikan mereka minuman dan kembali duduk bersama dengan Simon.

__ADS_1


"Bos luar biasa... menghancurkan Big Father hanya dengan dirimu sendiri dan merebut Gelar Kaisar. Berita ini sudah menyebar luas di Dunia Bawah !" Mereka semua sangat senang dengan pencapaian yang dilakukan Simon.


"Benar... Apa yang bisa kami lakukan untuk Bos ?" Gilan berkata dengan semangat.


"Bukan hal yang besar... Aku mendapatkan 2 Pulau yang lokasinya cukup bagus. Aku ingin kalian menempatkan orang di dua Pulau miliku." Simon berkata dengan santai.


Sebenarnya Simon hanya menyuruh Gilan untuk datang kemari, tetapi dia tidak menduga kalau mereka bertiga akan ikut pergi bersama Gilan.


"Kami semua akan mematuhi perintah Bos." Mereka berempat berkata dengan tulus.


"Bagus... Kalian sewalah sebuah Kapal untuk berlayar ke Pulau itu. Kita akan menemui seseorang disana !" Simon berkata dengan santai.


"Baik." Mereka semua segera berangkat.


"Tunggu... katakan kepada salah satu Tentara didepan untuk membelikan makanan dan pakaian." Simon saat ini terkurung ditempat ini karena Wartawan yang berkerumun didepan.


Simon yang sekarang dikenal sebagai Kaisar Naga dan sebagai bawahanya, posisi mereka naik dengan mengikutinya. Mereka cukup bersyukur dengan keputusan mereka untuk mengikuti Simon.


"Hei... apakah kau ingin pergi bersamaku atau menunggu disini ?" Simon bertanya kepada Zella.


"Hm... aku akan pulang saja dan menyiapkan barang-barangku. Setelah kau kembali pastikan untuk menemuiku." Zella berkata dengan manis.


"Tentu... aku akan mengajakmu berjalan-jalan ketika berada di Beihan." Simon berjanji kepada Zella.


"Ya... kalau begitu aku akan pergi !" Zella mencium Simon dan berlari keluar.


Simon sendiri menggelengkan kepalanya dan menatap Zella yang terlihat meledeknya. Meminum kopinya dan menghisap rokoknya, menunggu kabar dari Gilan dan yang lainya.


Setelah beberapa saat Pang membawakan makanan. Simon menyuruhnya untuk duduk dan mengobrol denganya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Pasukan Naga saat ini ?" Simon bertanya dengan penasaran.


"Berkat Komandan yang hampir membunuh semua musuh... Pasukan Naga baik-baik saja dan mendapat kemudahan dalam operasinya." Pang berkata dengan jujur.


Simon memakan makananya dan berkata, "Bagus... Kalian bekerja dengan baik. Aku akan memberikan sedikit hadiah untuk kalian !"


"Hadiah ?" Pang sangat penasaran dengan hadiah yang akan diberikan Simon.


"Ya... Bagi setengah Pasukan untuk berlibur selama 2 minggu dan kalian harus bergantian, dalam sebulan akan ada upacara penghargaan. Kalian harus berkumpul pada waktu itu !" Simon berkata dengan santai.


"Terimakasih atas kebaikan Komandan." Pang berterimakasih kepada Simon.


Sebagai seorang Tentara mereka sangat jarang untuk kembali kerumah dan berkumpul dengan Keluarga. Walaupun hadiah ini tidak terlalu bagus, tetapi Pang masih tetap bersyukur.


"Bukan hanya itu... Setiap Pasukan Naga akan menerima Bonus Uang dariku. Kalian bisa lakukan apapun yang kalian mau !" Simon berkata dengan sungguh-sungguh.


Mereka semua sudah bekerja keras dan sepantasnya menerima sedikit penghargaan, sebagai Pemimpin mereka Simon memiliki tanggung jawab untuk menjaga mereka.


"Komandan memang baik. Saya mewakili seluruh Pasukan Naga sangat berterimakasih." Pang memberi hormat kepada Simon.


"Tidak perluh berterimakasih... Kalian adalah pelindung Negara, sudah sepantasnya kalian mendapatkan hal itu !" Simon berkata dengan sungguh-sungguh.


Pang cukup bangga dengan dirinya yang merupakan seorang Tentara. Walaupun dia belum membuat prestasi dalam Militer, tetapi kata-kata dari Simon memberikanya sebuah dorongan.


Mereka adalah Pelindung Negara walaupun mereka tidak dihargai, mereka semua masih harus melindungi Negara. Merela melakukan inj bukan untuk dihargai, karena itu merupakan sebuah kewajiban.


Pang berfikir kalau Simon sangat layak menyandang gelarnya. Simon memiliki kharisma dari seorang Pemimpin, kemampuan bertarungnya dan kecerdasanya juga bukan sesuatu yang biasa.


Dibawah Komando dari Simon, Pasukan Naga mungkin akan berkembang dititik dimana menjadi Pasukan Nomer satu.

__ADS_1


__ADS_2