PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 50 - Perubahan Rencana


__ADS_3

Simon saat ini duduk dan berfikir dan mulai menyusun strateginya. Saat ini dia benar-benar dipaksa dalam keadaan yang menyulitkan.


*Ding... Dong.*


Seseorang memencet Bel kamarnya dan Simon berdiri membukanya. Dua orang Wanita berdiri dan masuk, "Tuan Naga... Bos berpesan untuk menitipkan Anda sesuatu !"


Wanita itu mendorong Wanita disampingnya dan berkata, "Kau layani dia dengan baik !"


Segera bawahan Wanita itu keluar dan meninggalkan Simon dengan Wanita itu. Wajah dari Wanita itu sangat cantik, tetapi terlihat sangat sedih dan Simon tahu maksud semua ini.


"Tuan... saya sudah mandi sebelum datang kesini, Anda dapat melakukanya sekarang !" Wanita itu melepas pakainya dan terlihat sangat malu.


Tanganya menutupi tubuh cantiknya dan Simon sedikit tergoda olehnya, "Nona... Aku tidak tahu apa masalah yang kau hadapi. Tetapi aku tidak akan mengambil keuntungan dari orang yang terkena bencana !"


"Tidak... Untuk tidur bersama Tuan adalah sesuatu yang sangat membahagiakan untuk saya." Nona itu berkata dengan cemas.


"Siapa Namamu ?" Tanya Simon.


"Zella."


"Nona Zella... bisakah kau menceritakan padaku tentang masalah yang kau hadapi. Aku berjanji akan membantumu !" Simon berkata dengan sungguh-sungguh.


Zella menundukan kepalanya dan menangis, "Keluargaku disekap oleh mereka dan aku dipaksa melakukan hal ini, jika tidak mereka akan membunuh semua keluargaku. Aku mohon Tuan tidak menolaku !"


Simon sedikit merasa kasihan dengan Zella, tetapi didalam hatinya dia tidak bisa menerima ini.


"Nona... aku berjanji akan membantumu dan menyelamatkan Keluargamu." Simon berjalan kearah Zella dan menggendongnya.


Zella sedikit panik dengan tindakan tiba-tiba yang dilakukan oleh Simon. Saat ini dia sangat gugup, Simon menidurkanya di kasur.

__ADS_1


"Aku akan bertanggung jawab untukmu, jika kau tidak menginginkanya aku bisa berhenti sekarang ?" Simon bertanya dengan sungguh-sungguh.


"Tidak perluh... Anda terlalu baik. Aku bersyukur kalau orang itu adalah Anda." Zella sedikit nyaman jika orang itu adalah Simon.


"Panggil aku Simon !" Simon mendekatkan wajahnya.


"Tuan Simon." Zella sangat malu dengan hal ini.


"Jangan pakai Tuan. Kau hanya perluh memanggilku dengan namaku saja." Simon mencium Zella dengan hangat.


Perlahan Simon mulai meraba semua bagian tubuh dari Zella. Simon mencium lehernya dan erangan nakal keluar dari mulut Zella.


"Tuan Simon !" Zella menggigit bibirnya dan sedikit menahan suaranya.


"Bukankah aku sudah mengatakan untuk memanggil namaku dan tidak memakai Tuan." Simon melepas pakainya dan Zella sedikit malu melihat tubuh Simon.


Tetapi dia tidak terlalu kecewa karena Simon terlihat seperti laki-laki yang baik. Mereka berdua melakukan hal nakal dalam waktu yang lama.


Simon tidak ingin terlalu berlebihan dan mengakhirinya ketika malam. Zella sedikit kelelahan dan nafasnya terengah-engah, Saat ini dia memeluk Simon dan merasakan bau dan kehangatan dati tubuhnya.


"Tuan Simon... apakah Anda berteman dengan mereka ?" Zella bertanya kepada Simon.


"Tidak." Simon tersenyum dan merangkulnya, "Aku tidak memiliki hubungan dengan mereka. Kau tidak perluh khawatir, mereka mungkin menginginkan sesuatu dariku dan aku akan menyelamatkan keluargamu."


Zella menangis dan tersenyum bahagia kearah Simon, dia beruntung bertemu dengan orang yang baik dan mau menolongnya. Mungkin tidak akan buruk jika dia menjadi miliknya.


Simon sudah memberitahu tentang masalah ini dengan Zhen Tian lewat pesan. Simon meminta Zhen Tian mengatur ulang rencana dan memasukan beberapa orang personil untuk menyelinap masuk keposisinya.


....

__ADS_1


Pemimpin Zhen Tian mengumpulkan semua Komandan miliknya, dia cukup terkejut dengan pesan dari Simon. Bahkan Big Father memiliki kuasa di Australia dan Simon saat ini sudah masuk dalam perhitungan mereka.


"Pemimpin... Apakah perluh kita berperang dengan Pihak mereka ?" Tanya Zhen Ri dengan cemas.


"Tidak... apa kau ingin mengundang kemarahan Negara lain tentang hal ini. Aku tidak bisa melakukanya." Zhen Tian berkata dengan tegas.


"Lalu apa yang harus kita lakukan !" Tanya Komandan Tiger dengan marah. Dia berfikir kalau Zhen Tian akan menumbalkan Simon yang sedang berada di Australia.


"Menurut apa yang dikatakan Naga Kecil... Big Father memiliki sesuatu yang ingin dibicarakan denganya. Bocah itu berniat langsung melawan mereka dan mengambil kepalanya, sampai saat itu tiba kalian semua harus bersiap-siap dan mendukungnya dan tidak perluh mengkhawatirkanya. Itu yang Bocah Naga katakan !" Zhen Tian berkata dengan jujur.


"Gila... apakah dia berniat untuk mati bersama dengan mereka !" Teriak Semua Komandan dengan marah.


"Percuma kalian berkomentar... Hal ini sudah terjadi." Zhen Tian membuat rencana, "Tiger dan Wolf akan pergi menyelinap kesana, kalian harus memantau tempat itu dan untuk Falcon bersiaplah aku punya tugas khusus untukmu !"


"Zhen Ri tetap ditempat dan jaga perbatasan." Zhen Tian membuat semua pengaturan.


"Baik Pemimpin." Semua orang bubar dan mulai melakulan tugasnya masing-masing.


Saat ini mereka hanya berharap Simon tidak terlalu gegabah dan menunggu mereka.


"Peminmpin... Bagaimana caranya kita dapat mengetahui lokasi dari Naga ?" Tanya Falcon dengan penasaran.


"Anak itu memasang alat pelacak dan dia sudah mengatur semuanya bersama dengan Wen Wen." Zhen Tian berkata dengan santai.


"Oh... pantas saja Naga Kecil sangat percaya diri !" Falcon sedikit merasa lega.


"Yah... Anak itu memiliki keberanian dan kemampuan. Jika kau ingin menirunya lebih baik jangan !" Zhen Tian sedikit menggoda Falcon.


"Bahkan jika aku memiliki 10 Nyawa, aku juga tidak akan mau melakukanya." Fal Con berkata dengan jujur.

__ADS_1


__ADS_2