PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 79 - Tidak Senang


__ADS_3

Simon dan Wen Liu mengurus beberapa hal tentang pengaturan yang sesuai dengan Bisnis mereka, Zella cukup tertarik dengan hal ini dan ikut memperhatikan.


Zella berpikir kalau Simon dan Wen Liu ini sangat cocok dalam menjalankan sebuah Bisnis. Jika orang-orang seperti mereka berdua berada didalam satu Perusahaan dan bekerjasama, tidak butuh waktu lama untuk mengangkat Reputasi Perusahaan itu.


Simon memiliki bakat dalam sebuah rencana dan pemikirinya sangat tajam, seolah dia dapat memprekdisi apa yang dinginkan Konsumenya.


Sedangkan Wen Liu sangat lihai dalam pengembangan, Simon memberikanya sebuah saran dan Wen Liu bisa membuatnya dengan waktu yang singkat dan menjalankanya lebih baik.


Mereka berdua seperti Raksasa di Dunia Bisnis, mungkin Grup Naga akan benar-benar menjadi Perusahaan yang besar ditangan mereka berdua.


"Baiklah... kita sudah membuat semua rencananya. Kau bisa mengaturnya sendiri setelah ini, aku akan pergi mencari Makanan. Apakah kau ingin ikut ?" Simon mengajak Wen Liu untuk makan bersama.


"Sebelum kau datang aku sudah makan dikantin, jadi aku tidak ikut." Wen Liu berkata dengan jujur dan harus menyelesaikan banyak pekerjaanya.


"Baiklah kalau begitu." Simon tidak memaksa Wen Liu ikut dan pergi.


Simon membawa Zella keluar dan mencari sebuah Restoran yang bagus untuk mereka berdua.


"Apa yang ingin kau makan ?" Simon bertanya dengan santai.


"Aku ikut denganmu." Zella tidak terlalu memilih dan memutuskan agar Simon yang menentukanya.


"Baiklah... seleraku sangat buruk, aku harap kau tidak akan kecewa nantinya." Simon tersenyum dan menatap Zella.


Mereka berkendara untuk beberapa waktu dan berhenti di Restoran Seefood yang cukup bagus. Simon turun dan memesan meja untuk dua orang, Pelayan itu mengantar mereka ketempat yang bagus dan Simon memesan banyak hal.

__ADS_1


*Brak.*


Tidak jauh dari posisinya seseorang terlihat sangat marah dan membalikan mejanya, Zella sedikit terkejut dan melihat orang-orang itu.


"Sialan... apakah kau tahu kami berasal dari Pasukan Naga. Jika kami menginginkan sesuatu, kalian harus segera menyiapkanya. Kami mengingankan tempat itu, usir mereka dan biarkan kami menempatinya !" Teriak Pria itu dengan marah.


Setelah mendengar hal ini Simon sedikit terkejut dan marah, dia tidak menyangka kalau ada orang bodoh yang berani menggunakan nama Pasukan Naga dan bertindak dengan semena-mena.


"Tetapi Tuan itu sudah memesanya terlebih dahulu sebelum Anda. Jadi kami tidak bisa memberikanya demi kenyamanan pengunjung !" Manager Restoran sedikit takut.


"Aku tidak peduli... pilih mereka atau Restoran ini aku hancurkan." Pria itu berkata dengan senyum percaya diri.


Sebuah Gelas terbang dengan kecepatan yang luar biasa dan mendarat tepat dikepala Pria itu, semua orang terkejut dengan hal ini dan menatap kearah Simon.


"Hei Anjing... mulutmu benar-benar bau. Lebih baik kau diam dan tidak berbicara apapun." Simon berkata dengan dingin.


"Sialan... Nak... kau memiliki keberanian. Kau akan mati sekarang !" Pria itu melesat kearah Simon.


Tetapi Simon sama sekali tidak khawatir, memegang garpu ditanganya dan melemparnya kearah pria itu.


"Argh..." Teriakan kesakitan terdengar dan garpu menancap dilutut Pria itu, semua orang menatap Simon dengan ngeri. Tetapi mereka semua sangat senang melihat penindas yang mendapatkan pelajaran.


"Tetaplah disana... aku sudah memanggil seseorang, jika kalian bukan berasal dari Pasukan Naga. Aku akan mengakhiri hidup kalian disini !" Simon berkata dengan dingin dan melanjutkan makan.


Zella sama sekali tidak khawatir karena Simon adalah Komandan Naga, tetapi bawahanya sendiri sama sekali tidak mengenal Pemimpinya dan berani menyerangnya.

__ADS_1


Tindakan yang mereka lakukan sama saja dengan bunuh diri, jadi dia tidak perluh mengkhawatirkan Simon dan menyelesaikan makananya.


Setelah beberapa waktu Pang masuk kedalam Restoran, ketika Pria itu melihat Pang dia pergi menangis dan memegang kakinya.


"Enyahlah..." Pang menyingkirkanya dan berjalan kearah Simon. Memberi hormat dan berkata, "Salam Komandan... apakah ada sesuatu yang bisa saya lakukan !"


Semua orang sangat terkejut melihat hal ini, Pang menyebut Simon sebagai seorang Komandan. Bukankah berarti Simon adalah Komandan Naga yang sosoknya sangat misterius, mereka semua tidak bisa melewatkan kesempatan langka seperti ini.


"Apakah dia anggota dari Pasukan Naga... kapan kalian melakukan perekrutan ?" Simon bertanya dengan dingin.


"Benar... Nona Wen yang mengatur semuanya, dia adalah orang baru dan belum pernah sekalipun melihat Anda." Pang berkata dengan jujur.


"Ho..." Simon menatap kearah Manager Restoran dan memintanya untuk datang, "Katakan padanya semua yang dilakukan orang itu, kau tidak perluh takut denganya dan katakan dengan jujur !"


Manager Restoran mengangguk dengan patuh dan menceritakan semua yang dilakukan Pria itu, dia mengancam akan menghancurkan Restoran dan selalu meminta makanan gratis.


Pang mendengarkan dengan seksama dan wajahnya berubah menjadi hitam, menatap Pria itu dengan marah dan berniat untuk menghajarnya.


Tetapi Simon menghentikanya dan berkata, "Jika kau memiliki sesuatu lakukanlah diluar... sebelumnya aku sudah mempetingatkan kalian untuk tidak menindas siapapun. Tetapi orang ini benar-benar memiliki keberanian yang besar, jika bukan karena berada ditempat umum aku akan membunuhnya ditempat ini !"


"Seret dia pergi... aku tidak ingin melihat wajahnya lagi, kau bisa pergi dan pastikan hal ini tidak terjadi dimasa depan. Kalau tidak bukan dia yang akan mendapatkan pelajaran, tetapi kau yang menjadi Ketua mereka !" Simon berkata dengan tegas.


"Baik... Bawahan ini akan memastikan kalau hal ini tidak akan terulang." Pang menyeret Pria itu keluar dan berniat membuangnya dari Pasukan Naga.


Perkataan Simon bukanlah sebuah lelucon, dia tidak ingin berakhir dengan tragis dan menanggung kesalah yang tidak dilakukanya.

__ADS_1


__ADS_2