
Waktu berlalu cukup lama dan Mereka berdua sudah sampai di Bandara Afrika. Jun Tu datang menjemput Simon dan membawanya ke Hotel.
Pemandangan alam cukup indah dan Zhen Qiu sangat senang.
"Tuan Simon bisa beristirahat terlebih dahulu... saya besok akan menjemput Anda !" Jun Tu berkata dengan sopan.
"Lebih cepat lebih baik... aku tidak memiliki banyak waktu. Biarkan aku bertemu dengan mereka dan segera kita selesaikan masalahnya." Simon berkata dengan tegas.
"Jangan khawatir... saya akan mengatur semuanya." Jun Tu pamit dan pergi meninggalkan Simon.
Hotel ini cukup besar dan pemandangan alam terlihat sangat indah. Simon berjalan kearah Zhen Qiu dan memeluknya dari belakang.
"Apakah kau ingin betjalan-jalan ?" Simon berkata dengan santai.
"Tentu." Zhen Qiu tersenyum dan menggandeng tangan Simon.
Mereka berdua berkeliling menggunakan mobil kecil yang sudah disiapkan Staf Hotel, selain menyediakan tempat penginapan. Hotel ini memiliki wisatanya sendiri, jadi tempat ini adalah pilihan terbaik untuk melakukan liburan.
Melihat beberapa Hewan langka dipenangkaran dan merasakan beberapa buah-buahan. Mereka berdua cukup bahagia dan Zhen Qiu sangat bersemangat, setelah beberapa waktu mereka menyewa kapal kecil.
Simon menjalankan dan berhenti ditengah Danau yang luas. Beberapa kali mereka mengambil gambar dan makan dengan santai.
"Sepertinya kau sangat bahagia ?" Simon duduk disamping Zhen Qiu dan merangkulnya.
__ADS_1
"Tentu saja... sangat jarang bisa melakukan hal ini denganmu. Kau selalu sibuk, belum lagi kau harus membagi waktumu dengan mereka." Zhen Qiu sedikit menyindir Simon.
"Maaf... aku memang yang terburuk. Seharusnya kau bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dariku." Simon sedikit merasa bersalah tentang hal ini.
"Tidak apa-apa... aku sama sekali tidak mbencinya. Selama kau masih mau memperhatikanku dan mencintaiku, itu sudah cukup bagiku." Zhen Qiu berkata dengan tulus.
Simon tersenyum dan mencium Zhen Qiu dengan lembut, mereka berciuman untuk waktu yang lama dan menikmati waktu hanya untuk mereka berdua.
Malam harinya Simon membawa Zhen Qiu kembali ke Kamarnya. Dia mengatakan kepada Zhen Qiu kalau dirinya harus pergi besok dan memintanya untuk menunggu dihotel.
"Apakah kau tidak bisa membawaku ?" Zhen Qiu sangat ingin ikut dan melihat seperti apa Tambang Berlian.
"Sementara ini situasinya tidak terlalu bagus, takutnya mereka akan bertindak diluar batasan dan melakukan penyerangan. Aku bisa melindungi diriku, tetapi aku tidak ingin mengambil resiko dengan membawamu !" Simon berkata dengan jujur.
Lebih baik dirinya yang terluka daripada harus melihat Zhen Qiu terluka. Simon tidak bisa meresikokan bahaya kepada Zhen Qiu, lebih baik dia mengatasinya secepat mungkin dan kembali bersamanya.
"Tenang saja... aku sangat kuat, perluhkah aku membuktikanya kepadamu !" Simon mendekat dan mengusap dagu Zhen Qiu.
Zhen Qiu tersenyum penuh arti, tidak ada gunanya untuk malu dalam situasi seperti ini. Lagi Pula dia sudah pernah melakukanya dengan Simon.
Perlahan Simon melepas pakainya dan membawa Zhen Qiu ketempat tidur. Simon dengan hangat mencium lehernya dan tanganya mulai bergerak dengan nakal.
Zhen Qiu mencium Simon dengan lembut dan melepas semua pakaianya. Mereka berdua bermain sepanjang waktu dan saling menikmatinya, hanya ada kebahagian dihati mereka dan tidak ada rasa tidak nyaman.
__ADS_1
Kesokan paginya Jun Tu datang dan menjemput Simon. Mereka berdua segera berangkat ke lokasi yang mereka setujui, Simon hanya perluh bertarung jadi selama dia menang mereka tidak akan mengganggu dan bersedia untuk pindah.
"Tuan Simon harus berhati-hati... orang yang Anda lawan bukanlah sesuatu yang mudah dikalahkan. Bahkan dengan satu tinjunya, orang itu dapat menghancurkan pohon." Jun Tu memperingatkan Simon.
"Tidak masalah... lebih baik kita segera melawanya. Aku tidak ingin membuang waktuku yang berharga !" Simon berkata dengan santai dan diam-diam memberikan sebuah pesan kepada Gilan lewat Ponselnya.
Jun Tu membawa Simon kesebuah Hutan dan Simon melihat tatapan orang-orang disekitarnya dengan marah. Tetapi Simon sama semali tidak peduli, dia hanya perluh bertarung dan sisanya akan mudah.
Disana sudah ada Pria yang bertubuh kekar membawa sebuah Tombak, dia adalah lawan yang akan bertarung dengan Simon.
Simon sedikit kecewa setelah melihat lawanya, dia berpikir kalau dia akan bertemu dengan seorang yang Ahli dalam Beladiri. Tetapi melihatnya saja sudah jelas bahwa orang itu hanya memiliki keluatan Fisik yang mengerikan dan hanya itu saja kelebihanya.
"Kalian para Penjajah harus menepati perkataan kalian." Teriak orang itu dengan marah.
Simon berjalan dan berkata, "Majulah... aku akan segera menyelesaikanya !"
"Namaku adalah Buso... Penjajah seperti kalian harus mati." Buso berlari dan mengarahkan tombaknya kearah Simon.
"Cih..." Simon dengan cepat bergerak untuk menghindarinya.
Buso memutar tubuhnya dan mengayunkan Tombak itu dengan kencang. Simon mengangkat kakinya dan menahan Tombak, semua orang sangat terkejut melihat kecakapan Simon dalam bertarung.
Simon menangkis serangan Tombak dan menghindari ujungnya yang tajam menggunakan kakinya. Buso tidak berani meremehkan Simon, sangat sedikit orang yang mampu menahan seranganya.
__ADS_1
Walaupun badanya lebih besar, tetapi kekuatanya hampir setara dengan Simon. Jika dia lengah mungkin Simon akan benar-benar mengalahkanya.
Dibalik tubuhnya yang terlihat kecil, Simon memiliki kekuatan yang kuat. Buso tidak akan menahan dirinya dan akan bertarung dengan mempertaruhkan semua yang dia punya.