
Setelah beberapa waktu perjalanan akhirnya mereka berempat sampai di Distrik Pusat. Simon sudah memberitahu mereka tentang dirinya yang akan kembali bersama Orang Tuanya, jadi sisanya Simon akan membiarkan mereka untuk mengurusnya.
Orang Tua Simon sedikit gugup untuk bertemu dengan Kekasih Simon. Mereka sudah akrab dengan Nancy, tetapi kali ini berbeda. Simon sudah menjelaskan Identitas mereka, setelah mendengar mereka adalah Anak dari orang-orang yang memiliki pengaruh besar. Orang Tua Simon masih tidak bisa menahan diri mereka untuk merasa gugup.
Simon sampai didepan Villa miliknya dan memarkirkan Mobilnya. Zella dan Zhen Qiu melihat kedatangan Simon, mereka melihat kedua Orang Tua Simon dan buru-buru keluar dan memberi salam.
"Salam Paman dan Bibi !" Zhen Qiu dan Zella berkata dengan sopan.
"Salam juga untuk kalian berdua... apakah Putraku memperlakukan kalian dengan buruk ?" Ibu Simon mencoba untuk mengakrabkan diri dengan mereka.
"Yah... Simon memperlakukan kami dengan baik. Bibi tidak perluh khawatir tentang kami !" Zhen Qiu berkata dengan sopan.
"Aku sering melihatmu di TV... aku tidak menyangka kalau yang asli akan secantik ini." Ibu Simon sangat senang dengan sikap mereka berdua.
"Hehehe... Sebenarnya aku tidak terlalu suka menerima pekerjaan. Baru-baru ini aku hanya melakukanya untuk membantu Simon mempromosikan Produknya !" Zhen Qiu berkata dengan jujur.
Ayah Simon menatap mereka seperti sebuah patung yamg diam, Simon berkata, "Ayah... kenapa kau tidak membantuku membawa semua ini !"
Ayah Simon mulai sadar dari keterkejutanya dan membawa beberapa tas. Simon meminta Nancy untuk tinggal dan makan bersama dengan mereka, setelah beberapa waktu dia berkenalan dengan Zhen Qiu dan Zella.
Seperti yang Simon bayangkan mereka sama sekali tidak keberatan dengan hal ini. Simon sedikit merasa lega, para Wanita pergi bersama ke dapur dan memasak sesuatu. Sebelumnya Zhen Qiu dan Zella membeli banyak bahan masakan dan menyambut kedatangan Orang Tua Simon.
Simon duduk disofa dan meminum kopinya, setelah beberapa waktu Wen Liu bersama dengan Ridas datang.
__ADS_1
"Sayangku... bagaimana dengan liburanmu. Apakah kau merindukanku ?" Wen Liu memeluk leher Simon.
"Tentu saja... setelah ini aku akan mengurusmu." Simon tersenyum penuh arti.
"Aku akan pergi dan menyapa Orang Tuamu... sepertinya Ridas ingin berbicara sesuatu padamu !" Wen Liu melepas pelukanya dan pergi menemui Orang Tua Simon.
Simon melihat kearah Ridas dan memintanya untuk duduk.
"Bos... saya sudah berhasil membeli Saham Universitas Cemerlang." Ridas sudah membuat semua pengaturan untuk Simon.
"Bagus... sekarang aku tidak perluh khawatir untuk pergi Sekolah." Simon sangat puas dengan pekerjaan Ridas, "Kau bisa kembali dan menikmati hidupmu... aku harus menemani Orang Tuaku."
"Kalau begitu saya pamit." Ridas pergi dan meninggalkan Simon.
Zhen Qiu datang kearah Simon dan duduk disampingnya. Simon dengan tenang merangkulnya dan kepala Zhen Qiu bersandar padanya.
"Aku tidak pintar dalam memasak. Apakah kau kecewa tentang hal itu !" Nancy berkata dengan pelan.
"Tidak sama sekali... Aku menyukaimu yang sekarang. Jadi kau tidak perluh memikirkan apapun." Simon berkata dengan santai.
Zhen Qiu tersenyum dan merasa sedikit nyaman, "Beberapa hari yang lalu Kakek memberikan sesuatu padamu !"
"Oh... apa itu ?" Simon bertanya dengan penasaran.
__ADS_1
Zhen Qiu berdiri dan menarik Simon menuju Kamarnya. Perlahan dia membuka Kamarnya dan melihat sebuah Kotak Kaca yang berisi mendali dan penghargaan untuk Simon.
Piagam dan mendali ini diberikan kepadanya karena hasil kerja keras dari Komandan Naga karena menyelesaikan krisis Narkoba.
"Bukankah akan ada perayaan untuk ini ?" Simon bertanya dengan penasaran.
"Sebelumnya memang ada rencana... tetapi tidak jadi dilakukan. Lagi pula kau tidak terlalu suka dikenal orang lain, bukankah hal ini cukup bagus untukmu." Zhen Qiu berkata dengan manis.
"Yah... mungkin kau benar." Simon sama sekali tidak peduli dengan mendali itu.
Simon menarik Zhen Qiu kedalam pelukabya dan menciumnya dengan hangat. Ada perasaan manis dibibirnya dan jantungnya berdegup dengan kencang.
"Apakah kau mau ikut denganku pergi ke Afrika. Setelah aku selesai mungurus Bisnisku, mungkin kita bisa pergi jalan-jalan ?" Simon ingin membawa Zhen Qiu berjalan-jalan denganya.
"Apakah kau tidak mengajak yang lainya ?" Zhen Qiu bertanya dengan gugup.
"Tidak... Wen Liu masih sibuk dengan pekerjaanya, bahkan jika aku memaksanya dia tidak akan mau ikut. Zella sendiri harus beradaptasi, mungkin aku akan meminta Nancy dan Orang Tuaku untuk menaninya. Lagi pula kita adalah pasangan, jadi wajar jika kau menginginkan waktu berdua denganku !" Simon berkata dengan jujur dan tanganya bergerak dengan nakal.
"Baiklah... kapan kita akan pergi ?" Zhen Qiu terlihat sangat bersemangat.
"Tiga hari lagi... kau pergi dan minta ijin dari Ayahmu. Jika dia mengijinkanya maka aku tidak keberatan untuk membawamu." Simon berkata dengan santai.
"Kau harus menemaniku untuk bertemu dengan Ayahku. Jika ada dirimu... mereka tidak akan keberatan dengan hal itu." Zhen Qiu ingin membawa Simon dan berbicara dengan Ayahnya.
__ADS_1
"Tidak masalah... aku akan menemanimu." Simon tersenyum dengan santai.
Mereka berdua turun dan pergi kemeja makan saat ini semua makanan sudah siap. Mereka semua makan dan bercanda dengan santai seperti sebuah keluarga, hanya Ayah Simon yang terlihat kaku dan tidak terbiasa dengan hal ini.