PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 31 - Momen


__ADS_3

"Hei... kemana kau ingin pergi ?" Tanya Simon.


"Terserah dirimu." Zhen Qiu ingin Simon yang menentukanya.


Simon tersenyum dan segera berangkat, mungkin dia hanya akan mengajaknya berkeliling melihat pemandangan.


Simon berhenti dan membeli beberapa minuman dan makanan dipinggir jalan. Zhen Qiu sendiri tidak keberatan dengan hal itu.


Simom membawanya ke sebuah pantai yang cukup tenang. Zhen Qiu baru pertama kali melihat hal ini, medan yang mereka lalui terlihat sedikit susah karena banyak semak-semak dan tidak dirawat.


Tempat ini biasanya dikunjungi Simon waktu dulu ketika dia tidak memiliki kegiatan apapun dan menenangkan pikiranya. Bahkan dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengajak Nancy ketempat ini.


Simon perlahan membantunya menaiki sebuah batu yang terlihat besar. Mereka berdua duduk diatasnya.


Zhen Qiu sedikit terpesona dengan pemandangan laut yang ada didepanya. Simon memberikan minuman dan makanan untuknya.


"Kau adalah orang pertama yang aku ajak ketempat ini !" Simon berkata dengan santai, "Ketika aku memiliki sesuatu yang membuatku pusing, aku akan selalu datang ketempat ini dan bersantai."


Simon mengubah posisinya dan tidur diatas batu. Merasakan angin laut yang sangat menyegarkan, cuacanya juga tidak terlalu buruk.


Zhen Qiu tersenyum, tidur dilengan Simon dan berkata, "Pembohong... apakah kau mengatakan hal seperti itu kepada wanita yang kau ajak ke tempat ini ?"


"Tidak ada gunanya aku berbohong padamu." Simon berkata dengan jujur, "Bukankah tempat memiliki suasana yang indah dan cukup nyaman untuk bersantai !"


"Kau benar." Zhen Qiu tersenyum dan merasakan kehangatan didalam hatinya, "Kau harus sering-sering mengajaku ke tempat ini."


Momen seperti ini sangat langka untuknya. Zhen Qiu jarang pergi untuk berlibur dan bersantai, sekarang Simon ada disampingnya dan memberikanya kenyamanan.


"Hei... bukankah kau sedikit mesum. Dengan membawaku ketempat ini, kau ingin menyuruhku mengenakan Baju Renang bukan ?" Zhen Qiu sedikit menggoda Simon.

__ADS_1


"Omong kosong." Simon mengelap bibir kecil Zhen Qiu dan berkata, "Dari pada mengenakan baju renang, aku lebih ingin melihatmu telanjang."


Wajah Zhen Qiu berubah menjadi merah dan menenggelamkanya ke dada Simon, "Bodoh..."


"Hahaha... Gadis Kecil... masih terlalu awal untukmu bisa menggodaku." Simon sedikit puas dengan respon Zhen Qiu.


"Siapa yang kau sebut dengan Gadis Kecil ?" Zhen Qiu cemberut dan sedikit kesal.


Simon membawa Zhen Qiu pergi kepelukanya dan berkata dengan pelan, "Terimakasih."


"Untuk apa ?" Zhen Qiu membuat dirinya nyaman dipelukan Simon.


"Aku bukan orang bodoh yang tidak tahu tujuanmu yang sebenarnya. Kau tidak perluh mengkhawatirkan diriku, aku baik-baik saja." Simon berkata dengan santai.


Zhen Qiu tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa. Setelah beberapa waktu dia mulai memejamkan matanya, rasa nyaman ini tidak akan pernah dia lupakan didalam hidupnya.


Tidak tahu dari mana laki-laki ini muncul dan memberikan kesenangan dan rasa nyaman untuknya. Terkadang Zhen Qiu ingin menghentikan waktu dan terus berada dimomen ini bersama dengan Simon.


Bahkan Simon bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, apakah layak dia menerima cinta dari orang seperti ini. Wanita ini terlalu baik untuknya, berkah semacam ini adalah impian dari setiap Pria.


Sebelumnya dia tidak menganggap Zhen Qiu terlalu serius. Tetapi setelah melihat apa yang Zhen Qiu lakukan untuknya. Bagaimana mungkin dirinya masih bisa mengabaikanya.


Simon hanya diam dan tidak mengganggu tidur Zhen Qiu. Hari menjelang malam, Simon menatap matahari tenggelam yang sangat indah.


Burung-burung berterbangan dan suaranya terdengar nyaring ditelinga mereka. Zhen Qiu mulai membuka matanya dan bangun, mengusap kedua matanya dan melihat kearah Simon.


"Maaf aku ketiduran !" Zhen Qiu masih dengan ekspresi kusutnya.


Simon duduk memegang wajahnya dan membersihkan kotoran diwajah Zhen Qiu dan memberikan beberapa roti untuknya.

__ADS_1


"Tidak masalah. Makanlah... kau pasti lapar setelah bangun dari tidur siang." Simon membuka bungkusnya dan memberikanya kepada Zhen Qiu.


Zhen Qiu memakanya dengan cepat, Simon hanya melihat dia seperti orang yang sangat kelaparan.


"Ayo kita pergi dan cari makan ?" Simon mengajak Zhen Qiu untuk meninggalkan tempat itu.


Simon berniat untuk untuk membawanya pergi dan mencari makanan untuk mereka. Simon berhenti disebuah warung daging yang sering dia kunjungi.


Walaupun tempatnya dipinggir jalan, Zhen Qiu tidak keberatan dengan hal itu. Simon tersenyum dan memesan banyak daging untuknya.


Zhen Qiu dengan tenang memakanya, walaupun dari segi rasa biasa saja. Tetapi dia cukup senang datang kemari.


"Hei... bagaimana ? Tanya Simon.


"Lumayan." Jawab Zhen Qiu dengan santai.


Simon tersenyum dan lanjut memakan daging miliknya. Dia sebenarnya mengkhawatirkan selera makan dari Zhen Qiu, tetapi setelah melihat Zhen Qiu yang sibuk dengan makananya membuat Simon sedikit lega.


"Setelah ini aku akan mengantarmu kembali !" Simon berniat mengantarnya kembali.


"Apa kau tidak kesepian tinggal di Villa sebesar itu sendirian ?" Zhen Qiu bertanya kepada Simon.


"Kenapa... apa kau ingin tinggal denganku ?" Simon tersenyum penuh arti, "Hehehe... tidak perluh khawatir, setiap hari kita akan melakukanya sekali."


"Huk..." Zhen Qiu terbatuk setelah mendengar Simon, "Siapa juga yang ingin tinggal denganmu ?"


"Oh... kalau begitu aku lebih baik mencari Pelayan." Simon tersenyum dengan santai berkata, "Setidaknya dia harus muda dan cantik. Ehm... mungkin dia juga harus bisa melakukan layanan malam untuku !"


Wajah Zhen Qiu menjadi pucat dan berkata dengan marah, "Mesum... Bejat..."

__ADS_1


"Hei... kenapa kau mengatakan aku mesum. Aku bermaksud menyuruhnya untuk membuatkanku kopi dimalam hari. Kenapa kau mengatakan mesum !"


Zhen Qiu sangat kesal dan merasa dirinya selalu dipermainkan oleh Simon. Anak ini terlalu buruk dan suka menggodanya untuk kesenanganya.


__ADS_2