
Keesokan paginya Zella bangun dan tubuhnya merasa segar, tidak seperti biasanya entah mengapa ada sebuah energi besar didalam tubuhnya dan membuatnya sangat bingung.
Simon memeluknya dan berkata, "Jangan bingung seperti itu... energi itu merupakan sumber tenaga dalam yang mengalir lewat meridian dan tersimpan didalam Dantian. Aku membagikan sedikit energiku untuk membantumu menempuh jalur Seni Beladiri, tapi tetap saja kau harus belajar mengontrolnya dimasa depan dan bertanya kepada Ye Qingchen yang lebih berpengalaman."
"Terimakasih banyak... apakah menurutmu aku bisa menjadi sepertimu ?" Tanya Zella dengan penuh harap.
"Selama kau tekun maka itu bukan masalah yang besar." Simon memasangkan Gelang Manik Guntur kepergelangan tangan Zella, "Ini dinamakan senjata spiritual yang dapat memanggil kekuatan guntur. Gunakan saat kau dalam bahaya saja dan jangan gunakan kepada orang biasa, tuangkan saja tenaga dalam milikmu kedalamnya dan itu akan aktif dengan sendirinya."
"Keren... Seni beladiri benar-benar sangat keren." Zella melihat gelangnya dan merasa sangat senang.
Simon berdiri dan membawa Zella untuk berendam dibak bersama dengannya, Simon sedikit bersenang-senang dan menggoda Zella terus menerus. Sangat menyenangkan memiliki Gadis yang perhatian sepertinya, bahkan Simon sudah terlalu malas untuk melirik Gadis lain dan fokus dengan mereka saja.
Setelah selesai mandi mereka pergi berjalan-jalan dan Simon berusaha menyenangkan Zella. Taman hiburan dan tempat-tempat lain mereka kunjungi sambil berlibur.
Disisi lain banyak kerusuhan yang terjadi dan semua aset Keluarga Nan diambil alih oleh Kim Yong dan Ridas. Keduanya bahkan tidak segan untuk membunuh dan dengan dukungan banyak orang membuat semuanya berjalan lancar dibawah kendali mereka.
__ADS_1
Setelah beberapa hari Kim Yong mengadakan pesta di Hotel, Simon mendapatkan banyak pengaruh sekaligus hadiah dari orang-orang besar. Namanya menjadi lebih dikenal lagi dan masuk kedalam daftar para Dewa peringkat ketiga.
Karena semua masalah sudah selesai maka Simon memutuskan untuk kembali, saat dipesawat ponselnya berdering dan dia mendapatkan panggilan dari teman lamanya saat di sekolah menengah.
"Halo Simon bagaimana kabarmu sekarang ?"
"Ba Dui bukan... sudah sangat lama sekali, aku dengar kau bekerja diluar negeri setelah menyelesaikan pendidikanmu." Simon sedikit mengenang hal yang lama.
"Tidak ada gunanya bekerja ditanah orang lain dan aku lebih suka hidup disini." Kata Ba Dui dengan santai.
Ba Dui tertawa dan mengatakan niatnya, "Apakah kau tidak tahu kelas kita mengadakan reuni, aku menelponmu karena yang lain tidak bisa menghubungimu. Dimana kau sekarang aku akan menjemputmu !"
Simon mengingat sesuatu yang tidak menyenangkan sebelum mengulang waktu, "Dua hari lagi aku akan pulang dan menghubungimu, saat ini aku sedang sibuk dan mari bicara saat bertemu !"
"Baiklah Tuan Simon yang sibuk." Ba Dui menyetujuinya dan mematikan panggilannya.
__ADS_1
Simon tidak menyangka akan melakukan hal yang sama, dulu dia benar-benar dipermalukan saat reuni kelas. Pada dasarnya reuni kelas ini hanya digunakan untuk menyombongkan prestasi setiap orang, dulu dia bukan apa-apa dan tidak menonjol sama sekali dan karena itulah Simon menjadi target untuk dipermalukan.
Namun Tuhan memberikan kesempatan kedua dan sekarang dia bukan orang yang mudah untuk disinggung. Prestasi yang mereka capai tidak lebih seperti debu dimatanya, Simon tidak memiliki dendam serius tapi jika ada orang yang mencari masalah maka dia akan meladeninya sampai akhir.
"Kau terlihat sangat senang ?" Zella terlihat nyaman tidur dipelukan Simon.
"Tentu saja... aku akan menghadiri reuni teman sekolahku yang dulu. Bagaimana mungkin aku tidak senang jika bertemu dengan teman lama." Simon memeluk Zella dan terlihat santai.
"Sudah lama kau tidak kembali dan jangan lupa untuk menyapa orang tuamu." Zella mengingatkan Simon agar tidak melupakan Keluarganya.
"Itu sudah pasti." Simon mengusap bibir Zella dan menciumnya dengan lembut.
Ayah dan Ibunya sudah terbiasa hidup dalam kesederhanaan dan bahkan mereka tidak mau meninggalkan rumah lama. Tapi setidaknya Simon sudah memenuhi tugasnya dengan baik, dia meminta Ayah dan Ibunya untuk bersantai dan mengirimkan banyak uang untuk renovasi dan menjalani kehidupan yang damai.
Bahkan Simon mendengar kabar bahwa Ibunya sering berkunjung ke panti asuhan dan mengajak anak-anak makan. Setidaknya selama mereka bahagia itu sudah cukup untuknya, setelah mereka kembali Simon mengumpulkan yang lainya dan membantu mereka menjadi Master Seni Beladiri.
__ADS_1
Dengan semua Seni Beladiri di Sekte Kaisar Naga maka ada banyak metode yang bisa mereka praktekan. Saat ini yang paling berlatih secara gila-gilaan adalah Zhen Tian, setelah dia masuk ke periode Awakening dia lebih menginginkan kekuatan untuk terus bertahan hidup.