PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 119 - Menemukan Api Phoenix


__ADS_3

Pemandangan yang memukau dilakukan oleh satu orang yang sudah membunuh lima Ahli Alam Dewa Sejati dengan mudahnya. Simon menjadi kekuatan terkuat di dunia untuk saat ini dan pada akhirnya memaksa semua Dewa untuk tunduk dibawah kekuatannya.


Eksistensinya sudah tidak bisa disinggung oleh orang lain, tentunya Simon akan mendominasi dunia dengan kekuatannya. Simon melihat kesatu arah dan bergegas pergi kesana, dipusat lembah dia melihat sebuah Batu berwarna merah dan terdapat tulisan kuno diatasnya.


(Terdeteksi nyala api Phoenix didalam Batu ini yang disegel, apakah Master berniat untuk menyerap Api Phoenix ?)


"Apakah ada resikonya ?" Tanya Simon dengan cemas.


(Kekuatan Jiwa Master sudah memenuhi syarat dan dengan bantuan Lux itu dapat dipastikan berhasil. Namun rasa sakit yang Master tanggung mungkin seratus kali lebih menyakitkan dari membentuk tubuh Kaisar Abadi, Phoenix adalah Binatang Ilahi Kuno yang keberadaannya melampaui Alam Kaisar Dewa.)


"Gunakan semua poin keberuntungan untuk meningkatkan kekuatanku dan menyerap Api Phoenix ini." Simon memegang Batu itu dan memejamkan matanya.


Entah apapun resikonya untuk sekarang meningkatkan kekuatannya sendiri adalah hal yang paling penting. Lei Ting sudah mati dan pada akhirnya akan ada orang yang akan balas dendam nantinya, Alam Raja Dewa harus segera dicapai sebelum semuanya berakhir buruk.

__ADS_1


Simon mengirimkan pesan agar Liu Feng dan Dewa lainya menjaga jarak dari lembah, dia tidak ingin ada yang mengganggunya pada saat momen kritis dan jikapun ada maka mereka akan dibunuh tanpa ampun.


*Krak.*


Batu itu menunjukan retakan dan nyala api biru yang kecil melambung tinggi, nyala api biru berubah menjadi seekor Phoenix dan seluruh lembah berguncang hebat. Lux menariknya masuk kedalam tubuh Simon dan teriakan kesakitan yang keras terdengar, nyala api membakar seluruh lembah dan guncangannya semakin kuat.


Bahkan kekuatan jiwa semua orang yang melihat tidak dapat menulusuri nyala api biru ini, bahkan mendapatkan serangan balik kuat dan membuat mereka menderita. Api Biru ini memiliki kekuatan yang mengagumkan dan kemungkinan besar sejak awal semua Dewa Sejati itu mengincar ini, sayangnya Simon terlalu tajam dan berniat menjinakkan api ini.


"Tuan Liu Feng... kau berada di peringkat kedua sekarang dari Daftar Dewa dan digeser oleh Dewa Kaisar Naga Simon. Api ini kemungkinan harta yang mengerikan dan saat ini Dewa Kaisar Naga sangat lemah..."


"Sekumpulan Dewa palsu... berani memiliki pemikiran buruk maka kalian semua akan berakhir sepertinya. Dewa Kaisar Naga sudah menyelamatkan kalian dan apa sulitnya menjaganya sebentar, bahkan jika kalian mendapatkan Api itu apakah kalian pikir bisa menjinakannya. Bahkan aku yang berada di Alam Dewa Sejati tidak memiliki keberanian untuk itu, diam dan patuh... hanya itu pilihan kalian sekarang." Liu Feng menatap mereka dengan dingin.


Semua Dewa mengangguk dan terlihat takut dengan sosok Liu Feng, kekuatan memang penting namun dia harus tahu batasannya sendiri. Bukan hanya akan bermusuhan dengan Simon nantinya, Liu Feng tidak ingin mengambil resiko besar untuk peluang masa depan.

__ADS_1


Sekumpulan orang serakah ini tidak tahu betapa mengerikannya Simon, jika dia ingin bergerak maka membunuh mereka adalah hal yang sangat mudah seperti menjentikan jarinya.


Delapan hari lembah itu terbakar dan teriakan kesakitan Simon perlahan mereda, dahinya menyala Api Biru dan Simon menerobos batasan memasuki Alam Raja Dewa. Namun karena energi di Bumi yang tipis membuatnya harus membayar harga yang mahal, semua poin kontribusi yang dia dapatkan digunakan untuk menstabilkan basis Budidayanya.


Semua Api Biru yang membakar lembah ditarik masuk dan akhirnya Simon berhasil menundukkannya. Tubuh Kaisar Abadi menjadi semakin kuat dengan pemulihan yang berkali-kali lebih cepat, Simon memakai kembali pakaiannya dan merasakan lonjakan besar pada energinya.


"Tanpamu aku tidak mungkin bisa sekuat ini dengan waktu yang singkat." Simon bersyukur karena memiliki Lux yang dapat membantunya.


Liu Feng terbang kearah Simon dan melihat Auranya membuatnya sedikit gugup, "Selamat karena sudah menundukkan Api itu !"


"Cukup sulit tapi ini masih dibawah kemampuanku. Sebentar lagi pertarungan yang sesungguhnya mungkin akan benar-benar terjadi dan mungkin saja akan lebih sulit." Kata Simon dengan serius.


"Benar sekali... tapi sayangnya tidak banyak peran yang bisa aku lakukan. Sekumpulan orang-orang ini juga tidak bisa diandalkan, mungkin hanya Anda sajalah yang mampu menghadapi mereka." Liu Feng cukup sadar dengan kondisinya saat ini.

__ADS_1


"Bumi dimasa depan akan berubah karena diriku dan mungkin tidak sedikit pembudidaya seni beladiri yang lahir." Simon melihat keatas langit dan menikmati suasananya.


__ADS_2