PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 134 - Perintah Mutlak


__ADS_3

Simon pergi ke halaman belakang dan berendam dengan santai sambil membasuh tubuhnya, Ling Zhu dan beberapa wanita lainya datang memberi hormat.


"Selamat karena Senior menerobos batasan dan berkat Senior Desa Seribu Gadis mendapatkan manfaat besar." Kata Ling Zhu dengan penuh hormat.


Simon mengangkat tangannya dan tidak tahu apa yang Ling Zhu maksud, "Kau juga... selamat karena masuk ke Tingkat Raja Dewa. Karena kau memutuskan untuk mengikutiku maka aku akan dengan senang hati menerimamu. Dengan kekuatanmu yang sekarang dan diriku... apakah ada pesaing lain yang mampu menandingi kita di Tanah Liar ini ?"


"Ada tiga Ras Monster yang sudah berada di Lapisan pertama Tingkat Raja Dewa yang tinggal di Tanah Liar ini. Kekuatan Senior sendiri adalah yang terbaik di Wilayah Tengah dan bisa disejajarkan dengan Penguasa tinggi, bisa dikatakan Senior merupakan yang terkuat di seluruh Wilayah pinggiran ini." Jawab Ling Zhu dengan jujur.


"Lalu kirim pesanku kepada mereka... setiap Pemimpin mereka harus datang kemari dan katakan niatku. Entah itu Iblis atau Monster mereka harus menyerah atau pergi dari tempat ini, jika dalam waktu satu bulan mereka tidak datang maka aku secara pribadi akan datang ketempat mereka." Simon berkata dengan tegas.


Ling Zhu meminta yang lainya untuk pergi dan mengatur permintaan Simon, Tanah Liar ini akan berubah dan memiliki kepemilikan. Tentu saja Desa Seribu Gadis mereka akan menjadi prioritas utama karena langsung berada dibawah Simon.


"Saya sudah menyiapkan beberapa Pelayan cantik untuk memenuhi kebutuhan Tuan, apakah perlu saya memanggil mereka kemari dan membantu Tuan ?" Tanya Ling Zhu dengan antusias.

__ADS_1


"Ho... Jika kau bermaksud mengikatku dengan mereka maka kau tidak perlu melakukannya. Aku tidak akan pernah membuang kalian atau mengkhianati rekanku sendiri." Kata Simon dengan santai.


"Tuan salah paham... hidup dan mati kami semua sudah menjadi milik Tuan, apapun yang Tuan inginkan itu sudah menjadi kewajiban kami untuk memenuhinya. Selain dari kecantikan tidak ada yang bisa dibanggakan dihadapan Tuan, mereka sama sekali tidak dipaksa dan justru merasa terhormat jika bisa bersama dengan Tuan." Ling Zhu dan semuanya sudah berdiskusi panjang.


Kekuatan mereka jauh tertinggal dibelakang Simon dan tidak banyak hal yang bisa mereka lakukan selain mengandalkan penampilan mereka. Jika bukan karena Simon yang membunuh Wang Yao mungkin saja nasib mereka akan berakhir menyedihkan.


Selain itu Simon terlihat tampan dan gagah dengan umurnya yang masih muda, bahkan sejak dia datang banyak sekali Wanita yang meliriknya dan tentunya ini adalah inisiatif mereka sendiri.


"Ling Zhu tidak pernah berhubungan dengan Pria manapun dan takut membuat Tuan kecewa, tapi jika Tuan menginginkan Ling Zhu maka aku akan melakukan yang terbaik." Ling Zhu sedikit melepaskan pakaiannya dan malu melihat dada Simon.


Simon menggendongnya dan membawa masuk kedalam ruangan, "Sepertinya aku tidak hanya mendapatkan bantuan kekuatan kalian, karena kau sendiri yang datang maka jangan menyesalinya."


Perlahan dia menempatkan Ling Zhu ditempat tidur dan melepaskan semua pakaiannya, Simon sudah menahannya sejak lama dan sulit mengendalikan diri ketika melihat wanita cantik disekitarnya. Terlebih dia tidak perlu bertanggung jawab karena mereka sendiri yang berinisiatif seperti ini.

__ADS_1


Ling Zhu benar-benar sangat kaku dan tubuhnya dimainkan oleh Simon, keduanya menjadi lebih intens didalam kamar dan erangan Ling Zhu terdengar cukup keras sampai keluar. Tangan Simon menyentuh setiap bagian dari tubuhnya dan ciuman yang lembut membuatnya terbuai oleh sensasi aneh yang pertama kali dia rasakan.


Secara bertahap Ling Zhu mulai menikmatinya dan lemas, mereka berdua mengurung diri selama beberapa hari didalam kamar tanpa ada yang berani mengganggu.


....


Disisi lain didalam Gua Ras Monster seekor Banteng dengan tubuh gagah seperti Manusia duduk disinggasananya. Banteng itu tidak lain adalah Raja Monster Bao yang berada di Tingkat Raja Langit Lapisan pertama.


Bawahannya berlari masuk dan membawakan Anak Panah, "Tuanku... seorang Manusia menembakkan Anak Panah yang berisi surat, sepertinya ini ditujukan oleh Tuan !"


Bao membacanya dan tiba-tiba Aura membunuhnya meledak, "Desa Seribu Gadis... mereka mencari kematian. Tanyakan kepada Raja Monster lainya apakah mereka juga mendapatkan surat semacam ini, aku ingin lihat dalam waktu dua minggu apa yang bisa mereka lakukan terhadap Raja ini !"


Entah itu Malaikat, Iblis dan Ras Monster mereka mendapatkan surat yang sama. Menyerah atau pergi dari Tanah Liar, arogansi yang ditunjukan seolah mereka dapat melakukan segalanya sebagai yang terkuat dan tentunya menyebabkan banyak keributan.

__ADS_1


__ADS_2