
Setelah beberapa hari Tian Luo melaporkan masalahnya kepada Simon. Tentunya Simon justru memuji tindakan yang Tian Luo ambil, adapun pendapat penguasa Kota Bintang nantinya Simon tidak peduli sama sekali.
Aura membunuh yang sangat kuat meledak-ledak dari luar dan tiga sosok berdiri tegak diluar penghalang. Mereka bertiga merupakan generasi jenius Keluarga besar di Wilayah Tengah dan memiliki nama yang besar.
"Raja dari Tanah Liar Simon... keluarlah aku Sheng Xiao menantangmu dalam pertarungan !" Teriak Sheng Xiao dengan keras.
Simon, Tian Luo dan Ling Zhu keluar bersamaan dan saling berhadapan. Sheng Xiao berada dilapisan keenam dan setara dengan Simon, dua orang dibelakangnya juga sama dan berpikir ini akan menjadi pertarungan yang cukup besar.
"Sungguh sebuah kehormatan bisa menarik perhatian ketiga Jenius ini, kau ingin menantangku tapi apakah kau sudah paham arti dari perkataan itu ?" Tanya Simon dengan ekspresi yang dingin.
"Saudara Simon terlalu berlebihan... jika kau kalah bergabunglah dengan Pasukanku, jika kau menang aku akan memberikan ratusan juta Batu Roh ini sebagai kompensasi. Bahkan jika kau bisa membunuhku aku tidak akan mempermasalahkan itu, kita adalah Praktisi dan antara kau atau aku yang lebih kuat itu juga harus ditentukan." Kata Sheng Xiao dengan tegas.
"Pria yang terhormat... karena ini bukan perang maka mereka tidak akan terlibat, kalian bertiga bisa maju bersama dan melawanku. Ketika kau kalah aku harap kau menepati janjimu !" Simon maju dan bersiap untuk bertarung.
__ADS_1
Sheng Xiao sebenarnya ingin melawan Simon dalam pertarungan satu lawan satu, tapi karena dia memintanya maka Sheng Xiao tidak akan keberatan mengeluarkan segalanya. Sheng Xiao menerjang kearah Simon dan Qi Spiritual yang menyelimuti lengan kanannya berubah menjadi ular hitam yang siap untuk menelan Simon.
Simon memadatkan Qi miliknya menjadi Pedang dan memotong Ular itu, dua Telapak tangan yang besar menyerang Simon disetiap sisi dengan tekanan kuat. Simon mendesak Qi Spiritualnya dan Aura yang kuat menghancurkan segala sesuatu yang disekitarnya.
"Kemarilah Pedang." Sheng Xiao menarik Pedang dari dalam tubuhnya dan Petir menyambar dengan ganas, "Pedang Naga Petir bangkit !"
Sosok Naga Petir meraung dan terbang keatas langit, sosoknya mungkin hanya sebatas jiwa namun kekuatan penghancurnya tidak bisa diremehkan. Simon membentuk segel dan membentuk tujuh Pedang dengan setiap elemen yang berbeda.
Tujuh Pedang itu berputar dan menerjang langsung kearah Jiwa Naga yang mengamuk, ledakan diatas langit membuat gelombang kejut yang kuat. Bahkan mereka yang melihatnya dipaksa berlutut oleh benturan kekuatan besar ini.
*Bang.*
Simon menahannya dengan satu tangannya dan membalas dengan satu pukulan keras yang menghantam wajah Pria itu. Aura hitam kematian menyelimuti tubuh Simon dan memadatkan Pedang hitam, Simon mengayunkannya secara langsung dan membuat gelombang besar.
__ADS_1
Tebasan Pedangnya bahkan dapat menghancurkan ruang dan membuat Sheng Xiao membeku ditempat. Untungnya serangan itu tidak diarahkan langsung kepadanya, jika tidak tubuh dan jiwanya akan langsung hancur lebur.
"Aku akan memberikanmu wajah... aku sudah memperlihatkan perbedaan kekuatan kita dan lebih baik bagi kalian untuk menyerah." Simon berkata dengan tegas.
"Saudara Simon benar-benar membuka mataku dan kali ini aku kalah. Sebaiknya kau berhati-hati karena Penguasa Kota Bintang akan datang membalas dendam !" Kata Sheng Xiao sambil melemparkan Cincin Penyimpanan.
Simon menangkapnya dan berkata, "Saudara itu tidak perlu khawatir... aku sudah tahu dia akan datang atau lebih tepatnya dia sudah ada disini sejak kalian datang. Apakah menyenangkan melihat pertunjukan ini ?"
Sheng Xiao sedikit terkejut dan dibalik awan sudah ada sosok menakutkan yang memandang mereka. Dibelakangnya sudah ada 30 Ahli Raja Dewa yang siap untuk bertarung dan Pria itu tidak lain Penguasa Kota Bintang Luo Wentian.
"Kau yang memaksaku keluar dan sekarang aku sudah ada disini, apakah hanya itu kekuatan yang kau banggakan. Untuk mencapai lapisan keenam ditempat suram seperti ini kau mungkin sangat hebat, tapi aku berada dilapisan kesembilan dan kau bukan tandinganku." Luo Wentian mengangkat tangannya dan tinju yang sangat besar terbentuk.
*Boom.*
__ADS_1
Pukulan itu mengenai Simon secara langsung dan menciptakan jurang besar yang dalam, Simon keluar dari dalam jurang dengan kondisi yang babak belur. Kali ini dia akan bertaruh dengan nyawanya sendiri, setidaknya peluang menang tidak mustahil untuk dia raih.
"Hari ini antara kau atau aku yang akan mati akan ditentukan. Biarkan Alam Langit mengetahuinya bahkan aku Simon tidak bisa dihentikan oleh siapapun." Aura Simon meledak dan dia menggunakan bentuk kedua yaitu menyerap semua energi kehidupan disekitarnya.