
Setelah mereka selesai makan Simon mengantar Zhen Qiu kembali kerumahnya.
"Nona... kita sekarang sudah sampai bisakah kau memberikan ongkosnya ?" Simon sedikit menggoda Zhen Qiu.
"Sebentar !" Zhen Qiu mendekat kearah Simon dan menciumnya, "Apakah itu sudah cukup ?"
Simon tersenyum dan berkata, "Nona ini terlalu berlebihan. Setidaknya aku akan mengembalikan kembalianya."
Simon menarik Zhen Qiu dan mencium bibir kecilnya dengan hangat. Walaupun ini bukan pertama kalinya dia berciuman dengan Simon, Zhen Qiu tidak pernah terbiasa dengan situasi semacam ini.
"Apakah kalian berdua sudah selesai ?" Tiba-tiba suara Zhen Ri terdengar dan mengagetkan mereka.
Zhen Qiu melihat kebelakang dan melihat Ayahnya yang sedang menunggunya. Wajahnya berubah menjadi merah dan berlari kedalam.
Zhen Ri tersenyum dan mengacungkan jempol kearah Simon, "Bagus !"
"Kalau begitu aku akan pamit, besok aku harus melatih Pasukan." Simon pamit meninggalkan tempat itu.
Setelah beberapa waktu Simon sampai dirumahnya dan tidur dikasurnya. Besok dia harus datang dan melihat Pasukan Naga bersama Nona Wen.
Keesokan Paginya Nona Wen menunggu Simon diruang tamu dan bersiap untuk berangkat. Seperti biasa Simon mengenakan Jaket Tentara dan menggantung Lencana Komandan miliknya.
Nona Qen tidak memiliki pendapat tentang penampilan Simon. Segera mereka berdua berangkat menggunakan Helikopter pergi kesebuah pulau yang merupakan kamp tentara.
Simon melihat kebawah dan sedikit menikmati pemandangan dari atas. Nona Wen sudah sering melakukan perjalanan seperti ini.
"Komandan... kemarin Pemimpin Zhen memberitahu saya untuk menyiapkan Bom kecil yang Anda butuhkan. Kemungkinan beberapa hari lagi akan sampai." Nona Wen berkata dengan cemas.
"Ya... aku akan sedikit merepotkan Nona Wen." Simon berterimakasih kepada Nona Wen.
"Apakah Komandan serius untuk menghadapi mereka sendirian ?" Nona Wen bertanya dengan cemas.
Simon memang luar biasa tetapi tidak mungkin untuknya menghancurkan Organisasi yang memiliki ribuan Anggota didalamnya.
"Aku memiliki rencanaku sendiri... dari pada aku harus menunggu mereka datang, lebih baik aku mendatangi mereka lebih dahulu !" Simon berkata dengan tegas.
__ADS_1
"Ya... mungkin Wen Liu akan sedih mendengar Anda mengambil resiko seperti ini." Nona Wen sedikit menggoda Simon.
Simon tiba-tiba merinding mengingat wajah Wen Liu dan melihat Nona Wen, "Mustahil... Dia pasti mendoakanku untuk cepat mati."
"Hahaha... Dia hanya berkata kepada saya kalau dia tertarik dengan Anda. Komandan mungkin cocok denganya." Nona Wen tertawa dengan senang.
Simon tersenyum pahit dan berkata, "Ya... ya... Aku akan menampar patatnya ketika kembali !"
Helikopter perlahan-lahan turun dan mendarat diatas sebuah tebing yang tinggi. Simon mengenakan topengnya dan melihat kebawah, disana terdapat pasukanya yang berjumlah 100 orang.
Mereka semua adalah termasuk elit yang lama dan baru direkrut masuk kedalam pasukan Naga. Simon berjongkok dan memandang mereka semua, dia terkejut melihat wajah yang dia kenal.
Orang itu adalah Feil yang sebelumnya menantang dirinya bertarung ketika di pesta milik Keluarga Nancy.
"Komandan... ayo kita turun !" Nona Wen mengajak Simon menuruni tebing.
"Oke." Simon langsung melompat dari atas tebing.
Semua Tentara sangat terkejut melihat Komandanya langsung melompat dari ketinggian yang mengerikan.
Simon mendarat dengan keras ke tanah, semua Tentara sangat terkejut melihat Simon dalam keadaan baik-baik saja dan merasa sedikit takut denganya.
"Hei... Mari kita lakukan Hukum Tentara, Siapa diantara kalian yang berani menantangku atau kalian ingin maju semuanya ?" Simon berteriak dengan sombong.
Simon sengaja melakukan ini untuk membuat rasa takut dalam diri mereka. Jika dia tidak melakukan ini, dia tidak akan mendapatkan rasa hormat dari mereka semua.
"Tidak Komandan." Teriak semua Tentara secara bersamaan. Mereka tidak ingin melakukan pertarungan dengan Simon yang terlihat sangat menakutkan.
Mereka berfikir rumor itu tidak dilebih-lebihkan sama sekali. Komandan Naga murupakan seorang Grandmastet Beladiri yang sangat luar biasa.
Simon menatap mereka semua dengan tajam dan perlahan dia melepaskan Topengnya. Semua orang sangat terkejut melihat Simon yang terlihat masih sangat muda.
Feil sangat terkejut melihat Simon yang merupakan seorang Komandan Naga. Pantas saja Pamanya tidak berani untuk menyinggung Simon. Sebelumnya dia menantang Simon dalam pertarungan, bukankah itu konyol menantang Komandanya sendiri.
Feil sendiri sangat malu mengingat kejadian waktu di pesta. Simon sama sekali tidak memperdulikanya dan tetap memperhatikan semua Tentara yang ada didepanya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Nona Wen datang kesamping Simon dan berkata, "Komandan... kenapa Anda langsung melompat ?"
Nona Wen sedikit kesal dengan tingkah Simon yang terlalu ceroboh. Jika dia mengalami kecelakaan ditempat ini, Nona Wen tidak akan bisa menjelaskanya kepada Zhen Tian.
"Aku hanya mengikuti perintahmu, Bukankah Nona Wen menyuruh untuk turun !" Simon berkata dengan wajah yang polos.
"Lupakan saja." Nona Wen terlalu kesal untuk berdebat dengan Simon. Bahkan keponakanya Wen Liu tidak bisa menang darinya.
Simon tersenyum dan melihat kesalah seorang Tentara, "Hei... Prajurit kemarilah !"
Prajurit itu berjalan dengan gagah dan berkata, "Siap Komandan."
"Siap apanya ? aku belum memberimu Perintah. Kenapa kau bilang siap ?" Simon sesikit menggodanya.
"Maaf Komandan." Prajurit itu memberi hormat.
Simon mengeluarkan sebuah kertas dan berkata, "Kalian memiliki waktu 3 jam dan buatlah senjata dari bahan-bahan yang ada dihutan. Apa kalian mengerti ?"
"Mengerti Komandan." Jawab semua Prajurit dengan tegas.
"Bagus... lakukan sekarang. Setelah 3 jam kalian semua harus kembali ketempat ini." Simon membubarkan semua Pasukanya.
Semua Tentara bingung dengan apa yang sebenarnya Simon ingin lakukan, tetapi mereka tidak bisa mengeluh dan melaksanakan perintah yang diberikan Komandan mereka.
"Nona Wen... apakah disini ada Kolam Renang ?" Tanya Simon dengan santai.
Nona Wen menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak ada."
"Ya sudah... aku hanya bisa menyuruh mereka untuk membuat kolam." Shen Yu tersenyum dengan santai.
"Kenapa Komandan membutuhkan kolam renang !" Tanya Nona Wen dengan penasaran.
"Tentu saja untuk berenang." Simon tersenyum dan sedikit menggodanya.
"Hah... terserahlah." Nona Wen tidak bertanya lebih jauh.
__ADS_1
Dia berfikir kalau nanti dia pasti akan melihatnya sendiri. Bertanya kepada Simon adalah salah satu kesalahan terbesarnya.